PRABA INSIGHT – Ketika bencana membuat orang tak bisa pulang, urusan mudik mendadak berubah jadi perkara kemanusiaan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan anggaran Rp 1 miliar untuk memfasilitasi pemulangan sekitar 300 warga Jawa Barat yang terdampak bencana dan masih berada di Aceh, terutama di wilayah Takengon dan sekitarnya.
Anggaran ini disiapkan untuk membantu mobilisasi warga yang sebagian besar berada dalam kondisi ekonomi terbatas. Pulang kampung, dalam situasi ini, bukan lagi soal rindu rumah, tapi soal keselamatan.
Menurut Dedi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya sudah lebih dulu memulangkan lebih dari 100 keluarga. Bahkan, pada 13 Desember 2025, sebanyak 47 warga Jabar telah diterbangkan kembali ke Sukabumi dan Cirebon. Proses pemulangan belum selesai. Saat ini, pendataan masih terus dilakukan sebelum tahap berikutnya dijalankan.
Namun, cerita belum sepenuhnya berakhir. Dedi memastikan bahwa upaya penyelamatan masih terus dilakukan, terutama bagi warga Jawa Barat yang hingga kini masih terisolasi di Aceh Tengah dan Aceh Utara. Sekitar 25 orang dilaporkan masih terjebak di kawasan Takengon dan membutuhkan perhatian khusus.
Di tengah proses evakuasi dan pemulangan, Dedi juga mengingatkan warga Jawa Barat yang masih berada di Aceh untuk tetap menjaga diri. Ia meminta agar mereka menghormati masyarakat dan adat setempat, sembari menunggu proses penanganan lanjutan dari pemerintah.
Singkatnya, Rp 1 miliar ini bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Ia adalah ongkos agar warga bisa pulang dengan selamat tanpa harus menunggu keadaan membaik sendiri.
Penulis : Ristanto | Editor : Ivan






