Menu

Mode Gelap
Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

Politik

Saat Posisi PDIP Dipertanyakan, AHY Ingatkan Oposisi Bukan Tempat Menebar Permusuhan

badge-check

AHY menegaskan oposisi dalam demokrasi harus memberikan kritik yang konstruktif dan solusi, bukan memecah belah bangsa. Pernyataan ini muncul saat merespons polemik posisi politik PDIP.(istimewa) Perbesar

AHY menegaskan oposisi dalam demokrasi harus memberikan kritik yang konstruktif dan solusi, bukan memecah belah bangsa. Pernyataan ini muncul saat merespons polemik posisi politik PDIP.(istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Di tengah ramainya perdebatan soal posisi politik partai-partai pasca pemerintahan baru terbentuk, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan satu hal yang sering terlupakan dalam demokrasi: oposisi bukanlah profesi untuk mencari-cari kesalahan semata.

Menurut AHY, baik berada di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan sama-sama memiliki tanggung jawab politik kepada rakyat. Bedanya hanya pada peran yang dijalankan.

Ketika sebuah partai menjadi bagian dari koalisi pemerintah, tugas utamanya adalah memastikan berbagai program dan janji yang telah disampaikan kepada masyarakat benar-benar dapat diwujudkan. Sementara itu, partai yang berada di luar pemerintahan tetap memiliki fungsi penting sebagai pengawas sekaligus pemberi masukan.

“Sedangkan ketika menjadi oposisi, tugasnya memberikan pandangan dan kritik yang konstruktif serta menghadirkan solusi, bukan memecah belah bangsa dan bukan pula mendiskreditkan seolah semuanya salah,” kata AHY di Gedung DPR RI, Senin (22/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat merespons polemik yang berkembang mengenai posisi PDI Perjuangan (PDIP) yang belakangan menjadi sorotan sejumlah partai pendukung pemerintah. Sejumlah pihak menilai sikap politik partai berlambang banteng itu masih belum sepenuhnya jelas, sehingga kerap disebut berada di posisi “abu-abu” antara mendukung dan mengkritik pemerintah.

Meski tidak secara langsung mengomentari pilihan politik PDIP, AHY menegaskan bahwa demokrasi membutuhkan keseimbangan antara dukungan dan pengawasan. Kritik terhadap pemerintah, menurutnya, merupakan bagian penting dari sistem demokrasi, tetapi kritik tersebut seharusnya diarahkan untuk memperbaiki kebijakan dan menghadirkan jalan keluar, bukan memperuncing perpecahan di tengah masyarakat.

Pernyataan AHY ini kembali memunculkan diskusi mengenai peran ideal oposisi di Indonesia. Dalam praktik demokrasi, oposisi memang menjadi instrumen kontrol terhadap kekuasaan. Namun, di saat yang sama, publik juga menuntut agar kritik yang disampaikan tidak berhenti pada penolakan semata, melainkan disertai alternatif solusi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di tengah dinamika politik nasional yang terus bergerak, pesan AHY tersebut menjadi pengingat bahwa kompetisi politik seharusnya tidak berujung pada polarisasi berkepanjangan. Sebab pada akhirnya, baik pemerintah maupun oposisi memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

KBM UNPAM Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Eks Jampidsus, Tegaskan Tak Ada yang Kebal Hukum

19 Juli 2026 - 16:37

Hari Purwanto Desak Aparat Usut Dugaan Fitnah terhadap Megawati, Minta Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

16 Juli 2026 - 22:20

Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP

15 Juli 2026 - 17:07

Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998

15 Juli 2026 - 15:02

Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut

15 Juli 2026 - 11:37

Trending di Nasional