Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Ekonomi

Pak Menteri UMKM Nyuruh Ojol Pindah Aplikasi? LKN: Ini Negara Pancasila, Bukan Milik Oligarki!

badge-check

Foto Logo Lintas Koordinasi Nusantara (LKN) (foto: prabainsight/istimewa) Perbesar

Foto Logo Lintas Koordinasi Nusantara (LKN) (foto: prabainsight/istimewa)

PRABA INSIGHT – Kadang yang bikin rakyat kecil susah bukan cuma harga bensin atau cuaca ekstrem, tapi omongan pejabat publik yang enteng banget kayak lagi ngisi acara motivasi.

Contohnya, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah UMKM, Maman Abdurrahman, yang dengan santainya bilang: “Kalau driver ojol keberatan, ya pindah saja ke aplikasi sebelah.”

Plot twist: itu bukan solusi, Pak. Itu kayak nyuruh orang miskin pindah ke negara lain kalau capek miskin.

Ucapan Maman ini langsung bikin gerah Lintas Koordinasi Nusantara (LKN). Pendiri LKN, Andri RM, menyebut pernyataan tersebut bukan cuma tidak pantas, tapi juga menyakitkan hati para pengemudi ojol yang tiap hari udah babak belur demi dapur tetap ngebul.

“Seorang menteri mestinya hadir buat rakyat kecil, bukan jadi corongnya korporasi. Kalau mentok solusinya cuma nyuruh pindah aplikasi, ya maaf, itu bukan keberpihakan, itu pelepasan tanggung jawab,” kata Andri, mungkin sambil nahan napas panjang.

Menurut Andri, tuntutan ojol itu nggak neko-neko. Mereka cuma ingin pendapatan bersih Rp10 ribu per 4 kilometer.

Nggak minta THR, nggak minta rumah dinas. Mereka cuma pengin hidup layak. Kalau aplikator mau ambil tambahan Rp15 ribu per order, ya tinggal pemerintah bikin aturan. Gitu aja repot?

“Kalimat kayak gitu dari seorang menteri, itu udah bikin Pancasila nangis di sudut meja,” kata Andri.

Ia bahkan dengan sinis bilang, kalau memang pejabat sekarang sudah nggak percaya lagi sama nilai-nilai Pancasila, ya sekalian ganti saja: coret Pancasila, ganti palu arit.

Pernyataan Maman dinilai mencerminkan keberpihakan pada oligarki digital ketimbang rakyat yang tiap hari nunggu orderan sambil doa-doa kecil di pinggir jalan.

Dan ya, Pak Menteri, kami paham, Anda mungkin lagi banyak pikiran, tapi kalau sudah bicara soal perut rakyat, mohon jangan asal ceplos.

Karena, kata Andri: “Kalau beginilah cara pejabat bicara, jangan salahkan kalau rakyat nanti balas dengan suara.”

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. putriistiqomah

    Mulutnya pak mentri itu yg ngomong ngak di sekolahin.

  2. Gitta Harry akhadin

    Pak Prabowo harus tau kalau ada mentrinya yg berbicara tidak pantas seperti itu kepada masyarakat kecil yg berprofesi hanya sebagai ojek online dan kurir online, Mentri seperti ini gak bisa di diamkan, ICAPANYA SANGAT MENYAKITKAN HATI DAN OPERASAAN KAUM OJOL DI INDONESIA,,SEMAKIN SEMPIT ARTI DARI BHINEKA TUNGAL IKA dan semakin buruk nilai2 PANCASILA yg menjadi kedaullatan bangsa indonesia

Sudah ditampilkan semua
Baca Lainnya

Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial

10 Agustus 2026 - 10:27

Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada

7 Agustus 2026 - 18:14

Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

7 Agustus 2026 - 17:48

JakOne Mobile Bikin Bank Jakarta Panen Penghargaan, Bukti Transformasi Digital Bukan Sekadar Gimmick

4 Agustus 2026 - 11:11

Pemerintah Resmi Ubah Status Ojol Jadi Pelaku UMKM, Perpres Masuki Tahap Final

21 Juli 2026 - 18:33

Trending di Ekonomi