Menu

Mode Gelap
Ceramah di Kolong Tol, Ustadz Endang: Harta dari Judol dan Pinjol Bisa Jadi Petaka iPhone Rp2 Juta Berujung Parang: Drama Emosi Pembeli di Toko HP Medan yang Viral Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditusuk di Bandara, Salah Satu Pelaku Diduga Atlet MMA Menggugat Sistem Global, Haidar Alwi Dorong Emas Rakyat Jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi RI Sekawan Limo 2 Tayang Mei 2026: Dari Reuni Santai Berujung Teror Pesugihan PHI Group Borong 2 Penghargaan di Grand Honors 2026, Ekspansi 27 Hotel dan Bidik Pasar ASEAN

Ekonomi

Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 Luncurkan MPL 2026, Bantu Warga dan Dorong UMKM

badge-check


					Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 meluncurkan program MPL 2026 dengan menyalurkan bantuan makanan dari UMKM lokal untuk masyarakat, sekaligus mendorong ekonomi pelaku usaha kecil.(Istimewa) Perbesar

Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 meluncurkan program MPL 2026 dengan menyalurkan bantuan makanan dari UMKM lokal untuk masyarakat, sekaligus mendorong ekonomi pelaku usaha kecil.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTAKadang, perubahan besar itu nggak selalu datang dari hal yang ribet. Bisa jadi, ia berawal dari sesuatu yang sederhana: sepiring makanan hangat yang sampai ke tangan orang yang tepat.

Barangkali itu juga yang sedang dilakukan oleh PT Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 lewat program Pegadaian Peduli Mengetuk Pintu Langit (MPL) 2026. Program ini bukan sekadar bagi-bagi makanan, tapi juga upaya merajut hubungan yang sering kali renggang: antara perusahaan, masyarakat, dan pelaku usaha kecil.

Lewat MPL, Pegadaian tidak asal membagikan bantuan. Makanan yang dibagikan justru dibeli dari mitra binaan, nasabah, hingga pelaku UMKM di sekitar kantor cabang. Jadi, sebelum sampai ke penerima manfaat, bantuan itu sudah lebih dulu “menghidupi” dapur-dapur kecil milik para pelaku usaha.

Dengan kata lain, satu program ini seperti kena dua sasaran sekaligus: orang yang butuh makan terbantu, UMKM pun tetap punya alasan untuk menyalakan kompor setiap hari.

Program ini dijalankan oleh karyawan dari 52 kantor cabang di bawah Kanwil IX Jakarta 2. Wilayahnya pun tidak kecil dari Cirendeu, Kalideres, Kebayoran Baru, sampai Tanjung Priok dan Tangerang. Cukup luas untuk memastikan bahwa bantuan ini tidak berhenti di satu titik saja.

Pemimpin Kanwil IX Pegadaian, Maryono, menyebut bahwa langkah ini bukan sekadar formalitas program sosial tahunan.

“Ini adalah bagian dari upaya kami dalam mendukung SDGs, khususnya dalam menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera bagi masyarakat,” ujar Maryono.

Program ini berjalan dalam dua gelombang: Februari hingga April, lalu dilanjutkan lagi pada September sampai November. Penyalurannya dilakukan rutin setiap bulan, dibungkus dalam kegiatan yang diberi nama cukup akrab: “Jumat Berkah”.

Di balik nama yang sederhana itu, ada proses yang sebenarnya cukup serius. Setiap kantor cabang harus mengkurasi makanan dari UMKM lokal, memastikan kualitasnya layak, lalu mendistribusikannya langsung ke masyarakat. Semuanya dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas dua istilah yang sering terdengar kaku, tapi penting supaya bantuan tidak salah alamat.

Pada akhirnya, program seperti MPL ini mungkin tidak akan langsung mengubah dunia. Tapi setidaknya, ia bisa memastikan bahwa di satu sudut kota, ada orang yang tidak perlu terlalu khawatir soal makan hari itu.

Dan di sudut lain, ada pelaku UMKM yang tetap bisa berjualan, karena ada yang percaya pada dagangannya.

Kadang, memang sesederhana itu: membantu tanpa banyak suara, tapi dampaknya terasa.(van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menggugat Sistem Global, Haidar Alwi Dorong Emas Rakyat Jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi RI

21 April 2026 - 12:07

Di Balik Konflik Kerajaan, Ini Permintaan Terakhir Ratu Elizabeth II yang Bikin Haru

8 April 2026 - 18:29

Istana Pastikan Harga BBM Tak Naik per 1 April 2026, Ini Penjelasannya

31 Maret 2026 - 17:34

RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana

27 Maret 2026 - 09:05

Tiket Palangkaraya-Jakarta Tembus Rp200 Juta Bikin Heboh, Garuda Indonesia Pastikan Bukan Tarif Resmi

19 Maret 2026 - 14:38

Trending di Ekonomi