Menu

Mode Gelap
Launching Media Kontra Narasi, Survei HAI Catat Kepercayaan Publik terhadap Polri 78,3 Persen Rizki Juniansyah Naik Pangkat Jadi Kapten dan Pindah dari TNI AL ke AD Sidang Brigadir Nurhadi, Jaksa Ungkap Petunjuk Motif dari Kesaksian MALAM JUMAT KLIWON: YANG BANGKIT DARI KUBUR TIDAK SELALU MAYIT Kisah Horor Rumah Tanpa Bayangan Jejak Angka di Laporan Pelindo: Gaji dan Bonus Arman Depari Rp3,2 Miliar

News

Soroti Eskalasi Politik, KAMSRI Desak Reformasi Haji dan Judicial Review Dana Pensiun DPR

badge-check


					KAMSRI desak reformasi politik, bersih-bersih tata kelola haji, hingga tolak dana pensiun DPR lewat delapan agenda kebangsaan.(prabainsight) Perbesar

KAMSRI desak reformasi politik, bersih-bersih tata kelola haji, hingga tolak dana pensiun DPR lewat delapan agenda kebangsaan.(prabainsight)

PRABA INSIGHT – Kalau belakangan Anda merasa politik nasional makin panas kayak gorengan di minyak jelantah, ternyata bukan cuma Anda yang resah. Dewan Pimpinan Pusat Kesatuan Angkatan Muda Sriwijaya (DPP KAMSRI) juga ikut angkat suara.

Menurut mereka, eskalasi politik sekarang ini bukan cuma bikin timeline medsos ramai, tapi juga bisa mengancam persatuan bangsa.

“Kami prihatin dengan kondisi bangsa. Persatuan, demokrasi, dan keamanan masyarakat harus menjadi prioritas bersama,” kata Ketua Umum DPP KAMSRI, Aldhi Setyawan Pratama, SH, MH, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Soal Haji, KAMSRI Blak-blakan: “Harus Ada Bersih-bersih”

Selain urusan politik, KAMSRI juga mengulik persoalan haji. Aldhi memberi apresiasi pada Presiden Prabowo Subianto yang punya ide bikin Hotel Kampung Haji di Mekkah dan bahkan wacana pembentukan Kementerian Haji.

Tapi apresiasi bukan berarti tanpa catatan. “Bersih-bersih pengelolaan haji harus segera dilakukan. Kami mendukung sistem Haji Fullboard tanpa pungli. Supaya orangtua kita tidak menunggu lama antrean, harus ada penempatan orang berpengalaman di Kementerian Haji,” tegas Aldhi.

Asta Cita: Delapan Agenda Kebangsaan ala KAMSRI

Tak cuma memberi kritik, KAMSRI juga meluncurkan apa yang mereka sebut Asta Cita alias delapan agenda kebangsaan. Kalau dilihat, isinya lumayan berani, bahkan bisa bikin pejabat senewen.
1. Membatasi periodesasi anggota DPR/DPRD maksimal dua periode atau 10 tahun.
2. Mendorong sistem proporsional semi tertutup untuk memperkuat kaderisasi partai.
3. Mengganti anggota legislatif yang sudah menjabat lebih dari dua periode.
4. Mengevaluasi kinerja Polri supaya lebih profesional dan akuntabel.
5. Memberlakukan pajak khusus bagi kalangan superkaya.
6. Menghapus tunjangan berlebihan pejabat negara, termasuk pensiunan DPR/DPRD.
7. Memberantas mafia komoditas nasional.
8. Membersihkan tata kelola haji dengan sistem Haji Fullboard.

Yang paling “nendang” adalah soal dana pensiun DPR. Bagi KAMSRI, pos ini nggak nyambung dengan kondisi bangsa. Kalau tetap dipertahankan, mereka mengaku siap tempuh jalur Judicial Review.

“Perjuangan ini kami lakukan untuk mewujudkan pelayanan publik yang bersih, demokrasi yang sehat, serta ibadah haji yang adil dan transparan,” pungkas Aldhi.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Launching Media Kontra Narasi, Survei HAI Catat Kepercayaan Publik terhadap Polri 78,3 Persen

16 Januari 2026 - 11:14 WIB

Rizki Juniansyah Naik Pangkat Jadi Kapten dan Pindah dari TNI AL ke AD

16 Januari 2026 - 10:50 WIB

Jejak Angka di Laporan Pelindo: Gaji dan Bonus Arman Depari Rp3,2 Miliar

15 Januari 2026 - 15:25 WIB

KUHAP Baru Berlaku, KPK Tak Lagi Tampilkan Tersangka dalam Konferensi Pers

13 Januari 2026 - 07:12 WIB

Tersangka Korupsi Kuota Haji, Harta Yaqut Cholil Qoumas Melonjak Jadi Rp13,7 Miliar

13 Januari 2026 - 07:04 WIB

Trending di News