Menu ✖

Breaking News

Crime

Terbongkar! Dugaan Bio Solar Disulap Jadi Dexlite di SPBU Medan, Praktik Curang Diduga Berjalan 9 Bulan

badge-check

Satreskrim Polrestabes Medan mengungkap dugaan penyelewengan BBM di SPBU Jalan Gajah Mada. Bio Solar diduga dimasukkan ke tangki Dexlite selama sembilan bulan untuk meraup keuntungan. Perbesar

Satreskrim Polrestabes Medan mengungkap dugaan penyelewengan BBM di SPBU Jalan Gajah Mada. Bio Solar diduga dimasukkan ke tangki Dexlite selama sembilan bulan untuk meraup keuntungan.

PRABAINSIGHT.COM – MEDAN – Banyak pengendara rela merogoh kocek lebih dalam demi mengisi kendaraan dengan Dexlite. Namun, bagaimana jika BBM yang dibayar dengan harga lebih mahal ternyata diduga bukan sepenuhnya Dexlite?

Dugaan praktik penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) itu berhasil diungkap Satreskrim Polrestabes Medan di sebuah SPBU yang berada di Jalan Gajah Mada, Kota Medan, Sumatera Utara. Polisi menduga Bio Solar bersubsidi dimasukkan ke dalam tangki penyimpanan Dexlite untuk meraup keuntungan dari selisih harga jual.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, empat orang ditetapkan sebagai pihak yang diamankan. Mereka adalah supervisor SPBU Agus Pranata Tarigan, operator Ahmad Wahyudin Matondang, serta dua sopir truk tangki PT Elnusa, Pandapotan Sirait dan Evando Situngkir.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, mengungkapkan bahwa modus yang digunakan para pelaku diduga dengan sengaja mengalihkan Bio Solar ke dalam tangki penampungan Dexlite.

Menurut hasil penyelidikan, SPBU tersebut diketahui tidak memiliki izin resmi untuk menjual Bio Solar. Meski demikian, petugas menemukan adanya aktivitas pengisian tangki Dexlite menggunakan BBM bersubsidi tersebut.

Dari hasil pendalaman, praktik itu diperkirakan telah berlangsung selama sekitar sembilan bulan. Setiap kali proses pembongkaran BBM dilakukan, para pelaku diduga memperoleh keuntungan sekitar Rp3 juta dari selisih harga kedua jenis bahan bakar tersebut.

Agar aktivitas tersebut tidak terpantau, seluruh kamera pengawas atau CCTV di area SPBU diduga sengaja dimatikan setiap kali proses penyelewengan berlangsung.

Kasus ini sebenarnya terungkap setelah polisi melakukan penangkapan pada 12 Maret 2026. Namun, pengungkapan perkara tersebut baru diumumkan secara resmi kepada publik.

Terbongkarnya dugaan pengoplosan BBM ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan berlapis terhadap distribusi bahan bakar bersubsidi. Selain merugikan negara, praktik semacam ini juga berpotensi merugikan konsumen yang membeli BBM nonsubsidi dengan harapan memperoleh kualitas sesuai spesifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

KPU Jabar Perkuat Zona Integritas, Aneu Nursifah: Kesadaran Moral Jadi Kunci Kepercayaan Publik

5 Nov 2026 - 16:04 WIB

KPU Jabar Perkuat Zona Integritas, Aneu Nursifah: Kesadaran Moral Jadi Kunci Kepercayaan Publik

Polisi Periksa Saksi, GRIB Jaya Kota Bekasi Desak Terlapor Segera Dipanggil

4 Nov 2026 - 10:53 WIB

Polisi Periksa Saksi, GRIB Jaya Kota Bekasi Desak Terlapor Segera Dipanggil

Antrean BBM di Madura Mulai Terurai, Pengawas SPBU Pamekasan Sebut Turun 75 Persen

29 Okt 2026 - 13:03 WIB

Antrean BBM di Madura Mulai Terurai, Pengawas SPBU Pamekasan Sebut Turun 75 Persen

Sibuk Tur Keliling Indonesia, Putra Siregar Soroti Kondisi Warga Terdampak Asap di Kalimantan

26 Okt 2026 - 21:31 WIB

Sibuk Tur Keliling Indonesia, Putra Siregar Soroti Kondisi Warga Terdampak Asap di Kalimantan

Perkara Muhammad Assad Shahab Dilimpahkan ke Kejaksaan, Riwayat Kasus DNA Pro Kembali Jadi Sorotan

26 Okt 2026 - 16:33 WIB

Perkara Muhammad Assad Shahab Dilimpahkan ke Kejaksaan, Riwayat Kasus DNA Pro Kembali Jadi Sorotan
Trending di Crime