Menu

Mode Gelap
Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot Resmi Dimutasi, Kombes Firman Kini Jabat Dirlantas Polda Metro Jaya Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo Polda Papua Selatan dan Papua Pegunungan Dinilai Mendesak, Sandri Rumanama: Rakyat Butuh Kepastian Keamanan Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa

News

Roy Suryo Cs Datang ke Polda Metro Jaya, Rismon Siap Gugat Polisi Rp126 Triliun Kalau Nggak Bisa Buktiin Editan

badge-check


					Roy Suryo, Rismon, dan Dokter Tifa diperiksa Polda Metro Jaya soal dugaan ijazah palsu Jokowi-Gibran. Rismon ancam gugat polisi Rp126 triliun. Perbesar

Roy Suryo, Rismon, dan Dokter Tifa diperiksa Polda Metro Jaya soal dugaan ijazah palsu Jokowi-Gibran. Rismon ancam gugat polisi Rp126 triliun.

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Pagi yang agak gerimis di Polda Metro Jaya mendadak ramai. Bukan karena razia, tapi karena kedatangan tiga nama yang sudah sering wara-wiri di dunia maya: Roy Suryo, pakar telematika; Rismon Hasiholan Sianipar, ahli digital forensik; dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, pegiat media sosial yang juga dikenal vokal di isu politik.

Tiga sekawan ini datang bukan untuk konferensi pers biasa. Mereka datang sebagai tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu yang menyinggung nama Mantan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Roy Suryo, yang dulu lebih sering muncul di televisi soal teknologi, kali ini bicara dengan nada yang lebih serius (dan sedikit heroik). “Kami tahu bahwa kami akan dikriminalisasi, kenapa kami tahu? Kami merencanakan menerbitkan buku kedua, Gibran’s Black Paper,” kata Roy di depan wartawan, Kamis (13/11).

Menurut Roy, mereka datang bukan hanya atas nama pribadi. “Kami datang atas nama rakyat Indonesia,” katanya, sambil menegaskan kalau dirinya bahkan sudah ke Sydney, Australia, buat menelusuri soal ijazah Gibran. “Setelah dari Sydney, saya pastikan Gibran tidak punya ijazah SMA,” lanjutnya.

Sebelum masuk ke ruang pemeriksaan, Roy sempat teriak lantang, “Ayo kita tegakkan kebenaran di negeri ini, merdeka!”

Sementara itu, Rismon yang dikenal tenang tapi kali ini terdengar cukup garang bicara di sebuah video bersama Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun. Ketika ditanya soal persiapan pemeriksaan, jawabannya to the point banget.

“Harusnya penyidik yang melakukan persiapan daripada saya,” ujar Rismon.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengedit apa pun. “Makanya kalau ditanya Bang Refly tadi apa persiapannya, saya kan enggak mengedit, saya enggak perlu persiapan,” katanya.

Tapi bagian paling menarik adalah ketika ia menantang polisi secara terbuka. “Sekarang penyidik mampu enggak menunjukkan ke saya, dia harus persiapan, menunjukkan mana yang saya edit, kalau enggak, bisa bangkrut kepolisian saya tuntut Rp126 triliun nanti.”

Sementara pemeriksaan berjalan, pihak Polda Metro Jaya belum memberikan keterangan resmi. Yang jelas, kasus ini makin jadi sorotan karena menyangkut nama besar dan pernyataan-pernyataan yang makin panas.

Entah bagaimana kelanjutannya, tapi satu hal pasti: kalau angka Rp126 triliun itu benar-benar jadi gugatan, bisa jadi ini bakal jadi salah satu drama hukum paling heboh tahun ini. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar

11 Mei 2026 - 19:46

Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot

11 Mei 2026 - 18:57

Resmi Dimutasi, Kombes Firman Kini Jabat Dirlantas Polda Metro Jaya

11 Mei 2026 - 17:15

Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo

10 Mei 2026 - 00:53

Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa

9 Mei 2026 - 19:56

Trending di News