Menu

Mode Gelap
Ceramah di Kolong Tol, Ustadz Endang: Harta dari Judol dan Pinjol Bisa Jadi Petaka iPhone Rp2 Juta Berujung Parang: Drama Emosi Pembeli di Toko HP Medan yang Viral Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditusuk di Bandara, Salah Satu Pelaku Diduga Atlet MMA Menggugat Sistem Global, Haidar Alwi Dorong Emas Rakyat Jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi RI Sekawan Limo 2 Tayang Mei 2026: Dari Reuni Santai Berujung Teror Pesugihan PHI Group Borong 2 Penghargaan di Grand Honors 2026, Ekspansi 27 Hotel dan Bidik Pasar ASEAN

News

Siskaeee Sindir Polisi Lamban Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus: “Giliran Bokep Bisa Cepat”

badge-check


					Kreator konten dewasa Siskaeee mengkritik lambannya polisi menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, lewat unggahan di X. Ia membandingkan cepatnya penanganan kasus moralitas dengan kasus kekerasan yang menimpa aktivis HAM. Perbesar

Kreator konten dewasa Siskaeee mengkritik lambannya polisi menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, lewat unggahan di X. Ia membandingkan cepatnya penanganan kasus moralitas dengan kasus kekerasan yang menimpa aktivis HAM.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Di negeri yang katanya serba cepat ini, ada satu hal yang sering berjalan santai: penangkapan pelaku kekerasan. Tapi giliran urusan “moral”, aparat bisa tiba-tiba berubah jadi The Flash.

Hal itu yang disindir langsung oleh kreator konten dewasa, Fransiska Candra Novitasari alias Siskaeee. Lewat akun X pribadinya, ia menyenggol kinerja polisi yang sampai sekarang belum juga berhasil menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Nada sindirannya nggak pakai rem.

Siskaeee mengunggah ulang rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik penyerangan terhadap Andrie. Dari situ, ia merasa heran atau mungkin lebih tepatnya gemas karena wajah pelaku terlihat cukup jelas, tapi sampai sekarang belum juga ada yang diamankan.

“Ini jelas banget. Masa gini aja lebih dari 1×24 jam enggak ketangkep,” tulisnya.

Lalu, seperti menambahkan cabe rawit ke luka, ia menyambung dengan kalimat yang langsung bikin linimasa panas:

“Giliran bokepku pakai masker, kacamata, topi, dll bisa tuh nangkep.”

Ketika pengalaman pribadi jadi bahan sindiran

Komentar itu bukan sekadar nyinyir kosong. Ada konteks personal yang cukup kuat.

Siskaeee pernah berurusan dengan hukum terkait kasus produksi film dewasa di Jakarta Selatan pada 2023. Saat itu, ia bahkan ditangkap di Yogyakarta setelah dianggap tidak kooperatif. Padahal, dalam konten yang dipermasalahkan, ia kerap tampil dengan berbagai penyamaran.

Di titik ini, sindirannya terasa makin tajam: kalau orang yang “menyamar” saja bisa cepat dilacak, kenapa pelaku kekerasan dengan wajah relatif terbuka justru masih berkeliaran?

Kasus Andrie: luka serius, pelaku masih misterius

Kasus yang disorot ini bukan perkara sepele. Andrie Yunus, yang menjabat sebagai Wakil Koordinator KontraS, diserang oleh dua orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada malam 12 Maret 2026.

Sepulang dari diskusi di kantor YLBHI, Andrie disiram air keras. Akibatnya, ia mengalami luka bakar serius hingga 24 persen di bagian wajah, dada, dan tangan. Bahkan, ada risiko gangguan penglihatan permanen.

Sementara itu, polisi mengaku sudah mengantongi rekaman CCTV dan memeriksa sejumlah saksi. Pendekatannya juga terdengar canggih: scientific crime investigation. Tapi, seperti sering terjadi, istilahnya maju—hasilnya masih ditunggu.

Netizen: antara setuju dan geleng-geleng

Sindiran Siskaeee langsung memancing reaksi luas. Banyak warganet yang merasa ada ironi dalam cara penegakan hukum berjalan.

Di satu sisi, kasus-kasus yang berkaitan dengan moralitas atau pornografi bisa ditangani dengan cepat dan tegas. Di sisi lain, kekerasan terhadap aktivis HAM justru terasa lebih lambat penanganannya.

Akhirnya, publik kembali dihadapkan pada pertanyaan klasik yang nggak pernah benar-benar selesai:

apakah hukum di negeri ini bekerja sama cepatnya untuk semua orang atau hanya untuk kasus-kasus tertentu saja?

Dan seperti biasa, jawabannya belum tentu enak didengar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ceramah di Kolong Tol, Ustadz Endang: Harta dari Judol dan Pinjol Bisa Jadi Petaka

21 April 2026 - 19:43

Dari Rp200 Ribu ke Rp311 Juta: Drama Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang Bikin Dompet Mau Pensiun Dini

20 April 2026 - 14:56

Mahasiswa UNPAM Desak Pengusutan Tuntas Kasus Penyerangan Andrie Yunus hingga Aktor Intelektual

18 April 2026 - 15:07

Seleknas KKI 2026 Digelar, OSO: Menang Kalah Biasa, Kejujuran yang Utama

18 April 2026 - 14:02

Masuknya MBG ke Pos Pendidikan Dipertanyakan MK: Kebijakan atau Akal-akalan Anggaran?

18 April 2026 - 08:48

Trending di News