Menu

Mode Gelap
Hari Purwanto Desak Aparat Usut Dugaan Fitnah terhadap Megawati, Minta Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut

Crime

Ayah Tiri yang Ikut Pura-Pura Panik: Misteri Alvaro dan Akhir Tragis Pelakunya

badge-check

Kasus hilangnya Alvaro Kiano terungkap dengan fakta mengerikan: ayah tirinya menjadi pelaku, menyimpan jasad di garasi selama tiga hari, lalu ditemukan tewas secara janggal di Polres Jaksel. Publik menunggu penjelasan lengkap dari kepolisian. Perbesar

Kasus hilangnya Alvaro Kiano terungkap dengan fakta mengerikan: ayah tirinya menjadi pelaku, menyimpan jasad di garasi selama tiga hari, lalu ditemukan tewas secara janggal di Polres Jaksel. Publik menunggu penjelasan lengkap dari kepolisian.

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Kasus hilangnya Alvaro Kiano selama delapan bulan ini rasanya cocok masuk kategori “kalau bukan kenyataan, pasti sudah dibilang kebangetan.” Bocah yang hilang sejak Maret 2025 itu akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di Tenjo, Kabupaten Bogor dan fakta-fakta yang muncul justru makin bikin merinding ketimbang cerita horor.

Lebih bikin dada sesak lagi, pelakunya ternyata ayah tirinya sendiri, Alex Iskandar. Iya, orang yang selama ini ikut pura-pura panik, ikut nimbrung cari-cari, dan tampil sebagai bagian tim pencarian padahal diam-diam menyembunyikan kebenaran.

Dalam rekonstruksi penyidikan, polisi mengungkap detail yang susah dicerna akal sehat. Saat diculik, Alvaro menangis terus-menerus. Bukan tangisan manja, tapi tangis seorang bocah yang ketakutan. Tangisan itu membuat Alex panik, lalu kesal, lalu hilang kendali. Polisi menyebut Alex membekap mulut Alvaro dengan handuk putih tindakan yang membuat sang bocah kehabisan napas. Motifnya? Polisi menyebut ada dendam dan tekanan emosi yang pelaku pendam terhadap istrinya.

Kalau Anda pikir ceritanya berhenti di situ, siap-siap. Jasad Alvaro ternyata tidak langsung dibuang. Pelaku menyimpannya selama tiga hari di garasi rumah, seolah garasi itu lemari rahasia. Baru setelah itu ia membawa tubuh Alvaro dengan mobil dan membuangnya di wilayah Tenjo.

Keluarga pelaku pun terpukul. Mereka mengaku tak pernah menyangka Alex yang dikenal ramah dan tampak “normal-normal saja” bisa tega melakukan hal sekejam itu. Beberapa kerabat bahkan mengatakan Alex terlihat sangat aktif selama proses pencarian, seolah-olah sedang membangun alibi sekaligus memastikan tidak ada yang menoleh ke arahnya.

Plot twist berikutnya muncul seperti adegan klimaks film thriller: Alex ditemukan tewas gantung diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan. Ia menggunakan celananya sendiri sebagai alat gantung. Polisi menyebut bunuh diri, namun Publik yang sudah terlanjur penuh pertanyaan langsung bertanya:

“Lho, kok bisa? Ruang konseling kan diawasi ketat.”

Propam pun turun tangan. Mereka mendalami penyebab pasti kematian Alex, memastikan apakah benar itu bunuh diri atau ada detail lain yang selama ini luput dari perhatian.

Kasus ini masih menyisakan banyak misteri: bagaimana kondisi ruang tahanan, apa saja yang dilakukan pelaku selama tiga hari menyimpan jasad di garasi, hingga detail identifikasi DNA kerangka Alvaro. Masyarakat kini menunggu penjelasan resmi yang lebih lengkap karena makin lama, kasus ini semakin terasa seperti teka-teki yang baru membuka babak berikutnya setiap hari.


Penulis : Ris Tanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

15 Juli 2026 - 11:17

Nancy Soroti Dugaan Upaya Pencemaran Nama Baik di Sidang Sengketa Aset PN Jaksel

11 Juli 2026 - 04:48

YPRA Apresiasi Polisi Usut Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Tajurhalang

2 Juli 2026 - 17:54

‘Alhamdulillah Sehat’, Taufik Siap Jalani Rekonstruksi Usai Diduga Sekap dan Aniaya Pacar

2 Juli 2026 - 13:50

Terbongkar! Dugaan Bio Solar Disulap Jadi Dexlite di SPBU Medan, Praktik Curang Diduga Berjalan 9 Bulan

30 Juni 2026 - 19:51

Trending di Crime