Menu

Mode Gelap
Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan! Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri” Garuda di Dadaku Ramaikan Jakarta Fair 2026, Keanu Azka dan Quinn Salman Diserbu Penggemar Cilik MILKLAB Ajak Pecinta Kopi Keliling Kafe Jakarta, Berburu Signature Drink Sambil Koleksi Hadiah Demo Dukung MBG di Monas: Dapat Wajan Baru dan Uang Transport 100 ribuan, Uangnya dari Mana?

Crime

Dulu Kejar Bandar, Kini Diduga Jadi “Bos” dari Balik Jeruji: Aipda Robig Dipindah ke Nusakambangan

badge-check


					Mantan polisi narkoba Aipda Robig diduga mengendalikan jaringan dari dalam penjara. Dipindah ke Nusakambangan bersama 40 napi demi pengawasan ketat. Perbesar

Mantan polisi narkoba Aipda Robig diduga mengendalikan jaringan dari dalam penjara. Dipindah ke Nusakambangan bersama 40 napi demi pengawasan ketat.

PRABAINSIGHT.COM – SEMARANG –Kalau ini film, mungkin penonton bakal protes: “Ah, terlalu dipaksakan plot twist-nya.”
Masalahnya, ini bukan film.

Nama Aipda Robig Zaenudin lagi-lagi muncul dengan cerita yang bikin publik mengernyit. Sosok yang dulu berdiri di barisan pemberantas narkoba, kini justru diduga bermain di sisi sebaliknya bahkan dari tempat yang seharusnya jadi titik akhir: penjara.

Dulu, perannya jelas. Sebagai bagian dari Satresnarkoba Polrestabes Semarang, ia memburu pelaku, mengurai jaringan, dan menutup ruang gerak peredaran narkotika.

Sekarang? Ceritanya berbelok tajam.

Setelah mendekam di penjara akibat kasus penembakan yang menewaskan seorang pelajar, Robig bukannya redup. Ia justru diduga tetap “aktif” bukan sebagai pemain kecil, tapi sebagai pengendali jaringan narkoba dari balik sel.

Ironi yang terasa seperti tamparan.

Begitu dugaan ini terendus, pihak Lapas Kelas I Semarang tak mau ambil risiko. Responsnya cepat, nyaris tanpa jeda.

Robig langsung dipindahkan ke Nusakambangan tempat yang reputasinya sudah lebih dari cukup untuk membuat narapidana berpikir dua kali.

Pemindahan ini bukan langkah tunggal.

Sebanyak 40 narapidana ikut digeser:

  • 20 orang ke Lapas IIA Gladakan Nusakambangan (termasuk Robig)
  • 20 lainnya ke Lapas Nirbaya Nusakambangan

Langkah ini punya dasar hukum jelas, merujuk Pasal 45 UU Pemasyarakatan.

  • Tujuannya juga gamblang:
    Pengawasan lebih ketat
    Menekan potensi gangguan keamanan
    Mengurangi beban lapas yang sudah sesak

Kasus ini seperti menghidupkan kembali pepatah klasik yang terlalu sering jadi kenyataan: pagar makan tanaman.

Seseorang yang dulu dibekali wewenang untuk memutus rantai narkoba, kini justru diduga ikut menyambungnya—dari balik jeruji yang seharusnya membatasi segalanya.

Kini bola ada di sistem pengamanan super ketat Nusakambangan.

Harapannya sederhana: tak ada lagi celah.
Tak ada lagi komunikasi gelap.
Dan yang paling penting—tak ada lagi “dua dunia” yang berjalan bersamaan di balik tembok penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kenalan dari Dating App Berujung Apes, HP dan iPad Milik Wanita 19 Tahun Digondol Pria 37 Tahun

14 Juni 2026 - 19:08

Ngaku Kompol Saat Melamar, Ternyata Cuma Calo Samsat: Kisah Pahit ASN yang Terjebak Pernikahan Penuh Kekerasan

9 Juni 2026 - 15:21

Eks Terpidana Kasus Pemerkosaan Kembali Aktif, Kompol RC Duduki Jabatan Baru di Polda Jambi

5 Juni 2026 - 20:43

Demi Cuan Pasutri di Kediri Diduga Produksi dan Jual Puluhan Video Dewasa, Berakhir Ditangkap Polisi

2 Juni 2026 - 13:40

Viral Rekaman CCTV Curanmor di Cipinang Timur, Wajah Terduga Pelaku Terekam Jelas

1 Juni 2026 - 11:36

Trending di Crime