Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Regional

Sudah Setahun Berdiri, RS di Depok Tak Terima Pasien BPJS, Pemerintah ke Mana?”

badge-check

Sudah Setahun Berdiri, RS di Depok Tak Terima Pasien BPJS, Pemerintah ke Mana?” Perbesar

PRABA INSIGHT- Di tengah kemegahan jalan Margonda yang makin mirip koridor bisnis urban, ada satu bangunan menjulang gagah yang disebut-sebut sebagai rumah sakit modern berfasilitas lengkap. Tapi sayangnya, megah doang gak cukup. Sebab menurut warga, rumah sakit yang sudah hampir setahun berdiri ini belum juga melayani pasien BPJS dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Kabar ini bukan isapan jempol. Kritik datang langsung dari Arif Afifullah, Ketua Umum Aktivis Peduli Rakyat (ASPERA) Indonesia, yang juga dikenal sebagai tokoh lokal di Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, tempat rumah sakit tersebut berdiri.

“Seharusnya pihak Pemerintah Kota Depok dan BPJS Kesehatan memberikan perlakuan yang sama terhadap semua warga. Rumah sakit dengan fasilitas baik semestinya jadi solusi kesehatan bagi masyarakat luas, bukan cuma untuk kalangan tertentu,” kata Arif.

Ia menyayangkan kondisi ini yang menurutnya memperparah ketimpangan layanan kesehatan di Kota Depok. Apalagi, menurut dia, masyarakat kelas menengah ke bawah di Depok masih sangat mengandalkan jaminan kesehatan dari pemerintah seperti BPJS dan KIS.

“Sangat disayangkan kalau rumah sakit yang sudah hampir setahun berdiri belum juga menerima pasien BPJS maupun KIS,” lanjutnya, seraya menyindir bahwa ini bukan soal gedung bagus, tapi soal keadilan akses kesehatan.

Nada serupa juga datang dari Ketua RT 02 Kemiri Muka, Purwanto, yang mengaku ikut prihatin. Menurutnya, kehadiran rumah sakit bagus di lingkungan RW 015 justru terasa seperti pajangan mewah yang tak bisa disentuh warganya sendiri.

“Percuma ada rumah sakit bagus di RW 015 kalau warga saya nggak bisa berobat di sana. Mohon perhatian dari Pak Wali Kota agar akses kesehatan bisa dirasakan merata oleh seluruh warga,” ucap Purwanto, dengan nada lirih tapi tajam.

Kisah ini menambah daftar panjang ironi dalam sistem pelayanan kesehatan nasional. Fasilitas boleh modern, tapi kalau belum terintegrasi dengan BPJS, ya tetap saja aksesnya timpang. Padahal, semangat di balik program jaminan kesehatan nasional adalah pemerataan layanan, bukan layanan eksklusif untuk yang mampu bayar tunai.

Kini, warga dan aktivis berharap Wali Kota Depok Supian Suri dan pihak BPJS Kesehatan segera turun gunung. Bukan sekadar rapat di ruangan ber-AC, tapi memastikan rumah sakit yang berdiri di tengah kota benar-benar bisa diakses siapa pun bukan hanya mereka yang dompetnya tebal.(And)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Deni Muhammad Ali Ditunjuk Jadi Ketua Panitia Muaythai Porprov Jabar 2026

3 Agustus 2026 - 21:40

Perumda Tirta Bhagasasi Kena ‘Stroke Berat’, Utang Naik Laba Anjlok

3 Agustus 2026 - 14:52

Trending di News