PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Ada wajah baru di kursi paling atas jajaran komisaris PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, perusahaan resmi mengangkat Hashim S. Djojohadikusumo sebagai Komisaris Utama, menggantikan Hermansjah.
Keputusan tersebut telah disahkan dalam agenda RUPST dan diumumkan melalui keterbukaan informasi perseroan pada Selasa (30/6).
Dalam keterbukaan informasi itu, perseroan menyampaikan bahwa pengangkatan Hashim merupakan salah satu hasil keputusan pemegang saham terkait perubahan susunan pengurus perusahaan.
“Berdasarkan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada tanggal 30 Juni 2026, telah disetujui Perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan sehubungan dengan pengangkatan Bapak Hashim S. Djojohadikusumo sebagai Komisaris Utama Perseroan,” tulis manajemen WIFI dalam keterbukaan informasi.
Tak hanya menunjuk Hashim, pemegang saham juga menyetujui masuknya Fadel Muhammad sebagai Komisaris serta Doni Soetadi yang dipercaya mengemban jabatan Komisaris Independen.
Direksi WIFI Ikut Berganti
Perubahan tidak berhenti di level komisaris. Struktur direksi PT Solusi Sinergi Digital Tbk juga mengalami penyegaran.
RUPST menetapkan Hendrik Tee sebagai Direktur Utama yang baru menggantikan Yune Marketatmo. Sementara itu, Yune tetap menjadi bagian dari jajaran direksi bersama sejumlah nama lainnya.
Dengan demikian, susunan direksi kini diperkuat oleh Shannedy Ong, Andrew, Yune Marketatmo, Mohammad Mustaghfirin, dan Henny Santoso sebagai direktur.
Susunan Pengurus Terbaru PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)
Direksi
- Direktur Utama: Hendrik Tee
- Direktur: Shannedy Ong
- Direktur: Andrew
- Direktur: Yune Marketatmo
- Direktur: Mohammad Mustaghfirin
- Direktur: Henny Santoso
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Hashim S. Djojohadikusumo
- Komisaris: Fadel Muhammad
- Komisaris Independen: Doni Soetadi
Perubahan susunan pengurus ini menjadi bagian dari hasil keputusan RUPST Tahun Buku 2025 yang telah memperoleh persetujuan para pemegang saham. Dengan komposisi baru tersebut, perseroan memasuki babak kepengurusan baru di tengah dinamika industri digital dan telekomunikasi yang terus berkembang.







