Menu

Mode Gelap
Baznas Kota Bekasi Salurkan Rp 1,06 M Buat 1.761 Mustahik 3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial

News

Kado Ultah Sri Mulyani: Puluhan Karangan Bunga Protes dari Dosen ASN, Isinya Bikin Geleng-Geleng Kepala

badge-check

Sri Mulyani ulang tahun ke-63 disambut 63 karangan bunga protes dari dosen ASN. Mereka menuntut pemerataan tukin, penurunan UKT, hingga penghentian komersialisasi pendidikan tinggi.(Foto: Suara.com/istimewa) Perbesar

Sri Mulyani ulang tahun ke-63 disambut 63 karangan bunga protes dari dosen ASN. Mereka menuntut pemerataan tukin, penurunan UKT, hingga penghentian komersialisasi pendidikan tinggi.(Foto: Suara.com/istimewa)

PRABA INSIGHT- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati genap berusia 63 tahun pada Selasa, 26 Agustus 2025. Alih-alih hanya dihujani ucapan selamat, perayaan ulang tahunnya justru dibumbui protes dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang gerah soal tunjangan kinerja (tukin).

Kebetulan atau memang direncanakan, Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) mengirim 63 karangan bunga ke Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat. Bukan sekadar bunga ucapan, tapi penuh pesan protes yang menusuk: mulai dari sindiran soal komersialisasi pendidikan sampai tuntutan pemerataan tukin.

“Di ulang tahun ke-63 Menteri Keuangan, kami persembahkan 63 karangan bunga sebagai simbol perlawanan. Dosen bukan pegawai biasa. Pendidikan tinggi bukan komoditas, dan kesejahteraan pendidik adalah syarat utama kualitas bangsa,” kata Ketua Umum ADAKSI, Fatimah.

Video AI yang Bikin Gaduh, Tukin yang Bikin Geram

Beberapa pekan sebelumnya, nama Sri Mulyani sempat panas dibicarakan setelah potongan video dirinya menyebut guru sebagai “beban negara” beredar di media sosial. Setelah ditelusuri, ternyata video itu hasil editan Artificial Intelligence (AI) dari pidatonya di Institut Teknologi Bandung (ITB), 7 Agustus 2025.

Meski tudingan “beban negara” itu terbukti palsu, keresahan para dosen nyata adanya. Banyak dosen ASN di kampus negeri tidak menikmati tukin karena aturan yang tertuang dalam Perpres No.18 Tahun 2025 Pasal 7. Singkatnya, hanya dosen di kampus berstatus Satker, LLDikti, atau BLU Non-remunerasi yang dapat tukin. Sementara dosen di PTN BH atau BLU Remun cuma bisa gigit jari.

Audiensi Panjang, Aspirasi Menumpuk

Setelah bunga berjejer rapi, beberapa perwakilan ADAKSI dipersilakan beraudiensi dengan pihak Kemenkeu. Pertemuan itu berlangsung hampir tiga jam. Imam Akhmad, Ketua DPW ADAKSI Jakarta-Jawa-Banten, menjelaskan setidaknya ada lima tuntutan utama:

  1. Hentikan kapitalisasi pendidikan terkait tukin.
  2. Turunkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang kian mencekik.
  3. Bayarkan tukin dosen ASN periode 2020–2024 yang masih macet.
  4. Berikan tukin tanpa diskriminasi berdasarkan klasterisasi kampus.
  5. Pastikan alokasi 20 persen anggaran pendidikan dalam RAPBN 2026 benar-benar untuk pendidikan, bukan “dipinjam” ke program lain.

“Sekarang kampus besar ingin menambah prodi sebanyak-banyaknya dengan UKT yang mahal. Nah mahasiswa dan orangtua yang jadi korban. Kapitalisasi ini bikin negara seolah ingin lepas tangan dari pendidikan,” tegas Imam.

Bunga, Sindiran, dan Anggaran Fantastis

Dari total Rp 757,8 triliun anggaran pendidikan tahun 2026, Rp 355 triliun dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut ADAKSI, angka itu kelewat besar, sementara perguruan tinggi masih ngos-ngosan soal tukin.

Koordinator Lapangan, Rachmawaty, menyebut aksi bunga ini bukan semata protes, tapi juga “ucapan ulang tahun” dengan harapan Sri Mulyani benar-benar mendengar suara para dosen. “Kita juga enggak mau jadi masalah. Kita cuma pengin ucapin ulang tahun,” katanya sambil menyiratkan ironi.

Ulang tahun biasanya identik dengan kue, lilin, dan doa. Tapi bagi Sri Mulyani, tahun ini ia mendapat 63 karangan bunga yang tidak hanya mengucap selamat, melainkan juga membawa pesan keras: selamat ulang tahun, sekaligus selamat melawan! (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Baznas Kota Bekasi Salurkan Rp 1,06 M Buat 1.761 Mustahik

12 Agustus 2026 - 10:36

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Trending di News