Menu

Mode Gelap
Mantan Kasat Narkoba Bima Bongkar Dugaan Permintaan Alphard dan Rp 1 M ke Bandar Utang Kereta Cepat 97 Tahun, Warisan Ambisi yang Dibayar Generasi Mendatang Rakernas HAI dan Bintang Mahaputera: Isyarat Kepercayaan Presiden pada Kapolri Eksekusi Lahan di Pulogebang Diprotes Keras, Warga Ungkap Dugaan Mafia Tanah Sandri Rumanama Menilai Peran Polri dalam Program Gizi Layak Diganjar Bintang Mahaputra Bersih-bersih Seragam: 34 Personel Polri Di-PTDH, Nama Konten Kreator Ikut Terseret

Crime

Perampokan Rasa Iblis: Harta Disikat, Bocah 5 Tahun Dibunuh di Boyolali

badge-check


					Perampokan sadis terjadi di Boyolali. Bocah 5 tahun tewas dibunuh, ibu korban kritis. Polisi memburu pelaku kejahatan brutal tersebut. Perbesar

Perampokan sadis terjadi di Boyolali. Bocah 5 tahun tewas dibunuh, ibu korban kritis. Polisi memburu pelaku kejahatan brutal tersebut.

PRABAINSIGHT.COM – BOYOLALI – Kalau ini cuma perampokan, mestinya selesai di urusan harta. Tapi yang terjadi di Dukuh Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Kamis sore (29/1/2026), jelas melampaui batas kemanusiaan.

Sekitar pukul 15.30 WIB, ketenangan kampung mendadak runtuh. Bukan oleh petir atau gempa, melainkan oleh aksi brutal yang bikin warga susah percaya: perampokan disertai pembunuhan sadis terhadap bocah laki-laki berusia 5 tahun.

Pelaku tak hanya menggasak barang berharga, tapi juga menghabisi nyawa anak kecil yang bahkan belum paham arti bahaya. Sementara sang ibu ditemukan dalam kondisi kritis, penuh luka, dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat.

Pemandangan yang Tak Masuk Akal Sehat

Tragedi ini pertama kali diketahui Ngatirin, kakak korban sekaligus paman bocah malang tersebut. Saat tiba di rumah, ia bukan menemukan rumah kosong atau lemari terbuka melainkan pemandangan yang menghantam batin.

“Anaknya ada di kamar mandi, kepalanya dimasukkan ke dalam ember,” ujarnya lirih, suaranya bergetar menahan tangis.

Tak jauh dari sana, ibu korban tergeletak lemah di lantai rumah, bersimbah luka akibat serangan kejam pelaku. Warga yang berdatangan hanya bisa terdiam campur aduk antara marah, ngeri, dan tak percaya bahwa kekejaman semacam ini bisa terjadi di lingkungan mereka.

Kampung Tenang, Luka Mendalam

Kepala Dusun Pengkol, Sarjono, menyebut laporan diterimanya sore hari. Saat ia tiba di lokasi, rumah korban sudah dipenuhi warga. Ada yang histeris, ada yang syok, ada pula yang hanya berdiri terpaku seolah mencoba mencerna kenyataan pahit.

Aparat dari Polsek dan Polres Boyolali segera mengamankan lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara, dan memburu pelaku yang kabur usai menjalankan aksinya.

Amarah Publik Menggelegak

Kasus ini langsung memantik kemarahan publik. Warganet dan masyarakat luas mendesak polisi bergerak cepat, menangkap pelaku, dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya.

Sebab apa pun motifnya utang, dendam, atau alasan klasik kejahatan membunuh anak kecil tak pernah bisa disebut perampokan. Itu adalah kejahatan kemanusiaan. Titik.

Dan untuk kejahatan semacam ini, masyarakat hanya punya satu harapan: pelaku segera ditangkap, diadili setimpal, dan tidak ada ruang sedikit pun bagi kompromi dengan kebiadaban.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mantan Kasat Narkoba Bima Bongkar Dugaan Permintaan Alphard dan Rp 1 M ke Bandar

15 Februari 2026 - 16:42 WIB

Belajar Ngaji atau Jadi Korban? Dugaan Pelecehan di Ponpes Muna Barat yang Bikin Orang Tua Merinding

10 Februari 2026 - 09:29 WIB

Warung Kerap Dicuri, Pemilik di Bekasi Justru Ditetapkan sebagai Tersangka

24 Januari 2026 - 10:41 WIB

Kotak Amal Jadi Modal Judi, 23 Orang Asal Lampung Digerebek di Hotel

22 Januari 2026 - 06:46 WIB

Sidang Brigadir Nurhadi, Jaksa Ungkap Petunjuk Motif dari Kesaksian

16 Januari 2026 - 09:31 WIB

Trending di Crime