Menu

Breaking News

News

Soroti Eskalasi Politik, KAMSRI Desak Reformasi Haji dan Judicial Review Dana Pensiun DPR

badge-check

KAMSRI desak reformasi politik, bersih-bersih tata kelola haji, hingga tolak dana pensiun DPR lewat delapan agenda kebangsaan.(prabainsight) Perbesar

KAMSRI desak reformasi politik, bersih-bersih tata kelola haji, hingga tolak dana pensiun DPR lewat delapan agenda kebangsaan.(prabainsight)

PRABA INSIGHT – Kalau belakangan Anda merasa politik nasional makin panas kayak gorengan di minyak jelantah, ternyata bukan cuma Anda yang resah. Dewan Pimpinan Pusat Kesatuan Angkatan Muda Sriwijaya (DPP KAMSRI) juga ikut angkat suara.

Menurut mereka, eskalasi politik sekarang ini bukan cuma bikin timeline medsos ramai, tapi juga bisa mengancam persatuan bangsa.

“Kami prihatin dengan kondisi bangsa. Persatuan, demokrasi, dan keamanan masyarakat harus menjadi prioritas bersama,” kata Ketua Umum DPP KAMSRI, Aldhi Setyawan Pratama, SH, MH, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Soal Haji, KAMSRI Blak-blakan: “Harus Ada Bersih-bersih”

Selain urusan politik, KAMSRI juga mengulik persoalan haji. Aldhi memberi apresiasi pada Presiden Prabowo Subianto yang punya ide bikin Hotel Kampung Haji di Mekkah dan bahkan wacana pembentukan Kementerian Haji.

Tapi apresiasi bukan berarti tanpa catatan. “Bersih-bersih pengelolaan haji harus segera dilakukan. Kami mendukung sistem Haji Fullboard tanpa pungli. Supaya orangtua kita tidak menunggu lama antrean, harus ada penempatan orang berpengalaman di Kementerian Haji,” tegas Aldhi.

Asta Cita: Delapan Agenda Kebangsaan ala KAMSRI

Tak cuma memberi kritik, KAMSRI juga meluncurkan apa yang mereka sebut Asta Cita alias delapan agenda kebangsaan. Kalau dilihat, isinya lumayan berani, bahkan bisa bikin pejabat senewen.
1. Membatasi periodesasi anggota DPR/DPRD maksimal dua periode atau 10 tahun.
2. Mendorong sistem proporsional semi tertutup untuk memperkuat kaderisasi partai.
3. Mengganti anggota legislatif yang sudah menjabat lebih dari dua periode.
4. Mengevaluasi kinerja Polri supaya lebih profesional dan akuntabel.
5. Memberlakukan pajak khusus bagi kalangan superkaya.
6. Menghapus tunjangan berlebihan pejabat negara, termasuk pensiunan DPR/DPRD.
7. Memberantas mafia komoditas nasional.
8. Membersihkan tata kelola haji dengan sistem Haji Fullboard.

Yang paling “nendang” adalah soal dana pensiun DPR. Bagi KAMSRI, pos ini nggak nyambung dengan kondisi bangsa. Kalau tetap dipertahankan, mereka mengaku siap tempuh jalur Judicial Review.

“Perjuangan ini kami lakukan untuk mewujudkan pelayanan publik yang bersih, demokrasi yang sehat, serta ibadah haji yang adil dan transparan,” pungkas Aldhi.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

De Sultan Klaim Rugi Rp 77 Juta Gegara Agency, Berawal dari Konser DJ Panda

9 Sep 2026 - 15:09 WIB

De Sultan Klaim Rugi Rp 77 Juta Gegara Agency, Berawal dari Konser DJ Panda

Lima Wartawan Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, Basarnas Kerahkan Tim SAR

8 Sep 2026 - 21:35 WIB

Lima Wartawan Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, Basarnas Kerahkan Tim SAR

Soal Iuran SMKN 15 Bekasi Rp700 Ribu, NCW Minta Jangan Asal Cap Pungli

8 Sep 2026 - 20:22 WIB

Soal Iuran SMKN 15 Bekasi Rp700 Ribu, NCW Minta Jangan Asal Cap Pungli

Mediasi Raisya Bawazier dan Muhammad Zidan Gagal, Machi Achmad: Ada Kesepakatan Soal Nafkah

8 Sep 2026 - 18:17 WIB

Mediasi Raisya Bawazier dan Muhammad Zidan Gagal, Machi Achmad: Ada Kesepakatan Soal Nafkah

Api Berkobar, Anggaran Ikut Membara: Raja Juli Siapkan Rp1,54 T untuk Sewa 12 Pesawat

7 Sep 2026 - 23:03 WIB

Api Berkobar, Anggaran Ikut Membara: Raja Juli Siapkan Rp1,54 T untuk Sewa 12 Pesawat
Trending di News