Menu

Mode Gelap
Ceramah di Kolong Tol, Ustadz Endang: Harta dari Judol dan Pinjol Bisa Jadi Petaka iPhone Rp2 Juta Berujung Parang: Drama Emosi Pembeli di Toko HP Medan yang Viral Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditusuk di Bandara, Salah Satu Pelaku Diduga Atlet MMA Menggugat Sistem Global, Haidar Alwi Dorong Emas Rakyat Jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi RI Sekawan Limo 2 Tayang Mei 2026: Dari Reuni Santai Berujung Teror Pesugihan PHI Group Borong 2 Penghargaan di Grand Honors 2026, Ekspansi 27 Hotel dan Bidik Pasar ASEAN

News

Heboh Dugaan Pelecehan Mantan Pelatih Pramuka SMPN 4 Bekasi, KPAD: Jangan Takut Melapor!

badge-check


					Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian. Perbesar

Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian.

PRABAINSIGHT.COM – BEKASI – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret AF, seorang mantan pelatih pramuka di SMPN 4 Kota Bekasi akhirnya pecah juga. Sayangnya, kabar pahit ini baru terendus setelah sekian lama terkubur dalam diam.

Kini, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi pasang badan untuk memburu jejak sang predator, yang dikabarkan sudah berpindah tugas ke sekolah lain.

KPAD menilai, terungkapnya kasus ini ibarat fenomena gunung es di lingkungan pendidikan. Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian, tak menyembunyikan rasa sesalnya mengapa praktik bejat ini baru terungkap ke permukaan sekarang.

“Kami sangat menyayangkan peristiwa ini baru terungkap sekarang. Kami ingin setiap ada kejadian, anak-anak berani speak up. Karena dengan bicara, kita otomatis bisa memutus rantai pelecehan seksual ini,” ujar Novrian lewat sambungan telepon, Selasa (7/4/2026).

Novrian menyadari, bahwa bicara soal pelecehan di sekolah itu berat. Ada tembok tebal bernama “relasi kuasa” yang bikin murid gemetar kalau mau mengadu.

Ancaman dan intimidasi dari senior atau guru, diduga seringkali membungkam keberanian anak-anak. Namun, KPAD memastikan tidak ada ruang untuk aksi tutup mata, apalagi jika pihak sekolah mencoba bermain aman dengan dalih menjaga nama baik.

“Kalau ada indikasi pembiaran, kami akan investigasi. Apakah korban sudah melapor lalu didiamkan? Jika iya, itu masuk unsur pembiaran. Pihak sekolah seharusnya membuka ruang pengaduan seluas-luasnya, bukan malah dianggap sebagai peristiwa biasa,” tegas Novrian.

Ia juga mengingatkan bahwa “hukum pembiaran” itu nyata. Siapa pun, mulai dari guru hingga orang tua yang tahu ada pelanggaran hukum tapi memilih diam, bisa ikut terseret secara hukum. KPAD tak ingin citra institusi pendidikan hancur, hanya karena ulah oknum individu yang tidak bertanggung jawab.

Saat ini, KPAD tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk melacak posisi pelaku. Pintu kantor KPAD pun dibuka lebar-lebar bagi para korban atau orang tua, yang ingin mencari keadilan tanpa rasa takut.

“Kami berharap korban lain yang pernah mengalami kekerasan seksual oleh oknum tersebut mau melapor. Kami akan dampingi, kami kuatkan mental mereka. Jangan takut, kami tidak akan memaksakan, tapi kami ingin memberikan pemahaman dan penguatan,” tambahnya.

Bagi Novrian, anak-anak yang berani bersuara di tengah trauma bukanlah sosok yang harus dicibir, melainkan harus diapresiasi setinggi langit.

“Pesan saya untuk anak-anak, ketika kalian berani melapor, kalian adalah pahlawan. Kalian adalah hero bagi anak-anak yang lain karena telah melindungi mereka dari predator kekerasan seksual. Jangan takut distigma, melapor adalah cara menolong orang lain,” pungkasnya.

Ke depannya, KPAD Kota Bekasi bakal keliling sekolah, buat kampanye pencegahan kekerasan anak secara cuma-cuma. Tujuannya satu: biar sekolah kembali jadi tempat yang aman buat belajar, bukan ladang perburuan bagi para predator.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ceramah di Kolong Tol, Ustadz Endang: Harta dari Judol dan Pinjol Bisa Jadi Petaka

21 April 2026 - 19:43

Viral! Orang Tua Protes Menu MBG, Admin SPPG Justru Balas Nyinyir

20 April 2026 - 16:05

Dari Rp200 Ribu ke Rp311 Juta: Drama Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang Bikin Dompet Mau Pensiun Dini

20 April 2026 - 14:56

Mahasiswa UNPAM Desak Pengusutan Tuntas Kasus Penyerangan Andrie Yunus hingga Aktor Intelektual

18 April 2026 - 15:07

Seleknas KKI 2026 Digelar, OSO: Menang Kalah Biasa, Kejujuran yang Utama

18 April 2026 - 14:02

Trending di News