Menu

Mode Gelap
Launching Media Kontra Narasi, Survei HAI Catat Kepercayaan Publik terhadap Polri 78,3 Persen Rizki Juniansyah Naik Pangkat Jadi Kapten dan Pindah dari TNI AL ke AD Sidang Brigadir Nurhadi, Jaksa Ungkap Petunjuk Motif dari Kesaksian MALAM JUMAT KLIWON: YANG BANGKIT DARI KUBUR TIDAK SELALU MAYIT Kisah Horor Rumah Tanpa Bayangan Jejak Angka di Laporan Pelindo: Gaji dan Bonus Arman Depari Rp3,2 Miliar

Sport

Media Malaysia Ikut Hajar FAM: Dari Skandal Pemalsuan ke Judul Berita yang Nyelekit

badge-check


					Skandal pemalsuan dokumen bikin FAM kena sanksi FIFA. Parahnya, media Malaysia kompak hajar federasi dengan judul-judul pedas tanpa ampun.(Foto: Istimewa) Perbesar

Skandal pemalsuan dokumen bikin FAM kena sanksi FIFA. Parahnya, media Malaysia kompak hajar federasi dengan judul-judul pedas tanpa ampun.(Foto: Istimewa)

PRABA INSIGHT – Kalau biasanya media nasional jadi tameng buat federasi sepak bola negaranya, beda cerita dengan Malaysia kali ini. Begitu FIFA ngehukum FAM gara-gara skandal pemalsuan dokumen pemain, alih-alih pasang badan, media di sana malah kompak kasih smackdown.

Bayangin, federasi udah jatuh kena sanksi, eh medianya ikut nendang sambil bilang, “Salah lu sendiri.”

Judul-judul yang Nggak Kasih Ampun

Contoh paling gamblang datang dari New Straits Times (NST). Media besar itu nggak pakai basa-basi. Judulnya blak-blakan, pedas, dan bikin keringetan buat siapa pun yang duduk di kursi FAM:

“Pemalsuan yang Memalukan: FIFA Jatuhkan Denda Berat dan Sanksi Pemain kepada FAM.”

Kalau biasanya judul berita masih suka pakai eufemisme biar nggak terlalu nyakitin, NST kayaknya lagi malas berbasa-basi. Mereka langsung nunjuk hidung: pemalsuan plus memalukan.

Nggak cuma NST. The Star, media besar lain, juga ikut main kasar. Judul mereka bahkan lebih to the point:

“FIFA Jatuhkan Sanksi Berat kepada FAM atas Pemalsuan Dokumen Tujuh Pemain Naturalisasi.”

Bayangin, udah bilang “sanksi berat,” ditambah lagi “pemalsuan dokumen.” Itu ibarat udah jatuh, ketiban tangga, terus ditulisin pula di koran nasional.

Media vs Federasi: Jarang-jarang, Bro

Fenomena ini menarik. Soalnya biasanya media nasional cenderung bela federasi atau minimal kasih alasan pembenaran. Tapi di Malaysia, begitu kasus pemalsuan ini meledak, media malah berebut bikin judul yang makin nyelekit.

Alih-alih jadi pelindung, media justru tampil sebagai “juri” yang kompak bilang, “FAM salah besar.”

Skandal pemalsuan dokumen ini dinilai bikin Malaysia bukan cuma kena hukuman FIFA, tapi juga dihajar opini publik lewat pemberitaan medianya sendiri. Kalau kata pepatah, ini bukan sekadar “jatuh tertimpa tangga”, tapi udah kayak jatuh, ketiban tangga, terus ditimpa reruntuhan rumah tetangga.

Penulis : Ris Tanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perjalanan Garudayaksa FC: Klub Bentukan Prabowo yang Menyodok Persaingan Promosi Liga

4 Januari 2026 - 09:11 WIB

Pelatih Timnas Baru Belum Datang? PSSI Masih Sibuk Menghapus Jejak “One Man Show”

23 November 2025 - 09:19 WIB

PSSI Belum Umumkan Pelatih Baru Timnas, Katanya Biar Nggak Emosian Dulu

28 Oktober 2025 - 17:02 WIB

1 Jam 3 Menit 24 Detik! Robi Syianturi Bikin Pelari Dunia Kaget di Casablanca Marathon

28 Oktober 2025 - 16:51 WIB

Resmi Dipecat, Patrick Kluivert Angkat Koper! Erick Thohir Sudah Siapkan Misi Rahasia buat Garuda?

16 Oktober 2025 - 05:44 WIB

Trending di Sport