Menu ✖

Breaking News

Kolom Angker

Urban Legend Anang Ajar: Kutukan Sungai Berdarah di Mahakam

badge-check

Urban Legend Anang Ajar: Kutukan Sungai Berdarah di Mahakam Perbesar

PRABA INSIGHT – Hujan mengguyur deras di sepanjang bantaran Sungai Mahakam malam itu. Kabut tipis mengambang di permukaan air, menyelimuti desa-desa kecil yang berbaris di tepiannya. Aroma tanah basah dan gemerisik dedaunan menambah kesan muram.

Di antara riak-riak sungai, sesosok bayangan hitam tampak berdiri di bawah pohon besar, matanya menatap lurus ke arah perkampungan.

Warga menyebutnya Anang Ajar, sosok penunggu sungai yang dipercaya membawa kutukan bagi siapa saja yang berani melintasi Mahakam pada malam Jumat Kliwon.

Cerita itu sudah beredar turun-temurun, dianggap tak lebih dari sekadar mitos oleh sebagian orang. Namun, bagi mereka yang pernah melihatnya, Anang Ajar adalah kenyataan yang tak bisa disangkal.

Kisah bermula puluhan tahun lalu, ketika seorang lelaki paruh baya bernama Tupa menemukan tubuh anaknya mengambang di sungai dengan luka-luka aneh di sekujur tubuh. Tidak ada tanda perlawanan, seolah-olah bocah itu menyerahkan dirinya tanpa suara.

Warga mengatakan itu ulah buaya atau arus sungai yang deras, tapi Tupa yakin ada sesuatu yang lebih gelap mengintai di dasar sungai. Sesuatu yang menuntut tumbal.

Sejak kematian anaknya, Tupa menjadi sosok yang pendiam. Ia kerap terlihat duduk di tepi sungai saat senja, berbicara sendiri seakan tengah berdialog dengan seseorang yang tak kasatmata.

“Anak itu sudah kembali,” katanya suatu hari, wajahnya pucat dengan mata yang kosong. Warga menganggapnya gila, sampai suatu malam suara tangis terdengar dari arah sungai.

Suara itu tak menyerupai manusia, terlalu dalam dan serak. Beberapa warga yang nekat mencari sumber suara berakhir tak kembali.

Mereka yang selamat menggambarkan sosok besar dengan tubuh bersisik, mata merah menyala, dan tangan yang panjang menjulur dari permukaan air.

Anang Ajar, begitu warga menamainya. Sosok yang dipercaya sebagai jelmaan roh penasaran yang haus akan nyawa. Sejak saat itu, tidak ada yang berani menyeberangi sungai saat malam tiba.

Anang Ajar adalah penunggu yang sabar, menanti langkah kaki manusia yang lengah di bibir sungai.

Namun, tidak semua orang percaya. Hingga suatu malam, seorang pemuda bernama Danu menantang kutukan itu. Ia menyeberangi sungai dengan perahu kecilnya saat kabut turun tebal.

Tidak ada yang melihatnya kembali, kecuali perahu kosong yang hanyut esok paginya, dengan jejak tangan panjang mencengkeram sisi-sisinya.

Duka melingkupi keluarga Danu, dan ketakutan menyebar di antara penduduk desa. Orang-orang mulai memasang sesajen di tepi sungai, membakar dupa dan melemparkan bunga-bunga ke dalam air yang hitam pekat. Mereka berbisik dalam doa, berharap Anang Ajar tak lagi mengambil nyawa orang terkasih.

Tetua adat memutuskan mengadakan ritual pembersihan. Para pemangku adat, lengkap dengan pakaian tradisional, berdiri di tepian sungai, mengucapkan mantra-mantra kuno yang dipelajari turun-temurun.

Asap kemenyan mengepul tebal, bercampur dengan aroma dupa yang menyengat. Air sungai tampak beriak, seolah berbisik mengikuti alunan mantra.

Namun, sesuatu yang tak diharapkan terjadi. Riak kecil di permukaan berubah menjadi gelombang. Para tetua saling pandang dengan wajah penuh tanya. Seketika, suara erangan panjang menggema dari dasar sungai. Semua orang tercekat, beberapa jatuh bersimpuh, menangis histeris.

Di antara gemuruh air yang mengamuk, sesosok tubuh bersisik muncul perlahan, matanya merah menyala. Tangan panjangnya menjulur, seakan mencari seseorang di antara kerumunan.

Sejak saat itu, ritual pembersihan tak pernah dilakukan lagi. Sungai Mahakam tetap menjadi misteri yang diselimuti kabut dan bisik-bisik ketakutan. Anang Ajar tetap menunggu, sabar dan abadi, di antara riak-riak air yang tak pernah tenang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Malam Mencekam di Rumah Sakit Tua Semarang: 4 Anak Hantu Datang, Cabut Infus dan Minta Korban Mati

14 Agu 2026 - 01:09 WIB

Malam Mencekam di Rumah Sakit Tua Semarang: 4 Anak Hantu Datang, Cabut Infus dan Minta Korban Mati

Teror Jam 1 Pagi: Driver Ojol Menyelamatkanku dari Sosok yang Merangkak Naik ke Balkon Rumah

30 Jul 2026 - 21:47 WIB

Teror Jam 1 Pagi: Driver Ojol Menyelamatkanku dari Sosok yang Merangkak Naik ke Balkon Rumah

Telepon dari Gerbong Wanita Bekasi Timur

26 Jun 2026 - 00:34 WIB

Telepon dari Gerbong Wanita Bekasi Timur

Teror di Gunung Sunyi: Saat Sesuatu yang Bukan Manusia Mencoba Berbicara

5 Jun 2026 - 02:26 WIB

Teror di Gunung Sunyi: Saat Sesuatu yang Bukan Manusia Mencoba Berbicara

Teror Selasa Kliwon, malam yang masih ditakuti dalam cerita mistis tanah Jawa

5 Jun 2026 - 02:11 WIB

Teror Selasa Kliwon, malam yang masih ditakuti dalam cerita mistis tanah Jawa
Trending di Kolom Angker