PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Piala Dunia biasanya identik dengan pesta sepak bola. Tribun penuh warna, nyanyian tanpa henti, dan ribuan suporter yang rela terbang lintas benua demi mendukung tim kesayangan. Namun untuk pendukung Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, suasananya tampaknya tidak akan sebebas dulu.
FIFA mengirim pesan yang cukup jelas: datang untuk mendukung tim boleh, tetapi jangan berharap bisa membawa kebiasaan lama ke stadion.
Menjelang turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, FIFA menerapkan serangkaian aturan baru yang lebih ketat. Mulai dari pembatasan atribut, larangan nyanyian bernada ofensif, aturan barang bawaan, hingga pencegahan keberangkatan bagi suporter yang memiliki rekam jejak buruk dalam dunia sepak bola.
Tujuannya sederhana: menghindari kerusuhan yang selama ini kerap menjadi bayang-bayang dalam turnamen besar.
Nyanyian Sindiran Bisa Berujung Masalah
Salah satu perhatian FIFA adalah perilaku suporter di dalam stadion.
Nyanyian yang dianggap menyerang atau menghina pihak tertentu kini menjadi sorotan. Bahkan lagu yang selama ini kerap dinyanyikan sebagian pendukung Inggris untuk mengejek Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, masuk dalam daftar yang diawasi ketat.
Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, nyanyian tersebut sempat terdengar cukup jelas hingga stasiun televisi harus menurunkan volume suara tribun saat siaran berlangsung.
Bukan hanya soal lagu. FIFA juga memperketat aturan terkait bendera dan atribut yang dibawa suporter.
Pendukung Inggris yang akan menyaksikan laga pembuka melawan Kroasia di Stadion Dallas tidak bisa lagi sembarangan memasang bendera raksasa di tribun. Pengelola stadion hanya mengizinkan bendera berukuran kecil yang ditempatkan di area tertentu, yakni rel belakang gawang.
FIFA juga menegaskan bahwa bendera yang mengandung unsur politik, diskriminatif, atau ofensif tidak akan ditoleransi.
Aturan ini bukan sekadar ancaman di atas kertas. Sebelumnya, sejumlah suporter Belanda dan Jepang dilaporkan sudah mengalami penyitaan atribut saat menghadiri pertandingan di Stadion Dallas.
Botol Minum Pun Tak Luput dari Aturan
Jika dulu persoalan terbesar saat masuk stadion adalah tiket dan pemeriksaan keamanan, kini botol minum juga masuk daftar perhatian.
Awalnya FIFA melarang seluruh penonton membawa air minum dari luar stadion. Alasannya, botol berpotensi digunakan sebagai benda lempar yang membahayakan pemain maupun penonton lain.
Kebijakan tersebut langsung menuai kritik.
Setelah mendapat banyak protes, FIFA akhirnya melonggarkan aturan. Penonton kini diperbolehkan membawa satu botol plastik lunak berukuran maksimal 590 mililiter yang masih tersegel saat memasuki stadion di Amerika Serikat dan Kanada.
Meski begitu, botol isi ulang berbahan keras tetap dilarang.
Sebagian kelompok suporter menilai kebijakan awal tersebut lebih menguntungkan kepentingan komersial karena seluruh penjualan minuman di area stadion berada di bawah kendali sponsor resmi turnamen.
Hooligan Siap-Siap Berurusan dengan Penjara
Bagi suporter yang masih berpikir kerusuhan adalah bagian dari budaya sepak bola, otoritas setempat tampaknya sudah menyiapkan jawaban.
Pemerintah dan aparat keamanan di Dallas memastikan pelaku kerusuhan akan diproses sesuai hukum yang berlaku di Texas. Suporter yang terlibat tindakan anarkis, terutama yang dipicu konsumsi alkohol berlebihan, terancam mendekam di Tarrant County Jail.
Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi penyelenggara untuk mencegah terulangnya berbagai insiden yang pernah terjadi pada turnamen-turnamen besar sebelumnya.
Ribuan Suporter Dilarang Berangkat
Aturan paling keras justru berlaku sebelum bola pertama ditendang.
Lebih dari 2.300 suporter Inggris dan Skotlandia dipastikan tidak bisa menghadiri Piala Dunia 2026 karena masuk dalam daftar Football Banning Order (FBO).
Mereka diwajibkan menyerahkan paspor kepada kepolisian Inggris sebelum turnamen berlangsung.
FBO sendiri merupakan sanksi pengadilan bagi individu yang pernah terlibat kekerasan, pelecehan, kerusuhan, atau pelanggaran lain yang berkaitan dengan sepak bola.
Mereka yang nekat melanggar aturan tersebut dapat menghadapi hukuman penjara hingga enam bulan serta denda tanpa batas.
Ada Aturan Baru di Lapangan
Tak hanya suporter yang harus beradaptasi. Para pemain juga akan menghadapi perubahan aturan.
FIFA bersama IFAB akan memberlakukan regulasi baru yang dikenal publik sebagai “aturan anti-Arsenal”. Aturan ini menyasar praktik menghalangi pergerakan lawan saat situasi bola mati seperti tendangan sudut dan tendangan bebas.
Selama ini sejumlah tim memanfaatkan pemain tertentu untuk membuat “tembok hidup” yang menghalangi pergerakan bek lawan, mirip skema screen dalam bola basket.
Mulai Juli 2026, tindakan tersebut bisa langsung dianggap pelanggaran. Bahkan wasit diberikan kewenangan menjatuhkan sanksi sebelum bola ditendang apabila melihat adanya upaya menghalangi lawan secara sengaja.
Artinya, Piala Dunia 2026 bukan hanya menghadirkan stadion baru dan teknologi baru. Turnamen ini juga akan menjadi panggung bagi aturan-aturan baru yang membuat suporter dan pemain sama-sama harus belajar beradaptasi.
Bagi pendukung Inggris, pesannya mungkin paling sederhana: datanglah untuk bernyanyi mendukung tim, bukan untuk menguji batas kesabaran FIFA.











