Menu

Mode Gelap
Garuda Menggila di GBK! Indonesia Hajar Saint Kitts 4-0, Beckham Putra Jadi Bintang Gaduh Tahanan Yaqut, KPK Minta Maaf: Asep Sebut Kekecewaan Publik Adalah Dukungan RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana Abdullah Kelrey Tantang KPK, Desak Pemeriksaan Puan Maharani dan Hapsoro Mobil Setan: Penumpang yang Tak Pernah Turun Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka

Internasional

Trump Maki Jerome Powel “Tolol Tak Punya Arah”, The Fed Tetap Kalem

badge-check


					Presiden Amerika Donald Trump (foto:ist) Perbesar

Presiden Amerika Donald Trump (foto:ist)

PRABA INSIGHT- Di dunia yang penuh kejutan ini, Donald Trump kembali unjuk gigi dengan gebrakan kata-kata khasnya kali ini sasarannya adalah Jerome Powell, Gubernur Bank Sentral Federal Reserve (The Fed).

Dalam sebuah unggahan panas di media sosial miliknya, Truth Social, Trump tanpa tedeng aling-aling menyebut Powell sebagai “TOLOL” yang “tidak punya arah” (ya, dengan huruf kapital yang menandakan emosi tingkat dewa).

“Terlambat,” begitu tulis Trump, seolah-olah Powell baru saja gagal mengirim undangan pesta tahun baru. Tidak puas dengan itu, ia menambahkan, “Jerome Powell adalah seorang yang TOLOL, yang tidak punya arah.”

Trump juga meramal harga minyak dan energi bakal turun drastis, diikuti bahan makanan dan telur. Yup, telur pun masuk daftar ramalannya.

“TIDAK ADA INFLASI,” tulis Trump lagi kali ini dengan modal capslock penuh, seakan dunia butuh diingatkan bahwa inflasi itu mitos belaka.

Tak berhenti di situ, Trump menutup pidato digitalnya dengan kalimat yang lebih mirip slogan kampanye: “Uang Tarif Mengalir ke AS – KEBALIKAN DARI ‘TERLAMBAT!’ NIKMATI!” Sebuah narasi penuh semangat, seolah-olah perang dagang adalah festival tahunan yang meriah.

The Fed yang Tetap Tenang di Tengah Badai Capslock

Sementara Trump merapal sumpah serapah di Truth Social, The Fed tetap kalem dan tenang bak biksu di tengah badai. Bulan ini, mereka memutuskan untuk menahan suku bunga di level 4,25–4,50%.

Langkah ini mencerminkan sikap kehati-hatian mereka dalam menghadapi dampak kebijakan tarif impor yang dulu Trump canangkan dengan semangat yang sama seperti ia mengetik dengan capslock.

Ini adalah kali ketiga The Fed menahan suku bunga setelah terakhir kali menurunkannya pada pertemuan Desember 2024. Sebelumnya, mereka telah menaikkan suku bunga sebesar 525 bps sejak Maret 2022 hingga Juli 2023.

Setelah itu, The Fed memilih bertapa di level 5,25–5,50% sejak September 2023 hingga Agustus 2024, sebelum akhirnya memangkasnya sedikit demi sedikit pada September, November, dan Desember 2024. Totalnya? 100 basis poin alias bps.

Sementara Trump sibuk berteriak “TIDAK ADA INFLASI,” The Fed tampaknya memilih jalan sunyi: menyeimbangkan ekonomi dengan langkah setipis rambut dibelah tujuh.

Entah siapa yang benar pada akhirnya, tapi satu hal pasti Truth Social bakal tetap ramai dengan capslock dan serangan verbal yang penuh semangat.

Jadi, bagaimana menurut Anda? Apakah Trump memang jeli membaca ekonomi, atau Jerome Powell yang sebenarnya lebih tahu caranya menjaga kapal tetap terapung di tengah badai tarif dan inflasi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka

26 Maret 2026 - 08:45 WIB

Bocoran Rahasia Mossad: Hacker Pro-Palestina Handala Serang Sistem dan Data Laura Gelinsky

17 Maret 2026 - 08:11 WIB

Iran Kirim Sinyal Keras ke Ukraina: Jika Bantu Israel Pakai Drone, Bisa Dianggap “Target Sah”

16 Maret 2026 - 11:04 WIB

Anak Cantumkan Jabatan Ayah di CV, Karier Pejabat Istana Korea Selatan Ini Berakhir

16 Maret 2026 - 10:59 WIB

Kronologi Tenggelamnya Fregat IRIS Dena: Dari Izin Sandar di India hingga Diduga Ditorpedo di Samudra Hindia

10 Maret 2026 - 14:52 WIB

Trending di Internasional