Menu

Mode Gelap
Kantor Pegadaian Wilayah IX Jakarta 2 Tancap Gas Digitalisasi Transaksi Emas Lewat Aplikasi Tring Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi Kamar 307: Malam Saat Tangan Buntung Keluar dari Kolong Ranjang Kutukan Tuyul Turunan: Kekayaan yang Dibayar dengan Nyawa Anak Sendiri Sebulan Jadi Brimob Palsu: Masuk Mako, Ikut Latihan, dan Pegang Senjata Ketahuan Gara-gara Minta Rokok

Internasional

Negara Bukan Twitter: Elon Musk Akhirnya Mundur Juga di Kabinet Trump

badge-check


					Foto Elon Musk (Ist) Perbesar

Foto Elon Musk (Ist)

PRABA INSIGHT- Elon Musk, bapak dari mobil listrik, roket, dan cuitan absurd, akhirnya ngasih kode keras: mulai Mei 2025, dia bakal slow response alias tarik diri pelan-pelan dari DOGE.

Bukan, ini bukan soal kripto. DOGE yang ini singkatan dari Lembaga Efisiensi Pemerintah. Lembaga bikinan Donald Trump yang katanya buat ngirit duit negara. Tapi kenyataannya? Yang ngirit malah cuma sabar investor Tesla.

Dalam laporan keuangan Tesla Q1 2025, Musk bilang mulai bulan depan dia cuma bakal ngurus DOGE 1–2 hari seminggu. Sisanya? Kembali ke pelukan Tesla yang sahamnya udah jeblok kayak sinyal Wi-Fi di pelosok.

“Mulai minggu depan, saya akan lebih banyak di Tesla. DOGE udah hampir kelar,” ujar Musk, sambil ngasih kode pensiun tanpa benar-benar pensiun.

Tesla Dibikin Bonyok, Investor Ngamuk

Sejak Musk dikasih jabatan Kepala DOGE pas Trump naik tahta Januari lalu, saham Tesla langsung goyah. 2025 belum genap setengah tahun, tapi udah anjlok 33 persen. Investor rame-rame minta Musk “balik kandang”. Fokus ngurus mobil, bukan ngurus negara orang.

Boikot Tesla pun terjadi di mana-mana. Showroom diserang, demo berdatangan, bahkan Trump sampai turun tangan nyebut itu semua sebagai “aksi terorisme”. Ya gimana nggak, Musk dianggap terlalu ngulik politik, sampai bikin program federal dipangkas dan PNS kena PHK berjemaah. Negara dikira startup?

DOGE: Lembaga Efisiensi Rasa Efek Samping

Musk sebenarnya punya niat baik (katanya). Mau ngurangin bujet negara yang bocor kayak ember bolong. Tapi cara dia yang ala Elon Musk banget bikin banyak orang melet. Dia bilang harus memberantas pemborosan. Tapi yang keburu boros justru Tesla yang tiap hari kehilangan miliaran.

“Ya, saya tahu banyak yang nggak suka DOGE. Tapi saya harus potong yang boros,” katanya. Mirip orang yang abis ngutangin, terus bilang, “Saya bukan pelit, saya cuma realistis.”

Sumber internal Gedung Putih udah bilang pengaruh Musk makin ciut. The Washington Post bahkan nulis, umur kekuasaannya di sana cuma 130 hari. Abis itu? Entah balik ngurus SpaceX atau jadi host YouTube.

Cabut Nggak, Cabut Nggak?

Meski udah bilang bakal ngurangin waktu di DOGE, Musk belum benar-benar bilang “saya resign.” Masih ngambang kayak hubungan LDR yang nggak jelas ujungnya. Tapi dia janji tetap standby on call kalau Trump butuh.

“Saya akan tetap di DOGE sampai masa jabatan Presiden selesai. Tapi cukup 1–2 hari seminggu,” katanya, seperti freelancer yang nunggu proyek baru.

Nah, sekarang pertanyaannya: ini benar-benar tanda-tanda pamit? Atau Elon Musk cuma lagi cari alasan biar bisa ghosting dari DOGE pelan-pelan?

Satu yang pasti: investor Tesla bisa sedikit lega. Setidaknya, CEO mereka udah balik mikirin mobil listrik, bukan bikin negara makin efisien tapi bikin saham makin kecut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heboh! Perempuan Turki Ngaku Anak Kandung Donald Trump, Tantang Tes DNA

4 Februari 2026 - 15:43 WIB

32 Warga Tewas, Gencatan Senjata Gaza Resmi Jadi Lelucon Berdarah

1 Februari 2026 - 06:31 WIB

Baru Tiga Bulan Menjabat, PM Jepang Sudah Membubarkan DPR dan Menantang Pemilu

28 Januari 2026 - 14:05 WIB

Qatar Tegaskan AS Tak Berhak Mengatur Kawasan Teluk Meski Miliki Pangkalan Militer

22 Januari 2026 - 05:52 WIB

Kisah Mpok Pipit, ART Indonesia di Rumah Cristiano Ronaldo dengan Gaji Fantastis

2 Januari 2026 - 10:21 WIB

Trending di Internasional