Menu

Mode Gelap
“Teror Sungai Musi 1987: Yang Tenggelam Tidak Pernah Pergi” Pilu, Tabrakan KA Bekasi Timur Renggut 15 Nyawa, Termasuk Seorang Jurnalis Perempuan Daftar Lengkap Korban Bekasi Timur: 84 Luka, 14 Meninggal, Usia 21–63 Tahun dan Tersebar di 11 RS Sopir Taksi Beberkan Detik-detik Setir Ngunci di Rel Bekasi Timur hingga Picu Tabrakan Kereta BP Danantara Pastikan Jasa Raharja Tanggung Biaya Perawatan, KAI Beri Kompensasi Korban Kecelakaan Bekasi Timur Kisah Skandal Sum Kuning: Dari Korban Jadi Tersangka, Saat Hukum Tunduk pada Kuasa

News

Drama Hukum Nabila O’Brien: Unggah CCTV Dugaan Pencurian di Restoran Kemang, Kini Berujung Saling Lapor

badge-check


					Kasus selebgram Nabila O’Brien berkembang menjadi saling lapor dan mendapat atensi Mabes Polri. Polisi masih mendalami laporan terkait dugaan pencurian di restoran Kemang. Perbesar

Kasus selebgram Nabila O’Brien berkembang menjadi saling lapor dan mendapat atensi Mabes Polri. Polisi masih mendalami laporan terkait dugaan pencurian di restoran Kemang.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kadang hidup memang suka bercanda. Niatnya membela diri, eh malah berujung jadi tersangka. Kira-kira begitu cerita yang kini menyeret nama selebgram Nabila O’Brien ke pusaran perkara hukum yang makin lama makin ramai dibicarakan.

Kasus ini bahkan sudah sampai pada tahap yang membuat Mabes Polri ikut memberi perhatian khusus. Bukan cuma karena nama Nabila cukup dikenal di media sosial, tapi juga karena perkara ini berkembang menjadi saling lapor antara pihak-pihak yang terlibat.

Singkatnya: ceritanya tidak sesederhana yang terlihat di timeline.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa kepolisian sedang mendalami berbagai laporan yang muncul dalam kasus tersebut.

“Kami akan menyampaikan terkait berkembangnya informasi yang tentu diketahui oleh teman-teman dari saudari N. Yang pertama tentunya Polri berkomitmen pada semua hal yang menjadi keluhan tersebut dan kemudian akan mendalami serta menindaklanjutinya,” kata Trunoyudo kepada wartawan di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (6/3) malam.

Polri, kata dia, tidak ingin gegabah. Apalagi dalam perkara yang punya dua versi cerita seperti ini. Penyidik harus memeriksa semuanya dengan prosedur yang jelas.

“Kita ketahui juga sebagai informasi yang disampaikan awal adalah adanya dua konstruksi peristiwa pelaporan atau saling lapor. Kembali lagi komitmen Polri, proses ini tetap akan dikedepankan rasa keadilan secara prosedur dengan tentunya ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Artinya, polisi melihat ada dua peristiwa laporan yang saling berhadapan. Bukan satu cerita tunggal. Karena itu proses penyelidikan pun tidak bisa dilakukan dengan cara instan.

Soal permintaan gelar perkara khusus, Polri juga tidak menutup kemungkinan. Jika ada permohonan resmi dari pihak terkait, mekanismenya akan diproses sesuai aturan internal kepolisian.

“Dalam hal ini tentu tadi kami sampaikan, komitmen Polri terhadap keluhan apapun kita akan lakukan pendalaman dan tentunya akan ditindaklanjuti, ya,” ungkapnya.

Sementara itu, mengenai pasal yang kemungkinan akan disangkakan kepada Nabila, pihak kepolisian belum bisa bicara banyak. Pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti masih berjalan.

“Ya tentu tadi dalam masih proses untuk kita dalami ya, karena kan ini ada dua peristiwa yang perlu kami sampaikan di awal seperti itu,” pungkasnya.

Berawal dari CCTV Restoran di Kemang

Drama ini bermula dari unggahan Nabila di akun Instagram @nabobrien. Setelah sekitar lima bulan memilih diam, ia akhirnya memutuskan buka suara kepada publik.

Dalam unggahan tersebut, Nabila mengaku sebenarnya adalah korban pencurian di restoran miliknya yang berada di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Ia juga menyebut telah mengunggah rekaman CCTV yang menurutnya menunjukkan dugaan pencurian tersebut.

Namun alih-alih mendapat kejelasan, situasinya justru berbalik.

“Saya korban pencurian yang menjadi tersangka di Bareskrim Polri. Saya diam selama lima bulan karena saya takut untuk bersuara dan berbicara,” ungkap Nabila dalam unggahan yang dikutip pada Kamis (5/3/2026).

Dalam pernyataannya, Nabila juga mengaku sempat mendapat tekanan agar mengakui bahwa rekaman CCTV yang ia unggah adalah fitnah. Bahkan, ia menyebut adanya permintaan uang dalam jumlah besar.

“Selama lima bulan saya diminta untuk mengakui bahwa apa yang saya ungkapkan dan CCTV saya adalah fitnah, juga saya diminta Rp 1 miliar. (Saya) sudah coba segala macam upaya untuk membela diri saya, saya benar-benar takut,” tuturnya.

Kini, dengan adanya dua laporan yang saling berhadapan, kasus ini berubah menjadi cerita yang lebih rumit daripada sekadar unggahan Instagram atau potongan rekaman CCTV. Polisi pun masih berusaha mengurai benang kusutnya pelan-pelan, satu per satu. (van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pilu, Tabrakan KA Bekasi Timur Renggut 15 Nyawa, Termasuk Seorang Jurnalis Perempuan

28 April 2026 - 20:49

Daftar Lengkap Korban Bekasi Timur: 84 Luka, 14 Meninggal, Usia 21–63 Tahun dan Tersebar di 11 RS

28 April 2026 - 18:14

Sopir Taksi Beberkan Detik-detik Setir Ngunci di Rel Bekasi Timur hingga Picu Tabrakan Kereta

28 April 2026 - 17:51

BP Danantara Pastikan Jasa Raharja Tanggung Biaya Perawatan, KAI Beri Kompensasi Korban Kecelakaan Bekasi Timur

28 April 2026 - 17:29

Akhir 22 Tahun “Zona Abu-Abu”: UU PPRT Resmi Disahkan, Pekerja Rumah Tangga Kini Punya Perlindungan Nyata

26 April 2026 - 23:13

Trending di News