Menu

Mode Gelap
Baru Bangun Tidur, Harga Pertamax Sudah Rp16.250 per Liter Perpres Ojol: Ketika Negara Ingin Menolong, Tapi Lupa Menyelesaikan Akar Masalahnya Sandri Rumanama: Jangan Cuma Umur Dinas yang Bertambah, Struktur Polri Juga Harus Berubah. Ngaku Kompol Saat Melamar, Ternyata Cuma Calo Samsat: Kisah Pahit ASN yang Terjebak Pernikahan Penuh Kekerasan SIAGA 98 Dorong Kementerian Keamanan untuk Awasi Sektor Keamanan Nasional Tujuh Tahun Driver Legend Indonesia, Dari Aksi Jalanan hingga Advokasi Ojol Nasional

Internasional

Serangan AS ke Iran Bisa Jadi Blunder: Rusia Sebut Ada Negara Siap Suplai Nuklir

badge-check


					Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan sejumlah negara siap menyuplai senjata nuklir ke Iran. (Foto: Praba/Istimewa) Perbesar

Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan sejumlah negara siap menyuplai senjata nuklir ke Iran. (Foto: Praba/Istimewa)

PRABA INSIGHT- Drama nuklir Timur Tengah makin panas. Setelah Amerika Serikat menyerang tiga fasilitas nuklir Iran, mantan Presiden Rusia sekaligus Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, muncul membawa pernyataan yang bikin merinding: ada negara-negara yang siap mengirim senjata nuklir ke Iran.

Pernyataan ini ia unggah langsung lewat Telegram, bukan WhatsApp grup keluarga. Katanya, serangan AS ke Iran bisa berakibat lebih serius dari sekadar rusaknya centrifuge uranium.

“Sejumlah negara siap menyuplai Iran dengan senjata nuklir,” tulis Medvedev, dikutip dari Anadolu Agency, Minggu (22/6/2025).

Serangan AS ini sendiri dilakukan ke tiga fasilitas nuklir Iran: Fordo, Natanz, dan Isfahan. Tiga tempat yang selama ini dikenal bukan cuma karena proyek nuklirnya, tapi juga karena jadi titik panas dunia internasional sejak zaman program JCPOA masih aktif.

Menurut Medvedev, meski diserang, fasilitas-fasilitas itu nggak rusak parah. Bahkan, proses pengayaan uranium Iran masih bisa lanjut. Artinya, kalau Iran niat bikin senjata nuklir, jalurnya belum tertutup sama sekali.

Bukan cuma urusan teknologi, menurut dia, serangan ini justru bisa jadi blunder politik buat Amerika. Kenapa? Karena rakyat Iran malah jadi makin solid mendukung pemerintahnya.

“Rakyat (Iran) berkonsolidasi di sekitar kepemimpinan spiritual, bahkan orang-orang yang sebelumnya tidak bersimpati (sekarang) akan mendukung pemerintah,” jelas Medvedev.

Kalau Masih Nekat, AS Bisa Diserbu Iran

Medvedev yang dikenal dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin ini juga melempar peringatan keras. Katanya, kalau AS terus menyerang Teheran, bukan nggak mungkin Iran bakal mengerahkan pasukan darat. Dan kalau itu terjadi, konflik bisa meluas jauh dari sekadar perang proksi.

Selain itu, Medvedev menyentil Presiden AS, Donald Trump. Katanya, Trump ini ironis: ngaku-ngaku pembawa damai saat kampanye, tapi malah main bom pas sudah duduk di kursi kekuasaan.

“Trump berkampanye sebagai pembawa perdamaian, tapi nyatanya malah melancarkan serangan,” kata Medvedev sinis.

Rakyat AS dan Israel Nggak Semua Setuju

Sebagai penutup, Medvedev menambahkan bahwa langkah Trump menyerang Iran nggak didukung penuh oleh rakyatnya sendiri. Bahkan, ia meyakini bahwa mayoritas warga AS dan Israel mengecam serangan ke Teheran.

Kalau dirangkum, narasi Medvedev ini ibarat bilang ke AS: “Kalau kalian terus main api, jangan kaget kalau rumah tetangga ikut kebakar, dan ada yang siap bantu nyulut lebih besar.”

 

Penulis : Yohanes MW |Editor: Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Viral! Polisi Florida Tilang Perempuan Tanpa Tangan Kanan karena Diduga Main HP Saat Nyetir

2 Juni 2026 - 12:49

Edoardo Agnelli: Pewaris Juventus yang Masuk Islam, Dicoret dari Keluarga, lalu Tewas Misterius

26 Mei 2026 - 20:24

Patung Yesus Dirusak di Lebanon Selatan, Militer Israel Akui dan Janji Investigasi

22 April 2026 - 20:30

Dana Rp263 Triliun untuk Gaza Diduga Dialihkan ke Israel, Nama Donald Trump Disorot

20 April 2026 - 16:41

Pendeta di Irlandia “Salah Doa” untuk Donald Trump, Jemaat Tertawa, Netizen: Ini Bukan Sekadar Kepleset

20 April 2026 - 14:47

Trending di Internasional