Menu

Mode Gelap
Baznas Kota Bekasi Salurkan Rp 1,06 M Buat 1.761 Mustahik 3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial

News

Baznas Kota Bekasi Salurkan Rp 1,06 M Buat 1.761 Mustahik

badge-check

Gelaran program Baznas Kota Bekasi bertajuk Merdeka Berbagi. Perbesar

Gelaran program Baznas Kota Bekasi bertajuk Merdeka Berbagi.

PRABAINSIGHT.COM, KOTA BEKASI – Baznas Kota Bekasi menggelar program ‘Merdeka Berbagi’ di Pendopo Pemkot Bekasi, dengan menyalurkan dana ZIS senilai Rp 1,06 miliar kepada 1.761 warga, dengan menyasar sepuluh sektor bantuan, mulai dari sembako, rutilahu, modal UMKM, hingga beasiswa S1.

Ketika Uang Zakat Rp1,06 Miliar Ngalir ke Warga Bekasi, Bukan Cuma Buat Beras

Bagi warga kelas pekerja atau pedagang kecil di Kota Bekasi, uang tunai atau modal usaha itu ibarat angin segar di tengah teriknya cuaca Bekasi. Makanya, suasana Pendopo Pemkot Bekasi pada Selasa (11/8/2026) mendadak semarak.

Sebanyak 1.761 penerima manfaat (mustahik) kumpul bareng buat menerima kucuran bantuan senilai total Rp 1,069 miliar dari Baznas Kota Bekasi lewat program bertajuk “Merdeka Berbagi”.

Menariknya, bantuan yang digelontorkan kali ini tak cuma urusan perut alias sembako dhuafa semata. Ada sepuluh item bantuan yang dibagikan, mulai dari santunan kematian, biaya hidup, alat bantu kesehatan, perbaikan Rutilahu, bantuan lansia tunggal, gerobak UMKM, sampai beasiswa kuliah S1.

Pendekatan ini bikin program zakat terasa lebih panjang napasnya: dari yang tadinya cuma nambal kebutuhan harian, sekarang pelan-pelan digeser ke arah pemberdayaan ekonomi dan pendidikan.

“Item bantuannya semakin banyak, tidak sekadar memberikan sembako. Ada pemberdayaan ekonomi, kesehatan menuju Kota Bekasi sehat, rutilahu, hingga Bekasi Cerdas melalui program beasiswa satu sarjana satu kecamatan,” kata Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, usai menyerahkan bantuan.

Tri mencatat, sampai saat ini sudah ada 49 mahasiswa asal Bekasi yang biaya kuliah S1-nya ditanggung Baznas. Menurutnya, untuk mengejar target penghimpunan ZIS sebesar Rp 32 miliar dari Baznas Pusat, transparansi jadi kuis kunci agar pihak swasta mau ikut menyalurkan zakatnya.

“Hari ini sudah ada perusahaan swasta di bidang IT yang mempercayakan pengolahan zakatnya ke Baznas. Kuncinya ada pada transparansi dan keterbukaan, sehingga muzaki yakin dana mereka tepat sasaran,” tegas Tri.

Biar Rakyat Kenal Pemimpinnya dan Tahu Dana Umat Lari ke Mana

Selama ini, pelayanan Baznas Kota Bekasi memang berjalan saban hari di kantornya. Namun, khusus penyerahan skala besar, Baznas sengaja memboyong para mustahik ke gedung Pendopo Pemkot setiap tiga bulan sekali.

Ketua Baznas Kota Bekasi, Sudarsono, menyebut langkah ini dilakukan bukan sekadar seremoni, tapi biar warga kelas bawah bisa menginjakkan kaki di Pendopo sekaligus paham tata kelola dana ZIS yang dikumpulkan.

“Setiap hari dan minggu kami membuka pelayanan reguler di kantor. Namun, secara per triwulan kami gelar di Pendopo untuk menunjukkan bahwa pengelolaan dana umat dilakukan secara transparan, akuntabel, serta memenuhi prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” jelas Sudarsono.

Sudarsono tak menampik, kalau 90 persen kantong zakat Baznas Kota Bekasi sejauh ini masih disokong oleh para ASN dan pegawai BUMD. Sementara porsi dari masyarakat umum atau swasta baru menyentuh 10 persen. Guna menggaet swasta, para pengusaha kini dibebaskan memilih mau menyalurkan zakatnya ke program apa.

“Misalnya, ada perusahaan yang menyalurkan zakat Rp 70 juta khusus untuk pengadaan 10 gerobak UMKM dan 20 alat kesehatan,” tambahnya.

Modal Nyata Buat Sambung Hidup Pedagang Kecil

Dampak dari perputaran dana umat ini dirasakan langsung di lapak-lapak pedagang kecil. Isah Musdalifah (51), warga Pengasinan, Rawalumbu, tersenyum lega usai mengantongi bantuan biaya hidup sebesar Rp 750.000.

Bagi Isah yang menggantungkan dapur dari hasil jualan kecil-kecilan, proses birokrasi yang tak berbelit menjadi poin paling krusial.

“Proses pengajuannya tidak rumit, cuma minta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) saja. Sangat membantu sekali,” kata Isah.

Uang tunai tersebut tak akan ia habiskan begitu saja, melainkan diputar kembali untuk membeli stok barang dagangan.

“Uangnya mau dipake buat modal dagang lagi. Harapannya program ini bisa terus berlanjut karena benar-benar membantu rakyat seperti saya,” tutur Isah penuh harap.

Pada akhirnya, zakat yang dikelola secara transparan memang bukan cuma soal menggugurkan kewajiban agama, tapi tentang bagaimana uang Rp1,06 miliar itu bisa benar-benar menyambung napas dan harapan warga kecil di sudut-sudut Kota Bekasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Trending di News