Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Crime

Viral Keributan Oknum TNI dan Penjaga Warung Madura di Kemayoran, Berawal dari QRIS Rp1.000

badge-check

Keributan oknum TNI dan penjaga Warung Madura di Kemayoran viral, dipicu transaksi QRIS dan biaya Rp1.000, kasus kini masih dalam penyelidikan.(istimewa) Perbesar

Keributan oknum TNI dan penjaga Warung Madura di Kemayoran viral, dipicu transaksi QRIS dan biaya Rp1.000, kasus kini masih dalam penyelidikan.(istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kadang, masalah besar memang suka lahir dari hal kecil. Dalam kasus yang viral di awal Mei 2026 ini, pemicunya bahkan cuma soal transaksi QRIS dan biaya admin Rp1.000. Tapi ujungnya? Ribut, rusak, dan ramai satu Indonesia.

Insiden ini terjadi di Warung Madura DRP Toko Adi Jaya, kawasan Kemayoran/Sumur Batu, Jakarta Pusat, pada Minggu, 3 Mei 2026. Nama warungnya mungkin sederhana, tapi mendadak jadi terkenal karena satu hal: keributan yang terekam dan viral di media sosial.

Gara-Gara QRIS, Jadi Ribut Serius

Cerita bermula dari transaksi pembelian rokok menggunakan QRIS. Kedengarannya normal, seperti yang kita lakukan sehari-hari. Tapi di sini, ada dugaan kesalahan nominal atau gangguan sistem.

Belum selesai di situ, muncul juga persoalan tambahan: biaya admin Rp1.000 yang tidak disepakati.

Dari yang awalnya cuma beda pendapat, situasi berubah jadi cekcok antara pembeli yang diduga oknum TNI dengan penjaga warung.

Dari Adu Mulut ke Dugaan Kekerasan

Yang bikin situasi makin panas, cekcok itu tidak berhenti di adu argumen. Berdasarkan informasi yang beredar, insiden tersebut meningkat menjadi tindakan intimidasi dan dugaan penganiayaan terhadap penjaga warung dan suaminya.

Bahkan, pria tersebut disebut-sebut merusak barang dagangan menggunakan tabung gas 3 kg. Sebuah eskalasi yang jelas jauh dari sekadar debat soal transaksi digital.

Belum cukup, suasana makin mencekam ketika belasan orang yang diduga rekan dari oknum tersebut kembali mendatangi lokasi.

Netizen Geram, TNI AD Buka Suara

Seperti biasa, media sosial tidak butuh waktu lama untuk bereaksi. Warganet langsung mengecam tindakan yang dianggap arogan tersebut.

Dari pihak militer, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Donny Pramono, membenarkan adanya insiden yang melibatkan prajurit TNI AD dan warga sipil.

Pihak TNI AD juga menyampaikan bahwa salah satu prajurit, Sertu AW, mengalami luka tusuk dalam kejadian tersebut. Namun, klaim ini justru memunculkan perdebatan baru di kalangan netizen yang mempertanyakan bukti pendukungnya.

Masih Diselidiki

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Banyak versi beredar, banyak opini berseliweran, tapi yang pasti satu: persoalan kecil bisa berubah jadi besar ketika emosi ikut ambil alih.

Dan di era digital seperti sekarang, satu kejadian lokal bisa langsung jadi konsumsi nasional dalam hitungan jam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja

7 Agustus 2026 - 20:39

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Trending di News