Menu

Mode Gelap
Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

News

Soroti Eskalasi Politik, KAMSRI Desak Reformasi Haji dan Judicial Review Dana Pensiun DPR

badge-check

KAMSRI desak reformasi politik, bersih-bersih tata kelola haji, hingga tolak dana pensiun DPR lewat delapan agenda kebangsaan.(prabainsight) Perbesar

KAMSRI desak reformasi politik, bersih-bersih tata kelola haji, hingga tolak dana pensiun DPR lewat delapan agenda kebangsaan.(prabainsight)

PRABA INSIGHT – Kalau belakangan Anda merasa politik nasional makin panas kayak gorengan di minyak jelantah, ternyata bukan cuma Anda yang resah. Dewan Pimpinan Pusat Kesatuan Angkatan Muda Sriwijaya (DPP KAMSRI) juga ikut angkat suara.

Menurut mereka, eskalasi politik sekarang ini bukan cuma bikin timeline medsos ramai, tapi juga bisa mengancam persatuan bangsa.

“Kami prihatin dengan kondisi bangsa. Persatuan, demokrasi, dan keamanan masyarakat harus menjadi prioritas bersama,” kata Ketua Umum DPP KAMSRI, Aldhi Setyawan Pratama, SH, MH, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Soal Haji, KAMSRI Blak-blakan: “Harus Ada Bersih-bersih”

Selain urusan politik, KAMSRI juga mengulik persoalan haji. Aldhi memberi apresiasi pada Presiden Prabowo Subianto yang punya ide bikin Hotel Kampung Haji di Mekkah dan bahkan wacana pembentukan Kementerian Haji.

Tapi apresiasi bukan berarti tanpa catatan. “Bersih-bersih pengelolaan haji harus segera dilakukan. Kami mendukung sistem Haji Fullboard tanpa pungli. Supaya orangtua kita tidak menunggu lama antrean, harus ada penempatan orang berpengalaman di Kementerian Haji,” tegas Aldhi.

Asta Cita: Delapan Agenda Kebangsaan ala KAMSRI

Tak cuma memberi kritik, KAMSRI juga meluncurkan apa yang mereka sebut Asta Cita alias delapan agenda kebangsaan. Kalau dilihat, isinya lumayan berani, bahkan bisa bikin pejabat senewen.
1. Membatasi periodesasi anggota DPR/DPRD maksimal dua periode atau 10 tahun.
2. Mendorong sistem proporsional semi tertutup untuk memperkuat kaderisasi partai.
3. Mengganti anggota legislatif yang sudah menjabat lebih dari dua periode.
4. Mengevaluasi kinerja Polri supaya lebih profesional dan akuntabel.
5. Memberlakukan pajak khusus bagi kalangan superkaya.
6. Menghapus tunjangan berlebihan pejabat negara, termasuk pensiunan DPR/DPRD.
7. Memberantas mafia komoditas nasional.
8. Membersihkan tata kelola haji dengan sistem Haji Fullboard.

Yang paling “nendang” adalah soal dana pensiun DPR. Bagi KAMSRI, pos ini nggak nyambung dengan kondisi bangsa. Kalau tetap dipertahankan, mereka mengaku siap tempuh jalur Judicial Review.

“Perjuangan ini kami lakukan untuk mewujudkan pelayanan publik yang bersih, demokrasi yang sehat, serta ibadah haji yang adil dan transparan,” pungkas Aldhi.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan

5 Agustus 2026 - 11:45

Trending di Nasional