Menu

Mode Gelap
Aksi Novi Ayla KDI Blusukan di Condet, Bagi-bagi Nasi Boks Bareng PJBW Kader PDI Perjuangan di DPRD Kota Bekasi Dilaporkan ke DPP, Diduga Main Proyek MBG KKN Berujung Teror: Cermin Terkutuk yang Membuat Penghuninya Gila dan Mati Gantung Diri Reformasi Pajak Kendaraan Jabar: Kemudahan untuk Warga, dan Ancaman Bagi Calo Drama Dean James di Go Ahead Eagles: Tak Disanksi KNVB, Tapi Status Kewarganegaraan Jadi Sorotan Di Balik Konflik Kerajaan, Ini Permintaan Terakhir Ratu Elizabeth II yang Bikin Haru

News

Kado Ultah Sri Mulyani: Puluhan Karangan Bunga Protes dari Dosen ASN, Isinya Bikin Geleng-Geleng Kepala

badge-check


					Sri Mulyani ulang tahun ke-63 disambut 63 karangan bunga protes dari dosen ASN. Mereka menuntut pemerataan tukin, penurunan UKT, hingga penghentian komersialisasi pendidikan tinggi.(Foto: Suara.com/istimewa) Perbesar

Sri Mulyani ulang tahun ke-63 disambut 63 karangan bunga protes dari dosen ASN. Mereka menuntut pemerataan tukin, penurunan UKT, hingga penghentian komersialisasi pendidikan tinggi.(Foto: Suara.com/istimewa)

PRABA INSIGHT- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati genap berusia 63 tahun pada Selasa, 26 Agustus 2025. Alih-alih hanya dihujani ucapan selamat, perayaan ulang tahunnya justru dibumbui protes dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang gerah soal tunjangan kinerja (tukin).

Kebetulan atau memang direncanakan, Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) mengirim 63 karangan bunga ke Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat. Bukan sekadar bunga ucapan, tapi penuh pesan protes yang menusuk: mulai dari sindiran soal komersialisasi pendidikan sampai tuntutan pemerataan tukin.

“Di ulang tahun ke-63 Menteri Keuangan, kami persembahkan 63 karangan bunga sebagai simbol perlawanan. Dosen bukan pegawai biasa. Pendidikan tinggi bukan komoditas, dan kesejahteraan pendidik adalah syarat utama kualitas bangsa,” kata Ketua Umum ADAKSI, Fatimah.

Video AI yang Bikin Gaduh, Tukin yang Bikin Geram

Beberapa pekan sebelumnya, nama Sri Mulyani sempat panas dibicarakan setelah potongan video dirinya menyebut guru sebagai “beban negara” beredar di media sosial. Setelah ditelusuri, ternyata video itu hasil editan Artificial Intelligence (AI) dari pidatonya di Institut Teknologi Bandung (ITB), 7 Agustus 2025.

Meski tudingan “beban negara” itu terbukti palsu, keresahan para dosen nyata adanya. Banyak dosen ASN di kampus negeri tidak menikmati tukin karena aturan yang tertuang dalam Perpres No.18 Tahun 2025 Pasal 7. Singkatnya, hanya dosen di kampus berstatus Satker, LLDikti, atau BLU Non-remunerasi yang dapat tukin. Sementara dosen di PTN BH atau BLU Remun cuma bisa gigit jari.

Audiensi Panjang, Aspirasi Menumpuk

Setelah bunga berjejer rapi, beberapa perwakilan ADAKSI dipersilakan beraudiensi dengan pihak Kemenkeu. Pertemuan itu berlangsung hampir tiga jam. Imam Akhmad, Ketua DPW ADAKSI Jakarta-Jawa-Banten, menjelaskan setidaknya ada lima tuntutan utama:

  1. Hentikan kapitalisasi pendidikan terkait tukin.
  2. Turunkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang kian mencekik.
  3. Bayarkan tukin dosen ASN periode 2020–2024 yang masih macet.
  4. Berikan tukin tanpa diskriminasi berdasarkan klasterisasi kampus.
  5. Pastikan alokasi 20 persen anggaran pendidikan dalam RAPBN 2026 benar-benar untuk pendidikan, bukan “dipinjam” ke program lain.

“Sekarang kampus besar ingin menambah prodi sebanyak-banyaknya dengan UKT yang mahal. Nah mahasiswa dan orangtua yang jadi korban. Kapitalisasi ini bikin negara seolah ingin lepas tangan dari pendidikan,” tegas Imam.

Bunga, Sindiran, dan Anggaran Fantastis

Dari total Rp 757,8 triliun anggaran pendidikan tahun 2026, Rp 355 triliun dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut ADAKSI, angka itu kelewat besar, sementara perguruan tinggi masih ngos-ngosan soal tukin.

Koordinator Lapangan, Rachmawaty, menyebut aksi bunga ini bukan semata protes, tapi juga “ucapan ulang tahun” dengan harapan Sri Mulyani benar-benar mendengar suara para dosen. “Kita juga enggak mau jadi masalah. Kita cuma pengin ucapin ulang tahun,” katanya sambil menyiratkan ironi.

Ulang tahun biasanya identik dengan kue, lilin, dan doa. Tapi bagi Sri Mulyani, tahun ini ia mendapat 63 karangan bunga yang tidak hanya mengucap selamat, melainkan juga membawa pesan keras: selamat ulang tahun, sekaligus selamat melawan! (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi Novi Ayla KDI Blusukan di Condet, Bagi-bagi Nasi Boks Bareng PJBW

10 April 2026 - 16:15 WIB

Kader PDI Perjuangan di DPRD Kota Bekasi Dilaporkan ke DPP, Diduga Main Proyek MBG

10 April 2026 - 14:41 WIB

Reformasi Pajak Kendaraan Jabar: Kemudahan untuk Warga, dan Ancaman Bagi Calo

9 April 2026 - 13:52 WIB

Kamu Ngerasa Gerah dan Panas? Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Cuaca yang Makin Menyengat

8 April 2026 - 15:09 WIB

Dari Layanan Kesehatan hingga Kurban, Kemas Foundation Bangun Gerakan Kebaikan Berkelanjutan

8 April 2026 - 13:12 WIB

Trending di News