Menu

Mode Gelap
Kantor Pegadaian Wilayah IX Jakarta 2 Tancap Gas Digitalisasi Transaksi Emas Lewat Aplikasi Tring Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi Kamar 307: Malam Saat Tangan Buntung Keluar dari Kolong Ranjang Kutukan Tuyul Turunan: Kekayaan yang Dibayar dengan Nyawa Anak Sendiri Sebulan Jadi Brimob Palsu: Masuk Mako, Ikut Latihan, dan Pegang Senjata Ketahuan Gara-gara Minta Rokok

Regional

Soto MBG SMA 2 Kudus Diduga Basi, 118 Siswa Keracunan Dilarikan ke Rumah Sakit

badge-check


					Keracunan massal diduga akibat menu Makan Bergizi Gratis di SMA 2 Kudus. Sebanyak 118 siswa dirawat, ratusan lainnya alami gejala. Perbesar

Keracunan massal diduga akibat menu Makan Bergizi Gratis di SMA 2 Kudus. Sebanyak 118 siswa dirawat, ratusan lainnya alami gejala.

PRABAINSIGHT.COM – KUDUS – Kamis (29/1/2026) seharusnya jadi hari biasa di SMA Negeri 2 Kudus. Bel masuk berbunyi, buku dibuka, dan perut seperti biasa menanti jam makan siang. Tapi yang datang bukan semangat belajar, melainkan mual berjamaah. Sirine ambulans meraung-raung, bukan satu dua, tapi seperti konvoi darurat yang tak ada di buku pelajaran.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang katanya menyehatkan, hari itu justru berubah jadi mimpi buruk massal. Soto ayam yang mestinya menguatkan imun, malah bikin ratusan siswa tumbang satu per satu.

Dari “Beberapa” Jadi 118, Masih Bisa Nambah

Awalnya disebut puluhan. Tapi data suka jujur belakangan. Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus akhirnya mengonfirmasi 118 siswa harus dirawat di tujuh rumah sakit berbeda mulai dari RSUD dr. Loekmono Hadi sampai RS Sarkies Aisyiyah.

Dan itu belum final. Pihak sekolah menyebut sekitar 600 siswa mengalami gejala, dari pusing, mual, muntah, sampai diare brutal. Beberapa guru yang ikut menyantap menu “bergizi” itu juga tak luput dari nasib serupa. Jadi, ini bukan sekadar salah makan. Ini tragedi massal.

Soto Ayam yang Lebih Dulu “Matang”

Biang keroknya diduga kuat menu MBG yang dibagikan Rabu (28/1): nasi, soto ayam suwir, tempe, dan taoge. Paket sederhana, tapi dampaknya luar biasa.

“Ayamnya asem, baunya aneh,” kata salah satu siswa dari ranjang rumah sakit, ditemani infus dan ekspresi trauma kuliner.

Kalimat pendek, tapi cukup menjelaskan segalanya. Soto itu tampaknya lebih dulu “hidup” sebelum sampai ke meja makan.

Vendor penyedia, SPPG Purwosari, akhirnya angkat suara. Kepala SPPG, Nasihul Umam, menyampaikan permintaan maaf dan berjanji bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan. Maaf sudah keluar, tapi soto terlanjur masuk perut.

Ambulans Nyaris Kalah oleh Lumpur

Kepanikan tak hanya terjadi di ruang UKS dan kelas. Di lapangan sekolah, satu unit ambulans sempat kepater terjebak lumpur lapangan yang becek. Ironis: kendaraan penyelamat malah butuh diselamatkan.

Di sinilah sisi kemanusiaan muncul. Puluhan siswa laki-laki langsung turun tangan. Seragam putih abu-abu berubah jadi cokelat lumpur. Mereka mendorong ambulans rame-rame, tanpa aba-aba, tanpa panitia. Solidaritas spontan di tengah kekacauan.

Kalau ada pelajaran hari itu, mungkin ini yang paling membekas.

Kudus Siaga, MBG Diperiksa

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, turun langsung ke lokasi dan rumah sakit. Pemerintah daerah memastikan seluruh biaya perawatan ditanggung melalui skema UHC BPJS Kesehatan. Sampel makanan dan feses korban kini diuji di laboratorium untuk memastikan sumber racun.

Hari ini, SMA 2 Kudus bukan sekadar sekolah. Ia jadi monumen kecil kegagalan pengawasan pangan. Program nasional yang dijual sebagai solusi gizi, mendadak berubah jadi alarm keras.

Karena kalau makan siang saja bisa melumpuhkan ratusan siswa, mungkin yang perlu diperiksa bukan cuma sotonya tapi juga sistemnya.

Editor : Irfan Ardhiyanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara

6 Februari 2026 - 15:50 WIB

Sebulan Jadi Brimob Palsu: Masuk Mako, Ikut Latihan, dan Pegang Senjata Ketahuan Gara-gara Minta Rokok

5 Februari 2026 - 14:41 WIB

Diduga Mabuk, Tabrak Lari, lalu Nyemplung: Mobil Oknum Polisi di Karawang Berakhir di Sungai

1 Februari 2026 - 07:56 WIB

Camat Medan Maimun Dicopot, Kartu Kredit Daerah Diduga Dipakai Main Judi Online

28 Januari 2026 - 13:48 WIB

Diduga Mabuk, Oknum TNI AL Aniaya Guru dan Warga di Pelabuhan Melonguane

24 Januari 2026 - 10:33 WIB

Trending di Regional