Menu

Mode Gelap
Rakyat Diminta Kawal Kasus Firli Bahuri, Kelrey: Bakal Buka Tenda di depan Istana Sandri Rumanama: Indonesia Timur Harus Menjadi Pilar Strategis Pembangunan Nasional Indonesia Negara Paling Gampang Ditipu, Urutan Kedua Dunia Isyana Sarasvati Bersama Roseter REDROSE Records Rilis Single “Tunggu Aku” ROG Pegang Kendali PGL 2026: Dari Monitor 610Hz sampai PC Sultan Buat Atlet Esports Koko Erwin Resmi Tersangka, Bandar Sabu yang Namanya Nyempil di Kasus Kapolres Bima

News

Rakyat Diminta Kawal Kasus Firli Bahuri, Kelrey: Bakal Buka Tenda di depan Istana

badge-check


					Abdullah Kelrey desak Presiden Prabowo pastikan kasus Firli Bahuri tuntas, rakyat siap kawal hukum hingga buka tenda di depan Istana. Perbesar

Abdullah Kelrey desak Presiden Prabowo pastikan kasus Firli Bahuri tuntas, rakyat siap kawal hukum hingga buka tenda di depan Istana.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kalau lagi buka berita, kadang kita merasa hukum itu kayak lampu lalu lintas yang selalu kuning: terus berjalan tapi nggak pernah benar-benar berhenti di “selesai”. Nah, itu yang lagi dirasakan publik soal dugaan pemerasan yang menjerat Firli Bahuri.

Menurut Abdullah Kelrey, Founder Nusa Ina Connection (NIC), rakyat berhak tahu kejelasan hukum, bukan cuma sekadar dikasih tahu, “tenang, proses masih berjalan.”

“Jangan main-main dengan kepercayaan rakyat. Ini bukan panggung karier, ini soal hukum dan marwah institusi,” tegas Kelrey, Jumat (20/2/2026).

Kelrey menekankan kalau kasus ini terus berlarut, wajar kalau publik mulai curiga: jangan-jangan ini cuma komoditas internal atau alat politik kelompok tertentu. Drama hukum yang nggak kelar-kelar itu bikin orang mulai bilang, “Ah, ini kan biasa.”

Makanya, Kelrey ngajak masyarakat untuk ikut mengawal proses hukum secara terbuka dan konstitusional. Bahkan, ia nggak segan menyebut opsi aksi simbolik: membuka tenda di depan Istana Negara. Bukan untuk bikin gaduh, tapi sebagai bentuk tekanan moral agar Presiden benar-benar serius menuntaskan kasus ini.

“Kita kawal bersama. Kalau perlu, kita buka tenda di depan Istana Negara. Bukan untuk membuat gaduh, tapi untuk mendesak agar Presiden benar-benar serius membereskan perkara ini sampai tuntas,” jelas Kelrey.

Lebih jauh, Kelrey menekankan peran Presiden Prabowo Subianto. Kepala negara, menurutnya, punya tanggung jawab moral untuk memastikan aparat penegak hukum bekerja profesional, transparan, dan bebas dari intervensi.

“Rakyat sudah jenuh dengan drama yang tak berujung. Jangan biarkan kasus ini menggantung dan menjadi simbol lemahnya penegakan hukum. Ini momentum pembuktian, apakah negara benar-benar berpihak pada keadilan atau tunduk pada kepentingan kelompok,” pungkas Kelrey.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sandri Rumanama: Indonesia Timur Harus Menjadi Pilar Strategis Pembangunan Nasional

20 Februari 2026 - 14:21 WIB

Indonesia Negara Paling Gampang Ditipu, Urutan Kedua Dunia

20 Februari 2026 - 12:54 WIB

Prabowo Angkat Isu Gaza di Board of Peace: Bantuan Lancar, Damai Masih Berat

20 Februari 2026 - 11:11 WIB

Bayar STNK Sekalian Parkir? Wacana Baru Pemda Bikin Publik Garuk Kepala

18 Februari 2026 - 14:07 WIB

Eksekusi Lahan di Pulogebang Diprotes Keras, Warga Ungkap Dugaan Mafia Tanah

14 Februari 2026 - 06:30 WIB

Trending di News