Menu

Mode Gelap
Rakernas HAI dan Bintang Mahaputera: Isyarat Kepercayaan Presiden pada Kapolri Pulogebang Memanas! Warga Terancam Tergusur, Mafia Tanah Diduga Bermain Sandri Rumanama Menilai Peran Polri dalam Program Gizi Layak Diganjar Bintang Mahaputra Bersih-bersih Seragam: 34 Personel Polri Di-PTDH, Nama Konten Kreator Ikut Terseret Belajar Ngaji atau Jadi Korban? Dugaan Pelecehan di Ponpes Muna Barat yang Bikin Orang Tua Merinding Menikmati Wagyu hingga Daechang di Gahyo Cikarang, Restoran Korea Favorit Pebisnis

Internasional

Trump Maki Jerome Powel “Tolol Tak Punya Arah”, The Fed Tetap Kalem

badge-check


					Presiden Amerika Donald Trump (foto:ist) Perbesar

Presiden Amerika Donald Trump (foto:ist)

PRABA INSIGHT- Di dunia yang penuh kejutan ini, Donald Trump kembali unjuk gigi dengan gebrakan kata-kata khasnya kali ini sasarannya adalah Jerome Powell, Gubernur Bank Sentral Federal Reserve (The Fed).

Dalam sebuah unggahan panas di media sosial miliknya, Truth Social, Trump tanpa tedeng aling-aling menyebut Powell sebagai “TOLOL” yang “tidak punya arah” (ya, dengan huruf kapital yang menandakan emosi tingkat dewa).

“Terlambat,” begitu tulis Trump, seolah-olah Powell baru saja gagal mengirim undangan pesta tahun baru. Tidak puas dengan itu, ia menambahkan, “Jerome Powell adalah seorang yang TOLOL, yang tidak punya arah.”

Trump juga meramal harga minyak dan energi bakal turun drastis, diikuti bahan makanan dan telur. Yup, telur pun masuk daftar ramalannya.

“TIDAK ADA INFLASI,” tulis Trump lagi kali ini dengan modal capslock penuh, seakan dunia butuh diingatkan bahwa inflasi itu mitos belaka.

Tak berhenti di situ, Trump menutup pidato digitalnya dengan kalimat yang lebih mirip slogan kampanye: “Uang Tarif Mengalir ke AS – KEBALIKAN DARI ‘TERLAMBAT!’ NIKMATI!” Sebuah narasi penuh semangat, seolah-olah perang dagang adalah festival tahunan yang meriah.

The Fed yang Tetap Tenang di Tengah Badai Capslock

Sementara Trump merapal sumpah serapah di Truth Social, The Fed tetap kalem dan tenang bak biksu di tengah badai. Bulan ini, mereka memutuskan untuk menahan suku bunga di level 4,25–4,50%.

Langkah ini mencerminkan sikap kehati-hatian mereka dalam menghadapi dampak kebijakan tarif impor yang dulu Trump canangkan dengan semangat yang sama seperti ia mengetik dengan capslock.

Ini adalah kali ketiga The Fed menahan suku bunga setelah terakhir kali menurunkannya pada pertemuan Desember 2024. Sebelumnya, mereka telah menaikkan suku bunga sebesar 525 bps sejak Maret 2022 hingga Juli 2023.

Setelah itu, The Fed memilih bertapa di level 5,25–5,50% sejak September 2023 hingga Agustus 2024, sebelum akhirnya memangkasnya sedikit demi sedikit pada September, November, dan Desember 2024. Totalnya? 100 basis poin alias bps.

Sementara Trump sibuk berteriak “TIDAK ADA INFLASI,” The Fed tampaknya memilih jalan sunyi: menyeimbangkan ekonomi dengan langkah setipis rambut dibelah tujuh.

Entah siapa yang benar pada akhirnya, tapi satu hal pasti Truth Social bakal tetap ramai dengan capslock dan serangan verbal yang penuh semangat.

Jadi, bagaimana menurut Anda? Apakah Trump memang jeli membaca ekonomi, atau Jerome Powell yang sebenarnya lebih tahu caranya menjaga kapal tetap terapung di tengah badai tarif dan inflasi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heboh! Perempuan Turki Ngaku Anak Kandung Donald Trump, Tantang Tes DNA

4 Februari 2026 - 15:43 WIB

32 Warga Tewas, Gencatan Senjata Gaza Resmi Jadi Lelucon Berdarah

1 Februari 2026 - 06:31 WIB

Baru Tiga Bulan Menjabat, PM Jepang Sudah Membubarkan DPR dan Menantang Pemilu

28 Januari 2026 - 14:05 WIB

Qatar Tegaskan AS Tak Berhak Mengatur Kawasan Teluk Meski Miliki Pangkalan Militer

22 Januari 2026 - 05:52 WIB

Kisah Mpok Pipit, ART Indonesia di Rumah Cristiano Ronaldo dengan Gaji Fantastis

2 Januari 2026 - 10:21 WIB

Trending di Internasional