PRABAINSIGHT.COM – MEDAN – Kalau ada tempat yang paling aman untuk parkir motor, logikanya ya kantor polisi. Kalau bisa lebih spesifik lagi: barak polisi. Dijaga aparat, isinya aparat, penghuninya pun aparat. Tapi realitas kadang suka bercanda. Di Polresta Deli Serdang, motor bisa raib bukan karena maling profesional, melainkan karena rekan sendiri.
Kasus ini mendadak bikin dahi berkerut. Bukan warga sipil yang mencuri, bukan pula komplotan spesialis curanmor. Pelaku dan korban justru sama-sama berseragam cokelat. Yang satu senior, yang satu junior. Yang satu Bripda FE, anggota Sat Samapta. Yang satu lagi Bripda AS, rekan satu institusi.
Peristiwanya terjadi Rabu siang, 8 Januari 2026. Siang hari, bukan dini hari. Motor korban terparkir manis di area mes lajang Polresta Deli Serdang. Tidak ada tanda-tanda darurat. Tidak ada kejar-kejaran. Tiba-tiba, motor itu dibawa pergi. Dan yang membawa, ternyata bukan orang asing.
Saksi mata menyebut Bripda FE terlihat membawa motor tersebut. Setelah itu, yang bersangkutan seperti menghilang dari peredaran. Sulit dihubungi, tak tampak batang hidungnya. Seolah motor itu bukan cuma kendaraan, tapi juga tiket cuti mendadak dari kehidupan barak.
Dua hari kemudian, Bripda FE akhirnya diamankan dan kini ditahan di Satreskrim Polresta Deli Serdang. Motor korban? Sampai sekarang masih belum ditemukan. Entah sedang diparkir rapi di suatu tempat, atau sedang menjalani hidup barunya.
Seorang personel Polresta Deli Serdang membenarkan kejadian itu. “Setelah bawa motor itu, dia nggak nampak lagi. Tapi ada yang lihat dia yang bawa, makanya dicari dan ditangkap di luar,” ujarnya singkat. Kalimat yang terdengar sederhana, tapi menyisakan banyak pertanyaan.
Sementara itu, Kasat Samapta Polresta Deli Serdang, Kompol Supendi, memilih bersikap hemat kata. Ia menyebut selama ini Bripda FE dikenal bertugas dengan baik. Soal kasusnya, ia menyarankan agar media berkoordinasi dengan Humas. Sebuah jawaban standar yang sering muncul saat realitas tak seindah laporan kinerja.
Kasus ini jelas bukan sekadar soal motor hilang. Ia membuka percakapan yang lebih luas tentang disiplin, integritas, dan ironi penegakan hukum. Jika di lingkungan paling terjaga saja barang bisa raib oleh orang dalam, publik tentu berhak bertanya: seaman apa ruang di luar pagar kantor?
Satreskrim Polresta Deli Serdang menyatakan kasus masih dikembangkan. Publik pun menunggu, bukan hanya soal nasib motor Bripda AS, tapi juga bagaimana institusi menyikapi kejadian yang, jujur saja, terasa seperti plot satire tapi terjadi di dunia nyata.
Editor : Irfan Ardhiyanto











