Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

News

Siskaeee Sindir Polisi Lamban Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus: “Giliran Bokep Bisa Cepat”

badge-check

Kreator konten dewasa Siskaeee mengkritik lambannya polisi menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, lewat unggahan di X. Ia membandingkan cepatnya penanganan kasus moralitas dengan kasus kekerasan yang menimpa aktivis HAM. Perbesar

Kreator konten dewasa Siskaeee mengkritik lambannya polisi menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, lewat unggahan di X. Ia membandingkan cepatnya penanganan kasus moralitas dengan kasus kekerasan yang menimpa aktivis HAM.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Di negeri yang katanya serba cepat ini, ada satu hal yang sering berjalan santai: penangkapan pelaku kekerasan. Tapi giliran urusan “moral”, aparat bisa tiba-tiba berubah jadi The Flash.

Hal itu yang disindir langsung oleh kreator konten dewasa, Fransiska Candra Novitasari alias Siskaeee. Lewat akun X pribadinya, ia menyenggol kinerja polisi yang sampai sekarang belum juga berhasil menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Nada sindirannya nggak pakai rem.

Siskaeee mengunggah ulang rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik penyerangan terhadap Andrie. Dari situ, ia merasa heran atau mungkin lebih tepatnya gemas karena wajah pelaku terlihat cukup jelas, tapi sampai sekarang belum juga ada yang diamankan.

“Ini jelas banget. Masa gini aja lebih dari 1×24 jam enggak ketangkep,” tulisnya.

Lalu, seperti menambahkan cabe rawit ke luka, ia menyambung dengan kalimat yang langsung bikin linimasa panas:

“Giliran bokepku pakai masker, kacamata, topi, dll bisa tuh nangkep.”

Ketika pengalaman pribadi jadi bahan sindiran

Komentar itu bukan sekadar nyinyir kosong. Ada konteks personal yang cukup kuat.

Siskaeee pernah berurusan dengan hukum terkait kasus produksi film dewasa di Jakarta Selatan pada 2023. Saat itu, ia bahkan ditangkap di Yogyakarta setelah dianggap tidak kooperatif. Padahal, dalam konten yang dipermasalahkan, ia kerap tampil dengan berbagai penyamaran.

Di titik ini, sindirannya terasa makin tajam: kalau orang yang “menyamar” saja bisa cepat dilacak, kenapa pelaku kekerasan dengan wajah relatif terbuka justru masih berkeliaran?

Kasus Andrie: luka serius, pelaku masih misterius

Kasus yang disorot ini bukan perkara sepele. Andrie Yunus, yang menjabat sebagai Wakil Koordinator KontraS, diserang oleh dua orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada malam 12 Maret 2026.

Sepulang dari diskusi di kantor YLBHI, Andrie disiram air keras. Akibatnya, ia mengalami luka bakar serius hingga 24 persen di bagian wajah, dada, dan tangan. Bahkan, ada risiko gangguan penglihatan permanen.

Sementara itu, polisi mengaku sudah mengantongi rekaman CCTV dan memeriksa sejumlah saksi. Pendekatannya juga terdengar canggih: scientific crime investigation. Tapi, seperti sering terjadi, istilahnya maju—hasilnya masih ditunggu.

Netizen: antara setuju dan geleng-geleng

Sindiran Siskaeee langsung memancing reaksi luas. Banyak warganet yang merasa ada ironi dalam cara penegakan hukum berjalan.

Di satu sisi, kasus-kasus yang berkaitan dengan moralitas atau pornografi bisa ditangani dengan cepat dan tegas. Di sisi lain, kekerasan terhadap aktivis HAM justru terasa lebih lambat penanganannya.

Akhirnya, publik kembali dihadapkan pada pertanyaan klasik yang nggak pernah benar-benar selesai:

apakah hukum di negeri ini bekerja sama cepatnya untuk semua orang atau hanya untuk kasus-kasus tertentu saja?

Dan seperti biasa, jawabannya belum tentu enak didengar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan

5 Agustus 2026 - 11:45

Delapan Jam Menunggu Kamar Rawat, Dihujat karena BPJS, Kisah Yurizal Berakhir Pilu

5 Agustus 2026 - 10:48

Trending di News