PRABAINSIGHT.COM – BOYOLALI – Kalau ini cuma perampokan, mestinya selesai di urusan harta. Tapi yang terjadi di Dukuh Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Kamis sore (29/1/2026), jelas melampaui batas kemanusiaan.
Sekitar pukul 15.30 WIB, ketenangan kampung mendadak runtuh. Bukan oleh petir atau gempa, melainkan oleh aksi brutal yang bikin warga susah percaya: perampokan disertai pembunuhan sadis terhadap bocah laki-laki berusia 5 tahun.
Pelaku tak hanya menggasak barang berharga, tapi juga menghabisi nyawa anak kecil yang bahkan belum paham arti bahaya. Sementara sang ibu ditemukan dalam kondisi kritis, penuh luka, dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat.
Pemandangan yang Tak Masuk Akal Sehat
Tragedi ini pertama kali diketahui Ngatirin, kakak korban sekaligus paman bocah malang tersebut. Saat tiba di rumah, ia bukan menemukan rumah kosong atau lemari terbuka melainkan pemandangan yang menghantam batin.
“Anaknya ada di kamar mandi, kepalanya dimasukkan ke dalam ember,” ujarnya lirih, suaranya bergetar menahan tangis.
Tak jauh dari sana, ibu korban tergeletak lemah di lantai rumah, bersimbah luka akibat serangan kejam pelaku. Warga yang berdatangan hanya bisa terdiam campur aduk antara marah, ngeri, dan tak percaya bahwa kekejaman semacam ini bisa terjadi di lingkungan mereka.
Kampung Tenang, Luka Mendalam
Kepala Dusun Pengkol, Sarjono, menyebut laporan diterimanya sore hari. Saat ia tiba di lokasi, rumah korban sudah dipenuhi warga. Ada yang histeris, ada yang syok, ada pula yang hanya berdiri terpaku seolah mencoba mencerna kenyataan pahit.
Aparat dari Polsek dan Polres Boyolali segera mengamankan lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara, dan memburu pelaku yang kabur usai menjalankan aksinya.
Amarah Publik Menggelegak
Kasus ini langsung memantik kemarahan publik. Warganet dan masyarakat luas mendesak polisi bergerak cepat, menangkap pelaku, dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya.
Sebab apa pun motifnya utang, dendam, atau alasan klasik kejahatan membunuh anak kecil tak pernah bisa disebut perampokan. Itu adalah kejahatan kemanusiaan. Titik.
Dan untuk kejahatan semacam ini, masyarakat hanya punya satu harapan: pelaku segera ditangkap, diadili setimpal, dan tidak ada ruang sedikit pun bagi kompromi dengan kebiadaban.(Van)











