Menu

Mode Gelap
Bersih-bersih Seragam: 34 Personel Polri Di-PTDH, Nama Konten Kreator Ikut Terseret Belajar Ngaji atau Jadi Korban? Dugaan Pelecehan di Ponpes Muna Barat yang Bikin Orang Tua Merinding Menikmati Wagyu hingga Daechang di Gahyo Cikarang, Restoran Korea Favorit Pebisnis KAUP Gelar PentaSeni 2026 di Kampus Pancasila, Jadi Momen Perpisahan Kepengurusan Dasco Rakernas Perdana Haidar Alwi Institute di Tengah Dinamika Politik Nasional Kantor Pegadaian Wilayah IX Jakarta 2 Tancap Gas Digitalisasi Transaksi Emas Lewat Aplikasi Tring

News

GMMB Apresiasi Kombes Alfian Nurrizal: Tangani Kerusuhan Jakarta Timur dengan Kepala Dingin

badge-check


					GMMB apresiasi Kapolres Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal atas kepemimpinan tenang dan langkah cepat menangani kerusuhan Agustus dengan sikap negarawan.(Foto:Istimewa) Perbesar

GMMB apresiasi Kapolres Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal atas kepemimpinan tenang dan langkah cepat menangani kerusuhan Agustus dengan sikap negarawan.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT- JAKARTA – Kalau bicara soal menjaga keamanan di tengah kota yang sibuk seperti Jakarta Timur, sepertinya butuh lebih dari sekadar sabar harus punya ketenangan selevel biarawan di tengah pasar saham yang anjlok. Itulah kira-kira yang dilakukan Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, sampai-sampai Gerakan Masyarakat Maju Bersatu (GMMB) mengapresiasi kinerjanya.

Ketua Umum GMMB, Jonatan Panjaitan, dengan nada penuh hormat, menyampaikan apresiasinya terhadap sang Kapolres. Ia menilai langkah cepat dan terukur yang dilakukan Polres Jakarta Timur pasca-kerusuhan Agustus lalu bukan cuma responsif, tapi juga menunjukkan sikap negarawan yang rendah hati.

“Menangani situasi krisis itu nggak mudah, apalagi dengan tekanan dari segala arah. Tapi Kapolres Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal bisa mengatasinya dengan baik,” ujar Jonatan.

Menurutnya, pasca-demonstrasi dan amuk massa beberapa waktu lalu, Polres Jakarta Timur justru tampil terbuka terhadap evaluasi. Tak sekadar memadamkan api di jalanan, tapi juga berani melakukan perbaikan internal secara menyeluruh.

Namun Jonatan juga melempar peringatan halus: ada pihak-pihak yang katanya mencoba menunggangi situasi. “Kami melihat upaya-upaya itu berasal dari kelompok berkepentingan politik yang tidak mewakili aspirasi rakyat sebenarnya. Mereka menunggu momentum untuk kembali mendiskreditkan Kapolri maupun Polri secara institusi. Masyarakat perlu waspada terhadap narasi yang memecah belah,” tegasnya.

Sebagai penutup, Jonatan mengajak semua pihak, termasuk masyarakat dan anggota Polri, untuk tidak mudah termakan isu liar. “Mari kita bahu-membahu menuju Indonesia yang lebih baik. Bangun soliditas, dan beri dukungan penuh pada pemerintahan Presiden Prabowo,” katanya.

Dalam suasana yang masih hangat pasca-kerusuhan, apresiasi ini terdengar seperti tepukan lembut di pundak Kombes Alfian Nurrizal dan jajarannya pengingat bahwa kerja menjaga keamanan memang jarang terlihat, tapi dampaknya terasa oleh semua orang. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bersih-bersih Seragam: 34 Personel Polri Di-PTDH, Nama Konten Kreator Ikut Terseret

10 Februari 2026 - 09:41 WIB

KAUP Gelar PentaSeni 2026 di Kampus Pancasila, Jadi Momen Perpisahan Kepengurusan Dasco

9 Februari 2026 - 17:48 WIB

Rakernas Perdana Haidar Alwi Institute di Tengah Dinamika Politik Nasional

9 Februari 2026 - 17:38 WIB

Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi

6 Februari 2026 - 15:26 WIB

Gelar UKW dan Pelatihan Digital, Sandri Rumanama Ingatkan Pers Jangan Tunduk

5 Februari 2026 - 12:30 WIB

Trending di News