Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Internasional

Iran Kirim Sinyal Keras ke Ukraina: Jika Bantu Israel Pakai Drone, Bisa Dianggap “Target Sah”

badge-check

Iran memperingatkan Ukraina bisa menjadi “target sah” jika terbukti membantu Israel dengan teknologi militer atau drone. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Perbesar

Iran memperingatkan Ukraina bisa menjadi “target sah” jika terbukti membantu Israel dengan teknologi militer atau drone. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

PRABAINSIGHT.COM – Kadang dalam politik internasional, satu kalimat saja bisa bikin suhu geopolitik naik beberapa derajat. Kali ini yang melempar pernyataan panas adalah pejabat tinggi dari Iran, dan yang kena “warning” adalah Ukraina.

Iran memberi sinyal keras kepada Kyiv: jika Ukraina terbukti membantu Israel dalam konflik yang sedang berlangsung terutama lewat teknologi militer seperti drone maka negara itu bisa dianggap sebagai “target sah.”

Pernyataan ini datang dari Ibrahim Azizi, Ketua Komisi Keamanan Nasional parlemen Iran. Dalam keterangannya, Azizi menyebut bahwa dukungan militer kepada Israel bisa ditafsirkan sebagai bentuk keterlibatan langsung dalam konflik yang juga melibatkan Iran.

Dengan kata lain, jika Ukraina benar-benar berada di belakang bantuan teknologi atau drone untuk Israel, maka Teheran bisa memandangnya sebagai pihak yang ikut campur dalam konflik.

Azizi bahkan menyinggung dasar hukum internasional untuk memperkuat argumennya. Ia merujuk pada Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang berbicara tentang hak suatu negara untuk melakukan pembelaan diri.

Menurutnya, prinsip itu memberi ruang bagi sebuah negara untuk mengambil tindakan terhadap pihak yang dianggap terlibat dalam agresi.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan sejumlah negara sekutu Barat. Situasi yang sudah panas itu kini makin sensitif karena berbagai negara di luar kawasan juga disebut-sebut memiliki peran tidak langsung.

Menariknya, hubungan Iran dan Ukraina memang sudah lama tidak mulus.

Kyiv sebelumnya mengecam keras dugaan pengiriman drone buatan Iran yang digunakan Rusia dalam perang melawan Ukraina. Kritik tersebut kemudian diikuti dengan langkah-langkah diplomatik dari Ukraina yang membuat hubungan kedua negara semakin dingin.

Jadi ketika Iran kini menyinggung kemungkinan Ukraina membantu Israel, latar belakang hubungan yang sudah tegang itu membuat pernyataan tersebut terasa makin tajam.

Meski begitu, hingga sekarang belum ada tanda bahwa Iran benar-benar mempersiapkan serangan militer langsung terhadap Ukraina.

Banyak analis menilai komentar dari pejabat Iran lebih sebagai pesan politik semacam peringatan keras di tengah rivalitas geopolitik yang semakin kompleks.

Namun satu hal jelas: konflik yang awalnya berpusat di Timur Tengah kini mulai memunculkan bayang-bayang ketegangan yang lebih luas. Ketika negara di luar kawasan ikut disebut-sebut, peta konflik global bisa berubah jauh lebih rumit dari yang dibayangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

10 Agustus 2026 - 09:59

Gianni Infantino Dilaporkan Hadapi Tudingan “Suap” Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA

30 Juli 2026 - 16:12

Spanyol Akui Palestina, Sikap Tegas Pedro Sánchez Picu Ketegangan dengan Israel

20 Juli 2026 - 20:13

Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi?

18 Juni 2026 - 18:44

Viral! Polisi Florida Tilang Perempuan Tanpa Tangan Kanan karena Diduga Main HP Saat Nyetir

2 Juni 2026 - 12:49

Trending di Internasional