Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Internasional

Drone Israel Hantam Tenda Media di Gaza, Korban Jurnalis Tertinggi dalam Sejarah Perang Dunia

badge-check

Serangan drone Israel di depan RS al-Shifa, Gaza, menewaskan enam jurnalis termasuk staf Al Jazeera. Korban jurnalis di Gaza kini lampaui Perang Dunia, memicu kecaman global. (Foto: istimewa) Perbesar

Serangan drone Israel di depan RS al-Shifa, Gaza, menewaskan enam jurnalis termasuk staf Al Jazeera. Korban jurnalis di Gaza kini lampaui Perang Dunia, memicu kecaman global. (Foto: istimewa)

PRABA INSIGHT- Menjadi jurnalis di Gaza itu bukan cuma soal menulis berita. Itu seperti menulis surat cinta di tengah badai peluru, dengan harapan suratnya sampai meski si penulisnya mungkin tidak.

Minggu malam, 10 Agustus 2025, tepat di depan Rumah Sakit al-Shifa, sebuah drone Israel mengirimkan paket kematian ke tenda media yang jelas-jelas bertuliskan “PRESS”. Tenda itu bukan tempat rapat wartawan yang membicarakan judul clickbait, melainkan ruang kerja darurat di tengah reruntuhan.

Hasilnya? Tujuh nyawa hilang, lima di antaranya pekerja Al Jazeera:

  • Anas al-Sharif (28), jurnalis
  • Mohammed Qreiqeh (33), koresponden
  • Ibrahim Zaher (25), juru kamera
  • Mohammed Noufal (29), juru kamera
  • Moamen Aliwa (23), juru kamera

Plus satu reporter lepas, Mohammed Al-Khaldi, yang juga tak sempat menulis berita terakhirnya.

Hani al-Shaer, satu-satunya yang selamat, bilang: “Tenda itu jelas bertanda media.” Jadi kalau ini bukan serangan yang disengaja, kita harus percaya apa? Kebetulan semesta?

Daftar Duka yang Semakin Panjang

Ini bukan insiden pertama. Sebelumnya, Samer Abudaqa tewas saat meliput di Khan Younis, Hamza Dahdouh terkena rudal di awal 2024, lalu ada Ahmed al-Louh, Ismail al-Ghoul, Rami al-Rifi, hingga Hossam Shabat. Semua meregang nyawa di medan liputan. Di Gaza, kamera dan mikrofon tampaknya dianggap ancaman yang setara dengan senjata.

Angka yang Mengalahkan Perang Dunia

Menurut Costs of War Project Universitas Brown, jumlah jurnalis tewas di Gaza sejak Oktober 2023 lebih banyak daripada korban gabungan jurnalis di Perang Dunia I, II, Perang Korea, Perang Vietnam, konflik di Yugoslavia, dan perang Afghanistan setelah 9/11.

RSF menobatkan 2024 sebagai tahun paling mematikan bagi jurnalis: lebih dari 120 tewas di dunia, separuhnya di Gaza dalam delapan bulan.

Data Shireen.ps menunjukkan hampir 270 jurnalis dan pekerja media terbunuh dalam 22 bulan terakhir rata-rata 13 orang per bulan.

Perang yang Membunuh dan Membungkam

CPJ menegaskan, pembunuhan dan penahanan jurnalis menciptakan kekosongan informasi yang sempurna untuk menyembunyikan pelanggaran HAM. Pada Juni 2024, RSF, CPJ, dan berbagai media global mengeluarkan surat terbuka: jurnalis Palestina diburu hanya karena meliput.

Amnesty International menambahkan: Israel tidak hanya membunuh jurnalis, tapi juga mematikan fungsi jurnalisme itu sendiri. Dan di medan perang seperti ini, ketika saksi dibungkam, sejarah berubah jadi versi penguasa.

Di Gaza, peluru bukan hanya menghantam tubuh, tapi juga menghantam suara. Dan ketika suara itu hilang, dunia pun kehilangan cara untuk mengingat.

Penulis : Yohanes MW | Editor: Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

10 Agustus 2026 - 09:59

Gianni Infantino Dilaporkan Hadapi Tudingan “Suap” Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA

30 Juli 2026 - 16:12

Spanyol Akui Palestina, Sikap Tegas Pedro Sánchez Picu Ketegangan dengan Israel

20 Juli 2026 - 20:13

Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi?

18 Juni 2026 - 18:44

Viral! Polisi Florida Tilang Perempuan Tanpa Tangan Kanan karena Diduga Main HP Saat Nyetir

2 Juni 2026 - 12:49

Trending di Internasional