Menu

Mode Gelap
Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

Crime

Tragedi di Majatengah: Ayah Tewas, Anak Kandung Jadi Tersangka

badge-check

Desa Majatengah geger. Seorang ayah tewas diduga dibunuh anaknya yang alami gangguan jiwa. Polisi turun tangan, warga cuma bisa geleng-geleng.(Foto : Ilustrasi/ Istimewa) Perbesar

Desa Majatengah geger. Seorang ayah tewas diduga dibunuh anaknya yang alami gangguan jiwa. Polisi turun tangan, warga cuma bisa geleng-geleng.(Foto : Ilustrasi/ Istimewa)

PRABA INSIGHT- JAWA TENGAH – Suasana Desa Majatengah, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, mendadak muram pada Minggu sore (21/9/2025). Bukan karena listrik padam atau jalan becek habis hujan, tapi karena kabar mengejutkan: seorang ayah, Nana Aji (52), ditemukan tewas. Yang bikin warga tambah kaget, pelaku diduga anak kandungnya sendiri, Wawan (26), yang sudah lama dikenal warga punya masalah kejiwaan.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.05 WIB di RT 11 RW 04. Warga yang biasanya hanya ribut soal harga pupuk, sore itu dipaksa menghadapi kenyataan pahit: tragedi keluarga di tengah kampung.

“Wawan itu memang beda, sering menyendiri. Tapi kami tidak pernah sangka bisa sampai seperti ini,” kata Sardi (48), salah satu warga yang suaranya masih bergetar.

Polisi Turun Tangan

Polisi nggak butuh waktu lama. Kapolres Purbalingga AKBP [Nama Kapolres] lewat Kasat Reskrim memastikan pihaknya langsung meluncur ke lokasi begitu laporan masuk.

“Pelaku sudah kami amankan di Polres. Saat ini masih pemeriksaan intensif. Kami juga koordinasi dengan pihak medis untuk memastikan kondisi kejiwaannya. Motif dan kronologi masih kami dalami,” jelas Kasat Reskrim.

Jenazah korban dibawa ke RSUD Goeteng Taroenadibrata untuk visum. Sejumlah saksi mata sudah dipanggil, demi merangkai cerita lengkap di balik peristiwa kelam ini.

Warga Cemas, Harapan untuk Pemerintah

Bagi warga Majatengah, kabar ini seperti petir di sore mendung. Duka bercampur cemas. Mereka tak hanya bersedih untuk keluarga korban, tapi juga takut tragedi semacam ini bisa terulang.

“Kasihan sekali keluarganya. Pemerintah harus lebih serius memperhatikan orang dengan gangguan kejiwaan, supaya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar Sulastri (39), warga lain yang ikut berkumpul di lokasi.

Sementara itu, Polres Purbalingga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Tapi tetap saja, cerita soal ayah dan anak ini sudah kadung menjadi obrolan panas di warung kopi sampai grup WhatsApp desa.

Suasana Desa Majatengah, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, mendadak muram pada Minggu sore (21/9/2025). Bukan karena listrik padam atau jalan becek habis hujan, tapi karena kabar mengejutkan: seorang ayah, Nana Aji (52), ditemukan tewas. Yang bikin warga tambah kaget, pelaku diduga anak kandungnya sendiri, Wawan (26), yang sudah lama dikenal warga punya masalah kejiwaan.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.05 WIB di RT 11 RW 04. Warga yang biasanya hanya ribut soal harga pupuk, sore itu dipaksa menghadapi kenyataan pahit: tragedi keluarga di tengah kampung.

“Wawan itu memang beda, sering menyendiri. Tapi kami tidak pernah sangka bisa sampai seperti ini,” kata Sardi (48), salah satu warga yang suaranya masih bergetar.

Polisi Turun Tangan

Polisi nggak butuh waktu lama. Kapolres Purbalingga AKBP [Nama Kapolres] lewat Kasat Reskrim memastikan pihaknya langsung meluncur ke lokasi begitu laporan masuk.

“Pelaku sudah kami amankan di Polres. Saat ini masih pemeriksaan intensif. Kami juga koordinasi dengan pihak medis untuk memastikan kondisi kejiwaannya. Motif dan kronologi masih kami dalami,” jelas Kasat Reskrim.

Jenazah korban dibawa ke RSUD Goeteng Taroenadibrata untuk visum. Sejumlah saksi mata sudah dipanggil, demi merangkai cerita lengkap di balik peristiwa kelam ini.

Warga Cemas, Harapan untuk Pemerintah

Bagi warga Majatengah, kabar ini seperti petir di sore mendung. Duka bercampur cemas. Mereka tak hanya bersedih untuk keluarga korban, tapi juga takut tragedi semacam ini bisa terulang.

“Kasihan sekali keluarganya. Pemerintah harus lebih serius memperhatikan orang dengan gangguan kejiwaan, supaya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar Sulastri (39), warga lain yang ikut berkumpul di lokasi.

Sementara itu, Polres Purbalingga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Tapi tetap saja, cerita soal ayah dan anak ini sudah kadung menjadi obrolan panas di warung kopi sampai grup WhatsApp desa.

Penulis : Iwan | Editor: Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

15 Juli 2026 - 11:17

Nancy Soroti Dugaan Upaya Pencemaran Nama Baik di Sidang Sengketa Aset PN Jaksel

11 Juli 2026 - 04:48

YPRA Apresiasi Polisi Usut Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Tajurhalang

2 Juli 2026 - 17:54

‘Alhamdulillah Sehat’, Taufik Siap Jalani Rekonstruksi Usai Diduga Sekap dan Aniaya Pacar

2 Juli 2026 - 13:50

Terbongkar! Dugaan Bio Solar Disulap Jadi Dexlite di SPBU Medan, Praktik Curang Diduga Berjalan 9 Bulan

30 Juni 2026 - 19:51

Trending di Crime