Menu

Mode Gelap
Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot Resmi Dimutasi, Kombes Firman Kini Jabat Dirlantas Polda Metro Jaya Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo Polda Papua Selatan dan Papua Pegunungan Dinilai Mendesak, Sandri Rumanama: Rakyat Butuh Kepastian Keamanan Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa

News

Longsor di Cisarua, Dua Polisi Gugur Bukan oleh Tanah, tapi Saat Menolong di Tengah Bencana

badge-check


					Dua anggota Polres Cimahi gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di lokasi longsor Cisarua, Bandung Barat. Tragedi ini menyisakan duka dan pertanyaan soal keselamatan petugas di area bencana. Perbesar

Dua anggota Polres Cimahi gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di lokasi longsor Cisarua, Bandung Barat. Tragedi ini menyisakan duka dan pertanyaan soal keselamatan petugas di area bencana.

PRABAINSIGHT.COM – JAWA BARAT – Hujan belum benar-benar pamit dari Cisarua, Bandung Barat, Sabtu, 24 Januari 2026. Tanah masih labil, udara basah, dan suasana lebih banyak diisi bunyi alat berat serta langkah-langkah tergesa orang-orang yang mencoba membantu. Di tengah kekacauan itu, dua polisi sedang bekerja seperti biasa, tanpa seremoni, tanpa panggung.

Aiptu Hendra Kurniawan dan Aipda Muhammad Jerry Sonconery datang bukan untuk jadi berita. Mereka berada di lokasi longsor untuk membantu penanganan bencana, mengatur situasi, dan memastikan proses evakuasi berjalan. Namun, di situasi darurat yang serba sempit dan penuh risiko, maut justru datang dari arah yang tak disangka: sebuah truk TNI pengangkut bantuan.

Kecelakaan lalu lintas itu terjadi begitu cepat. Tak ada drama berlebihan, tak ada jeda untuk menghindar. Dua anggota Polres Cimahi tersebut tertabrak dan gugur di tempat, tepat ketika sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Ironisnya, mereka wafat bukan oleh bencana alam langsung, melainkan oleh kecelakaan di tengah upaya menyelamatkan korban bencana.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Setiawan, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut murni kecelakaan saat kedua korban terlibat langsung dalam penanggulangan longsor. Sehari setelah kejadian, Minggu, 25 Januari 2026, keduanya dimakamkan dengan upacara kedinasan penghormatan terakhir yang sering kali datang setelah segalanya terlambat.

Sebagai bentuk apresiasi negara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada kedua almarhum. Sebuah penghargaan yang sah, meski tak pernah benar-benar bisa menukar nyawa dengan apa pun selain doa dan kenangan.

Sementara itu, proses evakuasi korban longsor di Cisarua masih terus berlangsung. Tim gabungan tetap berjibaku dengan cuaca dan medan yang tak bersahabat. Di saat yang sama, penyelidikan terkait kecelakaan maut tersebut masih berjalan sebuah pengingat pahit bahwa dalam situasi darurat, risiko bisa datang bukan hanya dari alam, tapi juga dari kelengahan kecil yang berakibat fatal.

Di Cisarua, hujan mungkin akan berhenti. Tapi bagi keluarga yang ditinggalkan, duka itu jelas belum akan reda dalam waktu dekat.

Editor : Irfan Ardhiyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar

11 Mei 2026 - 19:46

Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot

11 Mei 2026 - 18:57

Resmi Dimutasi, Kombes Firman Kini Jabat Dirlantas Polda Metro Jaya

11 Mei 2026 - 17:15

Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo

10 Mei 2026 - 00:53

Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa

9 Mei 2026 - 19:56

Trending di News