Menu

Mode Gelap
Beli Saham GoTo Saja Nggak Cukup, Negara Harus Ikut Kelola Bisnis Ojol Rayakan Idul Adha, DKM Grand Center Point Bekasi Rajut Toleransi Antar Umat Pesugihan Kandang Bubrah: Rumah Tak Pernah Jadi, Teror Tak Pernah Berhenti Zimperium Bongkar 250 Aplikasi Android Palsu yang Diam-Diam Daftarkan Korban ke Layanan Premium Hotman Paris Balas Natalius Pigai: “Gajimu Enggak Sebanding dengan Pendapatanku” Kemenkeu Mengaku Tak Tahu Soal APBN untuk Kurban Prabowo: “Tanya Mensesneg”

Sport

Jordy Tutuarima Bongkar Kekacauan Persis Solo: 9 Pemain Asing Didepak Mendadak, Gaji Berbulan-bulan Tak Dibayar

badge-check


					Jordy Tutuarima mengungkap alasan hengkang dari Persis Solo setelah 9 pemain asing dilepas mendadak dan gaji tak dibayar berbulan-bulan. Ini faktanya.(Istimewa) Perbesar

Jordy Tutuarima mengungkap alasan hengkang dari Persis Solo setelah 9 pemain asing dilepas mendadak dan gaji tak dibayar berbulan-bulan. Ini faktanya.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Sepulangnya Jordy Tutuarima ke Belanda, alih-alih menikmati waktu santai sambil makan stroopwafel, ia justru “spill the tea” soal pengalamannya di Indonesia. Bukan cerita liburan tropis, tapi kisah yang lebih cocok jadi naskah sinetron: penuh plot twist dan sedikit rasa getir.

Bek kiri berdarah Maluku itu blak-blakan soal alasan di balik kepergiannya dari Persis Solo. Menurutnya, situasi di klub terasa… ya, membingungkan. Bayangkan saja, sebuah tim tiba-tiba melepas sembilan pemain asing sekaligus. Bukan satu-dua, tapi sembilan. Kalau ini grup WhatsApp, mungkin sudah sepi centang dua biru.

Jordy mengaku situasi makin absurd ketika pelatih baru datang di bulan Januari, lalu tak lama berselang keputusan besar itu diambil. Ia pun mencoba bersikap profesional dengan mencari solusi atas kontraknya yang sejatinya masih berlaku hingga musim panas.

“Senang sekali bisa kembali bersama keluarga. Keadaan di sana sangat aneh. Pelatih baru datang pada bulan Januari, dan tiba-tiba semua pemain asing harus pergi (sembilan pemain dilepas). Penyelesaian semuanya memakan waktu beberapa minggu setelah itu. Saya masih memiliki kontrak hingga musim panas, jadi carilah solusi, kata saya kepada klub. Dan akhirnya, solusi ditemukan. Hasilnya tidak bagus, tetapi itu juga disebabkan oleh hal-hal gila lainnya,” ujarnya, merujuk pada pelatih Peter de Roo.

Masalahnya ternyata bukan cuma soal kebijakan transfer yang terasa seperti undian berhadiah. Ada isu yang lebih sensitif: gaji. Jordy mengungkapkan bahwa ia tidak menerima bayaran selama berbulan-bulan. Sebuah kondisi yang, kalau dipikir-pikir, lebih menegangkan dari nunggu cashback e-wallet cair.

Menariknya, ia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Ia juga menyoroti nasib para pemain lokal yang mungkin tidak punya “bantalan finansial” seperti dirinya.

“Kami tidak dibayar selama berbulan-bulan.”

Kalimat sederhana, tapi efeknya bisa bikin ruang ganti lebih sunyi dari stadion tanpa penonton.

Cerita Jordy ini seperti membuka sisi lain dari gemerlap Liga Indonesia yang dari luar tampak kompetitif dan menjanjikan, tapi di dalamnya masih menyimpan cerita-cerita yang… ya, kadang sulit dicerna logika.

Dan pada akhirnya, keputusan untuk pulang bukan lagi soal karier, tapi soal kewarasan. Karena sepak bola, sejatinya, bukan cuma soal menang dan kalah tapi juga soal dibayar tepat waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Duel Panas Persija vs Persib “Diasingkan” ke Samarinda, Ternyata Ini Alasannya

6 Mei 2026 - 20:11

ASICS Rilis GEL-KAYANO ACE 3 di Tee Day Off 2026, Sepatu Golf yang Janjikan Performa Stabil dan Nyaman

25 April 2026 - 11:29

Seleknas KKI 2026 Digelar, OSO: Menang Kalah Biasa, Kejujuran yang Utama

18 April 2026 - 14:02

Drama Dean James di Go Ahead Eagles: Tak Disanksi KNVB, Tapi Status Kewarganegaraan Jadi Sorotan

9 April 2026 - 04:34

Dilema Pemain Naturalisasi Indonesia di Liga Belanda: Antara Bertahan di Eredivisie atau Setia ke Timnas

5 April 2026 - 11:21

Trending di Sport