Menu

Mode Gelap
Kantor Pegadaian Wilayah IX Jakarta 2 Tancap Gas Digitalisasi Transaksi Emas Lewat Aplikasi Tring Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi Kamar 307: Malam Saat Tangan Buntung Keluar dari Kolong Ranjang Kutukan Tuyul Turunan: Kekayaan yang Dibayar dengan Nyawa Anak Sendiri Sebulan Jadi Brimob Palsu: Masuk Mako, Ikut Latihan, dan Pegang Senjata Ketahuan Gara-gara Minta Rokok

Crime

Guru Honorer di Jombang Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Lakukan Penyelidikan

badge-check


					Seorang guru honorer SMP di Jombang dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual terhadap dua siswanya. Kasus dilaporkan ke polisi dan menunggu hasil penyelidikan.(Istimewa) Perbesar

Seorang guru honorer SMP di Jombang dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual terhadap dua siswanya. Kasus dilaporkan ke polisi dan menunggu hasil penyelidikan.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JOMBANG – Di atas kertas, sekolah itu tempat murid belajar, guru mengajar, dan masa depan dipupuk pelan-pelan. Tapi di Jombang, sebuah SMP negeri justru menghadirkan cerita yang bikin dahi berlipat: seorang guru yang seharusnya jadi panutan malah diduga berubah jadi sumber trauma.

Kasusnya mencuat bukan lewat pidato, bukan lewat rapat komite, tapi lewat tangkapan layar percakapan bernada tidak pantas. Chat yang beredar di lingkungan sekolah itu diduga melibatkan sang guru dan seorang siswi. Setelah itu, seperti pintu yang sudah terlanjur terbuka, cerita lain ikut keluar.

Seorang siswa laki-laki akhirnya ikut bersuara. Ia mengaku mengalami hal serupa. Lebih ironis lagi, dugaan pelecehan itu disebut sudah terjadi sejak masa MPLS periode ketika anak baru justru sedang belajar mengenal lingkungan sekolah, bukan predator berkedok pendidik.

Modusnya klasik, sayangnya masih tetap efektif: mengajak korban ke rumah dengan alasan mengerjakan tugas. Orang tua tentu percaya, namanya juga guru. Tapi di balik dalih “pendampingan akademik”, dugaan perilaku tak pantas justru terjadi. Korban pun tak cuma terluka, tapi juga dibebani ancaman mulai dari nilai pelajaran hingga tekanan psikologis agar tetap diam.

Diam itu bertahan… sampai bukti percakapan tersebar, dan cerita tak lagi bisa disapu ke bawah karpet.

Keluarga korban akhirnya melapor ke Unit PPA Satreskrim Polres Jombang. Polisi membenarkan laporan diterima dan kini sedang menyelidiki termasuk menunggu hasil visum dan memeriksa saksi-saksi. Pihak sekolah sendiri mengaku sudah memanggil guru tersebut untuk klarifikasi. Namun sebelum semuanya terang, sang guru yang disebut berstatus honorer sudah lebih dulu tak lagi aktif di sekolah menjelang libur semester. Mengundurkan diri? Dipindahkan? Atau… menghilang dari radar? Publik cuma bisa menebak.

Di luar sana, warganet ramai bereaksi. Marah, geram, lelah karena kasus seperti ini seperti kaset lama yang terus diputar ulang: beda pelaku, beda lokasi, tapi selalu dengan pola yang mirip.

Padahal, sekolah semestinya menjadi ruang aman: tempat murid belajar tumbuh, bukan belajar bertahan dari rasa takut. Sebab kalau guru bisa berubah jadi predator, murid akhirnya dipaksa dewasa lebih cepat dari yang seharusnya.

Dan itu, jelas bukan bagian dari kurikulum siapa pun.

Editor : Irfan Ardhiyanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perampokan Rasa Iblis: Harta Disikat, Bocah 5 Tahun Dibunuh di Boyolali

30 Januari 2026 - 08:49 WIB

Warung Kerap Dicuri, Pemilik di Bekasi Justru Ditetapkan sebagai Tersangka

24 Januari 2026 - 10:41 WIB

Kotak Amal Jadi Modal Judi, 23 Orang Asal Lampung Digerebek di Hotel

22 Januari 2026 - 06:46 WIB

Sidang Brigadir Nurhadi, Jaksa Ungkap Petunjuk Motif dari Kesaksian

16 Januari 2026 - 09:31 WIB

Polisi Colong Motor Polisi: Ironi Kehilangan di Markas Sendiri

10 Januari 2026 - 13:55 WIB

Trending di Crime