Menu

Mode Gelap
Fasum Kalideres Harusnya Jadi Taman, Malah Dikuasai Bangunan Liar Geger Nampan MBG Disebut Pakai Minyak Babi, Pemerintah: Tenang, Bisa Diuji di BPOM Kisruh Demo di Senayan, Nurul Arifin Janji Perjuangkan Aspirasi dengan Syarat Ini? Kado Ultah Sri Mulyani: Puluhan Karangan Bunga Protes dari Dosen ASN, Isinya Bikin Geleng-Geleng Kepala Indonesia Punya Uranium dan Thorium Segunung, tapi Rakyatnya Masih Ribut Bayar Token Listrik Solidaritas PSI Pemalang Ternyata Rungkad, Ketua DPD Diganti Lewat Pesan WA

News

“Bukan Cuma Ditangkap, Aset Koruptor Harus Disikat Habis! Gemira Gaspol Dukung RUU Perampasan Aset”

badge-check


					Sudarto, Sekjen Gemira, dukung penuh RUU Perampasan Aset untuk sikat habis harta koruptor yang selama ini nyaman ngumpet di balik celah hukum.(Foto:Ist) Perbesar

Sudarto, Sekjen Gemira, dukung penuh RUU Perampasan Aset untuk sikat habis harta koruptor yang selama ini nyaman ngumpet di balik celah hukum.(Foto:Ist)

PRABA INSIGHT- Di negeri ini, koruptor sudah terlalu lama hidup santai, tidur nyenyak di balik tembok tebal pasal-pasal yang setengah hati. Tapi Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira) tampaknya sudah muak dengan semua itu.

Sekretaris Jenderal Gemira, Sudarto, dengan lantang mendukung pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Bukan sekadar dukungan formalitas, tapi ajakan untuk membongkar habis kekayaan haram hasil ngutil dari kas negara.

“Ini bukan cuma soal hukum kaku. Ini soal keadilan buat rakyat yang hartanya selama ini dipakai pesta pora sama para maling berdasi,” ujar Sudarto, Rabu (2/7).

Menurut Sudarto, negara nggak boleh lagi pura-pura buta. Aset hasil kejahatan mesti dirampas dan dikembalikan ke rakyat yang selama ini cuma kebagian debu-debunya.

Gemira menilai perjuangan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Mewujudkan pemerintahan yang bersih, kuat, dan berpihak ke wong cilik yang tiap hari bayar pajak, tapi uangnya malah dipakai koruptor buat beli vila di luar negeri.

“Kalau mau adil, ya rampas. Rakyat harus jadi pemenang di negeri sendiri, bukan koruptor yang hidup tenang di balik celah hukum,” tegas Sudarto.

Lebih jauh, Gemira mengajak semua pihak: ormas, partai politik, sampai rakyat biasa yang bosan lihat koruptor cengar-cengir di TV, untuk sama-sama dorong RUU ini disahkan. Diam itu artinya setuju koruptor terus menang.

“Status quo itu nyaman buat maling. Kita butuh keberanian politik buat dobrak itu semua,” katanya.

Saat ini, RUU Perampasan Aset masih jadi bahan perdebatan di DPR. Publik menunggu: apakah para wakil rakyat bakal pilih berdiri di sisi rakyat, atau tetap nyaman main aman demi cuan-cuan elite.

Penulis : Deny Darmono | Editor: Ivan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Fasum Kalideres Harusnya Jadi Taman, Malah Dikuasai Bangunan Liar

27 Agustus 2025 - 09:08 WIB

Geger Nampan MBG Disebut Pakai Minyak Babi, Pemerintah: Tenang, Bisa Diuji di BPOM

27 Agustus 2025 - 08:52 WIB

Kisruh Demo di Senayan, Nurul Arifin Janji Perjuangkan Aspirasi dengan Syarat Ini?

27 Agustus 2025 - 04:52 WIB

Kado Ultah Sri Mulyani: Puluhan Karangan Bunga Protes dari Dosen ASN, Isinya Bikin Geleng-Geleng Kepala

27 Agustus 2025 - 04:10 WIB

Indonesia Punya Uranium dan Thorium Segunung, tapi Rakyatnya Masih Ribut Bayar Token Listrik

26 Agustus 2025 - 20:29 WIB

Trending di News