Menu

Mode Gelap
Bau Busuk yang Dikira Bangkai Hewan Ternyata Jenazah Pria Tanpa Kepala, Warga Depok Syok Bukan Main Persija Disingkirkan Persib di Piala Presiden 2026, Shin Tae-yong: Saya Tidak Puas, tapi Ini Baru Pemanasan Bukan Cuma Turnamen, ASICS Community Slam 2026 Bangun Ekosistem Tenis dan Padel Indonesia Dekan Baru FH Universitas Pancasila Rilis Roadmap, Alumni Diajak Perkuat Transformasi JakOne Mobile Bikin Bank Jakarta Panen Penghargaan, Bukti Transformasi Digital Bukan Sekadar Gimmick Deni Muhammad Ali Ditunjuk Jadi Ketua Panitia Muaythai Porprov Jabar 2026

Otomotif

Toyota Kembangkan Skutik Hidrogen, Isi BBM Tinggal Tukar Tabung

badge-check

Toyota kembangkan skutik hidrogen berbasis Burgman dengan sistem tukar tabung, solusi praktis tanpa pengisian rumit dan berpotensi jadi kendaraan masa depan (istimewa) Perbesar

Toyota kembangkan skutik hidrogen berbasis Burgman dengan sistem tukar tabung, solusi praktis tanpa pengisian rumit dan berpotensi jadi kendaraan masa depan (istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kalau selama ini isi bensin identik dengan antre di SPBU, Toyota tampaknya ingin mengubah kebiasaan itu jadi sesuatu yang lebih… praktis. Bukan lagi isi, tapi tukar. Dan bukan bensin, tapi hidrogen.

Pabrikan asal Jepang, Toyota, kembali menunjukkan ambisinya di dunia kendaraan masa depan. Kali ini bukan mobil, melainkan skuter matik (skutik) berbasis hidrogen yang desainnya mengambil inspirasi dari Suzuki Burgman 400.

Skutik Rasa Masa Depan: Bukan Isi, Tapi Tukar

Dikutip dari Carandbike, dalam dokumen paten yang diajukan, Toyota tetap mempertahankan karakter khas Burgman: bodi gambot, posisi duduk nyaman, dan ruang penyimpanan yang lega. Mesin yang dirancang pun fleksibel, mulai dari 125 cc hingga 638 cc.

Tapi yang bikin alis naik adalah sistem “isi bahan bakarnya”.

Alih-alih pakai tangki hidrogen bertekanan tinggi seperti kendaraan hidrogen pada umumnya, Toyota memilih jalur yang lebih simpel: tabung hidrogen yang bisa dilepas.

Jadi, skenarionya begini: datang ke stasiun, tukar tabung kosong dengan yang penuh, lalu gas lagi. Tanpa nunggu lama, tanpa ribet tekanan tinggi.

Konsep ini jelas menyasar satu masalah klasik kendaraan hidrogen pengisian yang rumit dan mahal.

Praktis, Tapi Tetap Dipikirkan Matang

Bukan cuma soal tukar tabung, Toyota juga memikirkan bagaimana cara orang melepas dan memasangnya tanpa drama.

Dalam patennya, posisi tabung dirancang bisa diputar atau digeser ke samping. Jadi, pengguna tidak perlu jungkir balik hanya untuk mengganti tabung. Tinggal geser, lepas, pasang lagi—selesai.

Pendekatan ini membuat teknologi yang biasanya terasa “canggih tapi jauh” jadi lebih dekat dengan penggunaan sehari-hari.

Melanjutkan PR Lama dari Suzuki

Menariknya, ide ini bukan muncul dari ruang hampa. Suzuki sebelumnya sudah pernah mencoba hal serupa.

Di Tokyo Motor Show 2011, Suzuki sempat memamerkan Burgman berbasis hidrogen. Tapi waktu itu, desainnya masih punya PR besar—terutama soal penempatan tangki.

Kini, Toyota mencoba menyelesaikan PR tersebut dengan pendekatan yang lebih praktis dan realistis.

Emisi Nol, Tantangan Masih Ada

Secara teknologi, kendaraan hidrogen bekerja dengan mengubah energi kimia menjadi listrik lewat fuel cell, yang kemudian menggerakkan motor. Hasil akhirnya? Nyaris tanpa emisi hanya uap air.

Kedengarannya ideal. Tapi seperti biasa, ada catatan kaki: biaya dan infrastruktur masih jadi tantangan besar.

Meski begitu, kalau konsep ini benar-benar matang, skutik hidrogen bisa jadi opsi menarik untuk mobilitas perkotaan cepat, efisien, dan (relatif) ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Heboh Suzuki Thunder Dilarang Isi BBM, Pertamina Akhirnya Buka Suara

24 Juli 2026 - 13:47

Fakta Mengejutkan Tom Ogle: Tolak Tawaran Miliaran, Temukan Mobil Irit, Lalu Tewas Misterius

30 April 2026 - 17:42

Update Samsat Keliling Jabodetabek: Jadwal, Lokasi, dan Syarat Perpanjang STNK 2026

25 April 2026 - 21:35

Pajak Mobil Listrik Diberlakukan, Pemerintah Seperti Menginjak Rem Sendiri di Tengah Gas Transisi Energi

25 April 2026 - 10:29

Hembusan AC Mobil Tiba-tiba Pelan? Kenali 6 Penyebab dan Solusi Praktisnya Agar Kabin Tetap Adem!

1 Maret 2026 - 18:00

Trending di Otomotif