Menu

Mode Gelap
GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

News

Skripsi Jokowi Dipersoalkan Lagi: Dari Mesin Ketik, Printer, hingga Teori Konspirasi yang Tak Kunjung Tamat

badge-check

Foto Skripsi Presiden ke 7 Joko Widodo yang di persoalkan oleh Roy Suryo Cs (foto: Ist) Perbesar

Foto Skripsi Presiden ke 7 Joko Widodo yang di persoalkan oleh Roy Suryo Cs (foto: Ist)

Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, lagi-lagi jadi sorotan. Bukan karena kebijakan, bukan juga soal infrastruktur, tapi… skripsi.

Yup, skripsi masa kuliahnya di Fakultas Kehutanan UGM kembali dipertanyakan validitasnya oleh segelintir pihak yang sepertinya punya waktu luang berlebih.

Menanggapi kehebohan yang menurutnya sudah kadaluarsa itu, Jokowi angkat bicara langsung dari rumahnya pada Jumat (23/5).

Dengan gaya khasnya yang santai tapi menusuk, beliau menyampaikan, “Skripsi ini ada di perpustakaan Fakultas Kehutanan. Ada. Dulu kita nyerahinnya ke bagian pengajaran. Kan ada semua. Dicek lagi aja.”

Yang dipersoalkan bukan sekadar fotokopi ijazah, tapi sampai detil-detil level font dan alat cetak. Sungguh teliti sekali. Sampai-sampai Jokowi merasa ini seperti audit hidup.

“Setelah ngecek ijazah, ngecek skripsi. Nanti ngecek KTP, KK, SIM. Semua dicek semua,” ujar beliau, mungkin sambil mengelus dada (atau kepala staf?).

Masalahnya dimulai lagi ketika Roy Suryo mantan Menpora, pegiat telematika, sekaligus “detektif part-time” dan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) mengungkap adanya dugaan kejanggalan pada skripsi Jokowi yang mereka lihat di UGM pada 15 April 2025.

Menurut Roy, bagian inti skripsi ditulis dengan mesin ketik, sementara halaman-halaman awal dicetak menggunakan printer.

Ia juga mengaku tak menemukan lembar pengesahan dari dosen penguji. “Aneh,” katanya.

Padahal, Bareskrim Polri sudah turun tangan. Mereka bukan cuma tanya-tanya ke saksi, tapi juga bawa bukti ke laboratorium dan membandingkan dengan dokumen milik teman seangkatan Jokowi. Hasilnya? Sah. Asli. Tidak rekayasa.

Tapi, ya, begitulah. Ketika politik sudah jadi medan perang narasi, bahkan urusan skripsi yang mestinya cuma kenangan buruk mahasiswa semester akhir, bisa jadi bahan gorengan yang tak ada habisnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Trending di News