Menu

Mode Gelap
Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan! Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri” Garuda di Dadaku Ramaikan Jakarta Fair 2026, Keanu Azka dan Quinn Salman Diserbu Penggemar Cilik MILKLAB Ajak Pecinta Kopi Keliling Kafe Jakarta, Berburu Signature Drink Sambil Koleksi Hadiah Demo Dukung MBG di Monas: Dapat Wajan Baru dan Uang Transport 100 ribuan, Uangnya dari Mana?

Ekonomi

Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 Luncurkan MPL 2026, Bantu Warga dan Dorong UMKM

badge-check


					Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 meluncurkan program MPL 2026 dengan menyalurkan bantuan makanan dari UMKM lokal untuk masyarakat, sekaligus mendorong ekonomi pelaku usaha kecil.(Istimewa) Perbesar

Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 meluncurkan program MPL 2026 dengan menyalurkan bantuan makanan dari UMKM lokal untuk masyarakat, sekaligus mendorong ekonomi pelaku usaha kecil.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTAKadang, perubahan besar itu nggak selalu datang dari hal yang ribet. Bisa jadi, ia berawal dari sesuatu yang sederhana: sepiring makanan hangat yang sampai ke tangan orang yang tepat.

Barangkali itu juga yang sedang dilakukan oleh PT Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 lewat program Pegadaian Peduli Mengetuk Pintu Langit (MPL) 2026. Program ini bukan sekadar bagi-bagi makanan, tapi juga upaya merajut hubungan yang sering kali renggang: antara perusahaan, masyarakat, dan pelaku usaha kecil.

Lewat MPL, Pegadaian tidak asal membagikan bantuan. Makanan yang dibagikan justru dibeli dari mitra binaan, nasabah, hingga pelaku UMKM di sekitar kantor cabang. Jadi, sebelum sampai ke penerima manfaat, bantuan itu sudah lebih dulu “menghidupi” dapur-dapur kecil milik para pelaku usaha.

Dengan kata lain, satu program ini seperti kena dua sasaran sekaligus: orang yang butuh makan terbantu, UMKM pun tetap punya alasan untuk menyalakan kompor setiap hari.

Program ini dijalankan oleh karyawan dari 52 kantor cabang di bawah Kanwil IX Jakarta 2. Wilayahnya pun tidak kecil dari Cirendeu, Kalideres, Kebayoran Baru, sampai Tanjung Priok dan Tangerang. Cukup luas untuk memastikan bahwa bantuan ini tidak berhenti di satu titik saja.

Pemimpin Kanwil IX Pegadaian, Maryono, menyebut bahwa langkah ini bukan sekadar formalitas program sosial tahunan.

“Ini adalah bagian dari upaya kami dalam mendukung SDGs, khususnya dalam menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera bagi masyarakat,” ujar Maryono.

Program ini berjalan dalam dua gelombang: Februari hingga April, lalu dilanjutkan lagi pada September sampai November. Penyalurannya dilakukan rutin setiap bulan, dibungkus dalam kegiatan yang diberi nama cukup akrab: “Jumat Berkah”.

Di balik nama yang sederhana itu, ada proses yang sebenarnya cukup serius. Setiap kantor cabang harus mengkurasi makanan dari UMKM lokal, memastikan kualitasnya layak, lalu mendistribusikannya langsung ke masyarakat. Semuanya dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas dua istilah yang sering terdengar kaku, tapi penting supaya bantuan tidak salah alamat.

Pada akhirnya, program seperti MPL ini mungkin tidak akan langsung mengubah dunia. Tapi setidaknya, ia bisa memastikan bahwa di satu sudut kota, ada orang yang tidak perlu terlalu khawatir soal makan hari itu.

Dan di sudut lain, ada pelaku UMKM yang tetap bisa berjualan, karena ada yang percaya pada dagangannya.

Kadang, memang sesederhana itu: membantu tanpa banyak suara, tapi dampaknya terasa.(van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Benny Wullur vs Hotman Paris, Akademisi Pertanyakan Pencabutan Inkracht

18 Juni 2026 - 21:25

Potensi Wakaf RI Rp400 Triliun per Tahun, Berry Kurniawan: Mulai Rp1.000 Sehari Bisa Ubah Nasib Umat

17 Juni 2026 - 11:29

Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, Sandri Rumanama Minta Pemerintah Berani Naikkan BBM

1 Juni 2026 - 16:03

Beli Saham GoTo Saja Nggak Cukup, Negara Harus Ikut Kelola Bisnis Ojol

30 Mei 2026 - 14:19

Whoosh Ngebut di Rel, Utangnya ke Telkomsel Malah Mandek Rp298 Miliar

22 Mei 2026 - 19:14

Trending di Ekonomi