Menu

Mode Gelap
Warga Antre Tes Kesehatan di Bekasi, Heritage Medical Bawa Kabar Melegakan! BRIN Perkuat Ketahanan Nasional Melalui Pengembangan Infrastruktur Teknologi Satelit di Parepare Dukung Ketahanan Pangan, Haji Isam Pantau Langsung Pembangunan Infrastruktur Jalan di Merauke Mafia Tanah Masih Mengintai, ATR/BPN Minta Masyarakat Aktif Melapor Eks Polwan Viral Lagi: Tetangga di Sigi Diduga Dipukul Pakai Balok Kayu, CCTV Bikin Warga Geger Tragedi Horor KRL Vs Argo Bromo di Bekasi Timur, DPR RI Desak Duit APBN Turun

News

Heboh Dugaan Pelecehan Mantan Pelatih Pramuka SMPN 4 Bekasi, KPAD: Jangan Takut Melapor!

badge-check


					Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian. Perbesar

Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian.

PRABAINSIGHT.COM – BEKASI – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret AF, seorang mantan pelatih pramuka di SMPN 4 Kota Bekasi akhirnya pecah juga. Sayangnya, kabar pahit ini baru terendus setelah sekian lama terkubur dalam diam.

Kini, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi pasang badan untuk memburu jejak sang predator, yang dikabarkan sudah berpindah tugas ke sekolah lain.

KPAD menilai, terungkapnya kasus ini ibarat fenomena gunung es di lingkungan pendidikan. Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian, tak menyembunyikan rasa sesalnya mengapa praktik bejat ini baru terungkap ke permukaan sekarang.

“Kami sangat menyayangkan peristiwa ini baru terungkap sekarang. Kami ingin setiap ada kejadian, anak-anak berani speak up. Karena dengan bicara, kita otomatis bisa memutus rantai pelecehan seksual ini,” ujar Novrian lewat sambungan telepon, Selasa (7/4/2026).

Novrian menyadari, bahwa bicara soal pelecehan di sekolah itu berat. Ada tembok tebal bernama “relasi kuasa” yang bikin murid gemetar kalau mau mengadu.

Ancaman dan intimidasi dari senior atau guru, diduga seringkali membungkam keberanian anak-anak. Namun, KPAD memastikan tidak ada ruang untuk aksi tutup mata, apalagi jika pihak sekolah mencoba bermain aman dengan dalih menjaga nama baik.

“Kalau ada indikasi pembiaran, kami akan investigasi. Apakah korban sudah melapor lalu didiamkan? Jika iya, itu masuk unsur pembiaran. Pihak sekolah seharusnya membuka ruang pengaduan seluas-luasnya, bukan malah dianggap sebagai peristiwa biasa,” tegas Novrian.

Ia juga mengingatkan bahwa “hukum pembiaran” itu nyata. Siapa pun, mulai dari guru hingga orang tua yang tahu ada pelanggaran hukum tapi memilih diam, bisa ikut terseret secara hukum. KPAD tak ingin citra institusi pendidikan hancur, hanya karena ulah oknum individu yang tidak bertanggung jawab.

Saat ini, KPAD tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk melacak posisi pelaku. Pintu kantor KPAD pun dibuka lebar-lebar bagi para korban atau orang tua, yang ingin mencari keadilan tanpa rasa takut.

“Kami berharap korban lain yang pernah mengalami kekerasan seksual oleh oknum tersebut mau melapor. Kami akan dampingi, kami kuatkan mental mereka. Jangan takut, kami tidak akan memaksakan, tapi kami ingin memberikan pemahaman dan penguatan,” tambahnya.

Bagi Novrian, anak-anak yang berani bersuara di tengah trauma bukanlah sosok yang harus dicibir, melainkan harus diapresiasi setinggi langit.

“Pesan saya untuk anak-anak, ketika kalian berani melapor, kalian adalah pahlawan. Kalian adalah hero bagi anak-anak yang lain karena telah melindungi mereka dari predator kekerasan seksual. Jangan takut distigma, melapor adalah cara menolong orang lain,” pungkasnya.

Ke depannya, KPAD Kota Bekasi bakal keliling sekolah, buat kampanye pencegahan kekerasan anak secara cuma-cuma. Tujuannya satu: biar sekolah kembali jadi tempat yang aman buat belajar, bukan ladang perburuan bagi para predator.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Antre Tes Kesehatan di Bekasi, Heritage Medical Bawa Kabar Melegakan!

24 Mei 2026 - 17:39

BRIN Perkuat Ketahanan Nasional Melalui Pengembangan Infrastruktur Teknologi Satelit di Parepare

24 Mei 2026 - 12:51

Dukung Ketahanan Pangan, Haji Isam Pantau Langsung Pembangunan Infrastruktur Jalan di Merauke

22 Mei 2026 - 22:00

Mafia Tanah Masih Mengintai, ATR/BPN Minta Masyarakat Aktif Melapor

22 Mei 2026 - 20:50

Eks Polwan Viral Lagi: Tetangga di Sigi Diduga Dipukul Pakai Balok Kayu, CCTV Bikin Warga Geger

22 Mei 2026 - 20:16

Trending di Crime