Menu

Mode Gelap
Baznas Kota Bekasi Salurkan Rp 1,06 M Buat 1.761 Mustahik 3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial

Ekonomi

Kredit Jalan, Jaminan Nggak Ada, Duit Lenyap: Skandal Sritex Bikin Kepala Bank Ikut Masuk Bui

badge-check

Seorang Karyawan Sritex menunjukkan Baju Seragamnya sebagai ungkapan kesedihan saat Pabrik tersebut gulung tikar (foto : Antara) Perbesar

Seorang Karyawan Sritex menunjukkan Baju Seragamnya sebagai ungkapan kesedihan saat Pabrik tersebut gulung tikar (foto : Antara)

PRABA INSIGHT- Kalau biasanya nama Sritex identik dengan baju tentara dan seragam sekolah, kini mereka harus mengenakan seragam yang lain: seragam tahanan Kejaksaan.

Ya, perusahaan tekstil raksasa asal Solo ini sedang jadi sorotan karena dugaan korupsi jumbo yang melibatkan utang triliunan dari bank pemerintah.

Yang bikin geleng-geleng, mantan Direktur Utamanya yang kini duduk manis sebagai Komisaris Utama, Iwan Setiawan Lukminto, sudah resmi jadi tersangka.

Tak sendirian, dua pejabat bank juga ikut terseret: Zainuddin Mappa (eks Dirut Bank DKI) dan DS, pejabat Bank Jabar Banten.

Ketiganya sekarang ditahan di Rutan Salemba, bukan untuk rapat direksi, tapi untuk mempertanggungjawabkan dugaan penyelewengan duit negara.

Utang Triliunan Tapi Gagal Bayar, Sritex Lagi Pusing!

Kejaksaan menemukan bahwa selama 2020-2021, Sritex jor-joran dapat kredit dari sejumlah bank:

  • Bank Jateng: Rp395 miliar
  • Bank BJB & Banten: Rp543 miliar
  • Bank DKI: Rp149 juta
  • Sindikasi BNI, BRI, dan LPEI: Rp2,5 triliun

Total tagihan yang belum dibayar hingga Oktober 2024 mencapai Rp3,58 triliun. Kalau ditumpuk pakai pecahan seratus ribuan, tingginya bisa ngalahin Menara Eiffel.

Dan ini belum termasuk kredit dari 20 bank swasta lainnya yang juga ikutan nyemplung.

Untung Gede, Rugi Lebih Gede Lagi: Drama Neraca Sritex

Tahun 2020, Sritex masih cuan manis untung bersih Rp1,24 triliun. Tapi cuma butuh setahun untuk terjun bebas.

Di 2021, kerugian mereka membengkak jadi Rp15,6 triliun! Ini bukan kerugian biasa, ini seperti nyemplung ke laut dalam tanpa pelampung.

“Lah kok bisa?” tanya netizen.

“Karena dana kredit yang dikucurkan bukan dipakai buat modal kerja, tapi buat bayar utang lama dan beli aset gak penting,” kata Kejaksaan.

Kredit Nanggung, Rating Meragukan, Prosedur Dilanggar

Lebih parah lagi, pemberian kreditnya disebut melanggar aturan. Menurut Kejaksaan, baik Bank DKI maupun Bank Jabar Banten tidak melakukan analisa kelayakan kredit yang memadai.

Bahkan lembaga pemeringkat Moody’s sudah kasih peringatan: Sritex cuma punya peringkat BB-, alias hampir default.

Tapi tetap aja duit cair. Kredit jalan.

Jaminan? Nggak ada.

Modal kerja? Nggak dipakai.

Hasil? Kredit macet, aset nggak bisa dieksekusi, dan negara buntung.

Tersandung di Tengah Jalan, Bisnis Sritex Masuk Jalan Terjal

Kini publik menanti: apakah penegakan hukum ini akan tuntas? Atau hanya jadi drama panjang dengan ending yang bisa ditebak? Yang jelas, dari seragam kebanggaan prajurit, Sritex kini menghadapi sorotan tajam soal integritas, transparansi, dan kredibilitas keuangan.

 

 

Penulis : Yohanes MW.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial

10 Agustus 2026 - 10:27

Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada

7 Agustus 2026 - 18:14

Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

7 Agustus 2026 - 17:48

JakOne Mobile Bikin Bank Jakarta Panen Penghargaan, Bukti Transformasi Digital Bukan Sekadar Gimmick

4 Agustus 2026 - 11:11

Pemerintah Resmi Ubah Status Ojol Jadi Pelaku UMKM, Perpres Masuki Tahap Final

21 Juli 2026 - 18:33

Trending di Ekonomi