PRABAINSIGHT.COM – Bicara soal masa depan anak muda di daerah seperti Kota Tanjungbalai, urusannya sering kali mentok di retorika “pemuda adalah agen perubahan”. Padahal di lapangan, tantangannya nyata: dari urusan nyari kerja, susahnya bangun usaha, sampai ancaman kenakalan remaja yang makin mengintai kalau mereka nggak punya wadah kegiatan positif.
Sadar kalau urusan kepemudaan nggak bisa diselesaikan lewat balik meja dinas saja, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Tanjungbalai, Dewi Yanti, memilih langkah jemput bola.
Beliau mendatangi langsung markas Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Tanjungbalai demi menyatukan frekuensi agar program kepemudaan di sana nggak sekadar jadi seremonial serapan anggaran.
Dalam obrolan santai di Sekretariat PD KAMMI Tanjungbalai pada Senin (22/6/2026) lalu, Dewi Yanti terang-terangan memuji konsistensi para mahasiswa muslim ini yang rajin mengawal isu kepemudaan. Baginya, pemerintah butuh motor penggerak dari kalangan aktivis agar program kerja daerah bisa benar-benar menyentuh akar rumput.
“Pemuda itu aset Tanjungbalai. Saya berharap KAMMI terus jadi motor penggerak kegiatan positif, baik di bidang olahraga, ekonomi kreatif, maupun pariwisata. Pintu Disporapar selalu terbuka untuk ide dan kolaborasi,” ujar Dewi Yanti saat berdiskusi akrab dengan pengurus.
Gayung pun bersambut. Ketua Umum PD KAMMI Tanjungbalai, Ahmad Fauji Margolang, nggak menyia-nyiakan momen langka disatroni kepala dinas ini. Alih-alih cuma curhat colongan, Fauji langsung menyodorkan tiga program taktis yang siap mereka garap bareng Disporapar.
Tiga menu utama itu adalah pemberdayaan UMKM pemuda berbasis ekonomi kreatif, bikin event olahraga dan festival buat ngerem kenakalan remaja, sampai program milenial melek digital dengan menjadikan mahasiswa sebagai relawan konten kreator untuk mempromosikan pariwisata lokal Tanjungbalai.
“Kunjungan Ibu Dewi Yanti ini energi baru buat kami. InsyaAllah KAMMI Tanjungbalai jadi mitra strategis Disporapar untuk menggerakkan pemuda yang berdaya dan berprestasi,” kata Ahmad Fauji Margolang penuh optimisme.
Pertemuan di perumahan Cemerlang Asri itu pun diakhiri dengan sesi foto bersama. Namun, biar nggak berakhir sebagai bahan konten medsos atau sekadar pajangan di laporan pertanggungjawaban (LPJ), kedua pihak sepakat untuk langsung tancap gas menggelar rapat kerja teknis dalam waktu dekat.
Kita tunggu saja, apakah kolaborasi birokrat dan aktivis mahasiswa ini benar-benar bisa melahirkan sesuatu yang konkret buat anak muda Tanjungbalai, atau malah menguap begitu saja.







