Menu

Mode Gelap
Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

News

“Nggak Suka? Pindah Platform Saja.” Ketika Menteri Bicara Seperti Admin Grup WhatsApp

badge-check

Menteri UMKM Maman Abdurahman (foto:Ist) Perbesar

Menteri UMKM Maman Abdurahman (foto:Ist)

PRABA INSIGHT- Kabar gembira untuk para pengemudi ojol: kalau kamu merasa aplikator terlalu serakah memotong penghasilanmu, kamu nggak perlu demo, nggak perlu ngadu ke DPR, apalagi protes ke kementerian. Cukup uninstall, dan pindah ke platform lain.

Setidaknya itulah “solusi” dari Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, yang disampaikan dengan wajah penuh percaya diri di konferensi pers, Rabu (21/5/2025).

“Daripada teman-teman ojol sibuk berpolemik, sibuk dengan segala macam perdebatan, saya rasa kita sederhanakan saja. Kalau tidak suka, ya pindah platform saja,” ujarnya.

Sederhana memang. Sesederhana orang kaya yang bilang, “Kalau hidup di Jakarta mahal, ya pindah ke Mars aja.”

Masalahnya, yang dihadapi para driver bukan perkara drama receh ala sinetron. Ini soal hidup.

Soal anak yang butuh susu, cicilan motor yang jalan terus, dan dompet yang isinya tinggal recehan dari pesanan antar es kopi yang belum dibayar tunai.

Ucapan Maman ini langsung memantik kritik dari Sekretaris Jenderal Paguyuban Transportasi Indonesia, Irfan Ardhiyanto.

Menurut Irfan, pernyataan itu bukan hanya tidak solutif, tapi terdengar seperti negara yang bilang, “Itu masalahmu, bukan urusan kami.”

“Pernyataan itu bentuk pengabaian,” kata Irfan. “Menteri seharusnya jadi penengah, bukan malah menyuruh rakyat cari jalan sendiri.”

Kalau begitu, pertanyaannya: fungsi negara ini sebenarnya apa? Melindungi warga atau cuma jadi penonton yang kasih komentar di Medsos?

Irfan menegaskan, selama ini pengemudi ojol hidup dalam bayang-bayang sistem kemitraan semu. Statusnya mitra, tapi tak ada perlindungan. Potongan sepihak, aturan sepihak, bahkan sanksi sepihak.

Padahal, menurut UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang kemitraan, hubungan mitra itu harus adil dan saling menguntungkan. Tapi yang terjadi di lapangan, aplikator makin kaya, driver makin sengsara.

Sayangnya, alih-alih hadir membawa solusi, pernyataan sang menteri justru terdengar seperti admin grup WhatsApp yang kesal dan bilang, “Kalau nggak suka aturan grup ini, silakan left!”

Sungguh, dunia ojol butuh perlindungan, bukan cuma omongan ringan yang bisa viral di TikTok.

Karena saat negara hanya jadi penonton, pengemudi ojol cuma bisa jalan terus, meski arah perjuangannya makin kabur.

 

Penulis : Deny Darmono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Johan

    Beginikah yg disampaikan oleh presiden Prabowo “pemerintahan yg pro rakyat kecil??” ternyata menterinya asbun, tidak punya konsep kerja untuk membela rakyat kecil

Sudah ditampilkan semua
Baca Lainnya

Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya

16 Juli 2026 - 03:12

Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

15 Juli 2026 - 11:17

Buntut Sidang Tipikor, Kadis SDABMBK Kabupaten Bekasi Dilaporkan ke KPK

14 Juli 2026 - 19:23

Kuasa Hukum Nancy Soroti Kesaksian Dwi Febri di Sidang Sengketa Aset PN Jaksel, Siap Tempuh Jalur Hukum jika Terbukti Palsu

14 Juli 2026 - 16:48

Dugaan Mega Korupsi di Kejaksaan Jadi Ujian Penegakan Hukum, BEM PTMA Zona III Apresiasi Sikap Prabowo

12 Juli 2026 - 09:17

Trending di Nasional