Menu

Mode Gelap
Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 Luncurkan MPL 2026, Bantu Warga dan Dorong UMKM Bocoran Rahasia Mossad: Hacker Pro-Palestina Handala Serang Sistem dan Data Laura Gelinsky Siskaeee Sindir Polisi Lamban Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus: “Giliran Bokep Bisa Cepat” Jelang Lebaran, Tarif Tol Batang-Semarang Resmi Naik 29 Persen: Mudik Makin Mahal Prabowo Digugat ke PTUN Gara-Gara Teken Perjanjian Dagang RI-AS Tanpa DPR, Publik: Ini Negara atau Startup? Iran Kirim Sinyal Keras ke Ukraina: Jika Bantu Israel Pakai Drone, Bisa Dianggap “Target Sah”

News

Siskaeee Sindir Polisi Lamban Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus: “Giliran Bokep Bisa Cepat”

badge-check


					Kreator konten dewasa Siskaeee mengkritik lambannya polisi menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, lewat unggahan di X. Ia membandingkan cepatnya penanganan kasus moralitas dengan kasus kekerasan yang menimpa aktivis HAM. Perbesar

Kreator konten dewasa Siskaeee mengkritik lambannya polisi menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, lewat unggahan di X. Ia membandingkan cepatnya penanganan kasus moralitas dengan kasus kekerasan yang menimpa aktivis HAM.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Di negeri yang katanya serba cepat ini, ada satu hal yang sering berjalan santai: penangkapan pelaku kekerasan. Tapi giliran urusan “moral”, aparat bisa tiba-tiba berubah jadi The Flash.

Hal itu yang disindir langsung oleh kreator konten dewasa, Fransiska Candra Novitasari alias Siskaeee. Lewat akun X pribadinya, ia menyenggol kinerja polisi yang sampai sekarang belum juga berhasil menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Nada sindirannya nggak pakai rem.

Siskaeee mengunggah ulang rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik penyerangan terhadap Andrie. Dari situ, ia merasa heran atau mungkin lebih tepatnya gemas karena wajah pelaku terlihat cukup jelas, tapi sampai sekarang belum juga ada yang diamankan.

“Ini jelas banget. Masa gini aja lebih dari 1×24 jam enggak ketangkep,” tulisnya.

Lalu, seperti menambahkan cabe rawit ke luka, ia menyambung dengan kalimat yang langsung bikin linimasa panas:

“Giliran bokepku pakai masker, kacamata, topi, dll bisa tuh nangkep.”

Ketika pengalaman pribadi jadi bahan sindiran

Komentar itu bukan sekadar nyinyir kosong. Ada konteks personal yang cukup kuat.

Siskaeee pernah berurusan dengan hukum terkait kasus produksi film dewasa di Jakarta Selatan pada 2023. Saat itu, ia bahkan ditangkap di Yogyakarta setelah dianggap tidak kooperatif. Padahal, dalam konten yang dipermasalahkan, ia kerap tampil dengan berbagai penyamaran.

Di titik ini, sindirannya terasa makin tajam: kalau orang yang “menyamar” saja bisa cepat dilacak, kenapa pelaku kekerasan dengan wajah relatif terbuka justru masih berkeliaran?

Kasus Andrie: luka serius, pelaku masih misterius

Kasus yang disorot ini bukan perkara sepele. Andrie Yunus, yang menjabat sebagai Wakil Koordinator KontraS, diserang oleh dua orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada malam 12 Maret 2026.

Sepulang dari diskusi di kantor YLBHI, Andrie disiram air keras. Akibatnya, ia mengalami luka bakar serius hingga 24 persen di bagian wajah, dada, dan tangan. Bahkan, ada risiko gangguan penglihatan permanen.

Sementara itu, polisi mengaku sudah mengantongi rekaman CCTV dan memeriksa sejumlah saksi. Pendekatannya juga terdengar canggih: scientific crime investigation. Tapi, seperti sering terjadi, istilahnya maju—hasilnya masih ditunggu.

Netizen: antara setuju dan geleng-geleng

Sindiran Siskaeee langsung memancing reaksi luas. Banyak warganet yang merasa ada ironi dalam cara penegakan hukum berjalan.

Di satu sisi, kasus-kasus yang berkaitan dengan moralitas atau pornografi bisa ditangani dengan cepat dan tegas. Di sisi lain, kekerasan terhadap aktivis HAM justru terasa lebih lambat penanganannya.

Akhirnya, publik kembali dihadapkan pada pertanyaan klasik yang nggak pernah benar-benar selesai:

apakah hukum di negeri ini bekerja sama cepatnya untuk semua orang atau hanya untuk kasus-kasus tertentu saja?

Dan seperti biasa, jawabannya belum tentu enak didengar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jelang Lebaran, Tarif Tol Batang-Semarang Resmi Naik 29 Persen: Mudik Makin Mahal

17 Maret 2026 - 07:58 WIB

Prabowo Digugat ke PTUN Gara-Gara Teken Perjanjian Dagang RI-AS Tanpa DPR, Publik: Ini Negara atau Startup?

17 Maret 2026 - 07:50 WIB

Mudik Gratis Pegadaian 2026, Kantor Wilayah Pegadaian IX Jakarta 2 Ikut Berangkatkan Peserta

16 Maret 2026 - 10:32 WIB

PBB Ikut Geram: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Disebut Tindakan Pengecut

14 Maret 2026 - 07:55 WIB

Polisi Selidiki Penyiraman Air Keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus di Salemba

13 Maret 2026 - 18:14 WIB

Trending di News