Menu

Mode Gelap
Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot Resmi Dimutasi, Kombes Firman Kini Jabat Dirlantas Polda Metro Jaya Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo Polda Papua Selatan dan Papua Pegunungan Dinilai Mendesak, Sandri Rumanama: Rakyat Butuh Kepastian Keamanan Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa

News

PKS Minta Klarifikasi ESDM dan PLN soal Listrik Padam di Wilayah Bencana Aceh

badge-check


					PKS mendesak Kementerian ESDM dan PLN segera memulihkan aliran listrik di Aceh Tamiang, Langsa, dan wilayah lain yang terdampak banjir dan longsor. Pemadaman dinilai menghambat pemulihan warga.(Istimewa) Perbesar

PKS mendesak Kementerian ESDM dan PLN segera memulihkan aliran listrik di Aceh Tamiang, Langsa, dan wilayah lain yang terdampak banjir dan longsor. Pemadaman dinilai menghambat pemulihan warga.(Istimewa)

PRABA INSIGHT –  JAKARTA – Di tengah lumpur banjir dan sisa longsor yang belum sepenuhnya surut, warga Aceh Tamiang, Langsa, dan sejumlah wilayah lain di Aceh masih harus menghadapi satu masalah klasik: listrik padam. Tanpa listrik, hidup serasa ikut dicabut colokannya.

Situasi inilah yang mendorong Partai Keadilan Sejahtera (PKS) angkat suara. Melalui Kepala Kantor Staf Presiden PKS, Pipin Sopian, partai ini mendesak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama PLN agar segera memulihkan aliran listrik di wilayah terdampak bencana.

Desakan itu bukan datang dari balik meja ber-AC. Rombongan Presiden PKS, Al Muzzammil Yusuf, turun langsung ke lapangan dan menyaksikan sendiri betapa sulitnya kehidupan warga pascabanjir dan longsor. Masalah utama bukan cuma genangan air, tapi juga listrik yang mati dan akses air bersih yang terbatas.

Menurut Pipin, pemadaman listrik justru memperlambat proses pemulihan. Tanpa listrik, pasokan air bersih terhenti, komunikasi terganggu, dan kerja tenaga medis serta relawan menjadi tidak maksimal. Dalam kondisi darurat, listrik bukan soal kenyamanan, tapi kebutuhan dasar.

Pipin juga menyoroti satu hal yang mengundang tanda tanya. Ia mempertanyakan kondisi listrik yang sempat menyala saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto, namun kembali padam setelah kunjungan tersebut selesai. PKS meminta penjelasan terbuka dari Kementerian ESDM dan PLN terkait kondisi tersebut.

Bagi PKS, pemulihan listrik adalah kunci utama untuk menghidupkan kembali aktivitas warga terdampak. Tanpa listrik, proses pemulihan hanya akan berjalan di tempat.

Pipin menegaskan PKS siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat maupun daerah demi mempercepat normalisasi listrik dan membantu warga kembali menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam situasi bencana, yang dibutuhkan bukan saling tunjuk, tapi kerja cepat dan nyata.


Penulis : Ristanto | Editor :  Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar

11 Mei 2026 - 19:46

Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot

11 Mei 2026 - 18:57

Resmi Dimutasi, Kombes Firman Kini Jabat Dirlantas Polda Metro Jaya

11 Mei 2026 - 17:15

Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo

10 Mei 2026 - 00:53

Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa

9 Mei 2026 - 19:56

Trending di News