PRABAINSIGHT.COM – Cannes 2026 Makin Ketat: Gaun Transparan, Ekor Panjang, sampai Sneakers Kini Bisa Bikin Seleb Gagal Masuk Karpet Merah
Kalau selama ini karpet merah Festival Film Cannes identik dengan parade gaun “nyaris tanpa kain”, tahun 2026 tampaknya jadi momen panitia berkata: cukup sudah.
Festival Film Festival Film Cannes kembali menerapkan aturan berpakaian superketat untuk para tamu yang hadir di French Riviera pada 12–23 Mei 2026. Kali ini bukan cuma soal tuxedo atau gaun malam. Busana terlalu terbuka, transparan, hingga gaun dengan ekor panjang dramatis kini resmi masuk daftar yang tidak diinginkan.
Berdasarkan piagam resmi festival yang dikutip dari Page Six, panitia menegaskan bahwa “ketelanjangan dilarang di Karpet Merah maupun area Festival lainnya” demi menjaga standar kesopanan selama acara berlangsung.
Masalahnya, Cannes justru selama bertahun-tahun hidup dari momen-momen “terlalu terbuka” itu. Dunia mode mengenal festival ini bukan cuma lewat film-film auteur yang bikin dahi berkerut, tapi juga lewat parade fashion yang kadang lebih heboh daripada filmnya sendiri.
Kini, Cannes seperti ingin tetap glamor, tapi dengan kontrol lebih ketat.
Selain melarang gaun transparan, panitia juga mulai gerah dengan outfit berukuran besar dan train panjang yang dianggap menghambat lalu lintas manusia di karpet merah. Bayangkan saja: satu gaun terlalu lebar, satu fotografer tersandung, lalu separuh jadwal gala berantakan.
Karena itu, dress code tahun ini dibuat lebih “tertib administrasi”. Untuk gala resmi di Grand Théâtre Lumière, tamu diwajibkan mengenakan busana formal seperti gaun malam panjang atau tuksedo.
Meski begitu, Cannes masih memberi sedikit ruang kompromi. Cocktail dress, little black dress, setelan celana gelap, hingga paduan atasan formal dengan celana hitam masih diperbolehkan. Artinya, festival ini belum sepenuhnya berubah jadi resepsi diplomat.
Yang menarik, aturan tersebut tidak berhenti di pakaian. Sneakers, tote bag, ransel, sampai tas tangan besar juga ikut kena sensor. Cannes tampaknya ingin memastikan karpet merah tetap terlihat elegan dan tidak berubah seperti antrean boarding bandara internasional.
Panitia bahkan memberi kewenangan penuh kepada tim penyambut untuk menolak tamu yang tidak sesuai dress code. Jadi, status selebritas tampaknya tidak otomatis jadi tiket kebal aturan.
Meski begitu, aturan black-tie ini hanya berlaku untuk gala malam. Untuk pemutaran reguler, pengunjung cukup memakai pakaian yang dianggap sopan dan pantas.
Namun seperti biasa, selalu ada orang yang mencoba “main di celah aturan”.
Salah satunya adalah Meadow Walker, putri mendiang Paul Walker. Saat menghadiri sesi foto 25 tahun film The Fast and the Furious pada 13 Mei 2026, Meadow tampil memakai celana jeans dipadukan blazer Celine.
Di tengah dominasi gaun formal dan tuxedo mahal, tampil dengan jeans di Cannes jelas seperti datang ke pesta nikahan pakai outfit nongkrong SCBD. Tapi justru itu yang bikin penampilannya jadi sorotan.
Sebenarnya, drama dress code Cannes bukan cerita baru.
Pada 2025, aturan berpakaian ketat mulai diberlakukan dan langsung memicu keresahan para stylist serta selebritas. Aktris peraih Oscar Halle Berry bahkan mengaku harus mengganti gaun rancangan Gaurav Gupta di menit terakhir karena ekornya dianggap terlalu panjang.
“Saya harus mengubah rencana,” kata Berry saat konferensi pers kala itu.
Sebaliknya, Heidi Klum malah tampil nekat dengan gaun dramatis rancangan Elie Saab yang penuh detail ruffle dan ekor panjang menjuntai. Hasilnya? Ia tetap jadi pusat perhatian media fashion dunia.
Padahal, gaya transparan dan siluet terbuka sudah lama menjadi DNA Cannes. Salah satu penampilan paling ikonis datang dari Bella Hadid saat mengenakan gaun transparan Saint Laurent di pemutaran perdana film The Apprentice.
Sebelumnya, Bella juga pernah viral lewat gaun super terbuka rancangan Alexandre Vauthier pada 2016—penampilan yang kemudian ia akui sempat membuatnya malu karena terlalu vulgar.
Kontroversi aturan Cannes bahkan sudah ada sejak era “Heelgate” 2015, ketika sejumlah perempuan dilaporkan ditolak masuk gara-gara memakai flat shoes alih-alih high heels.
Tiga tahun kemudian, Kristen Stewart melakukan protes paling ikonis dalam sejarah Cannes: melepas sepatu Louboutin dan berjalan tanpa alas kaki di tangga Palais des Festivals.
Stewart kemudian melanjutkan aksinya dengan tampil memakai loafers dan setelan Chanel bergaya maskulin. Dalam wawancara bersama Vanity Fair, ia terang-terangan mengkritik standar ganda terhadap perempuan di karpet merah.
“Kalau saya berjalan di karpet merah bersama seorang pria lalu seseorang menghentikan saya dan berkata, ‘Maaf, Anda tidak memakai high heels, jadi tidak boleh masuk,’ maka saya akan bilang, ‘Teman saya juga tidak memakai high heels. Apakah dia juga harus memakainya?’” ujar Stewart.
Setelah bertahun-tahun menuai kritik, Cannes akhirnya mulai melunak. Kini aturan resmi memperbolehkan tamu memakai sepatu atau sandal elegan, baik dengan maupun tanpa hak tinggi.
Meski demikian, standar fashion Cannes tetap ketat dan eksklusif. Sandal jepit ala Jennifer Lawrence yang sempat dipakai pada 2023 kemungkinan besar masih akan dianggap “terlalu santai” untuk karpet merah paling prestisius di dunia perfilman itu.
Dan seperti biasa, publik kini tinggal menunggu: siapa selebritas berikutnya yang akan melanggar aturan demi mencuri perhatian kamera?
Sebab di Cannes, kadang film bukan lagi pemeran utama. Yang paling ramai justru drama di tangga karpet merahnya.











