Menu ✖

Breaking News

News

Utang Membengkak, Laba Menyusut: PLN di Persimpangan Krisis Keuangan 2024

badge-check

Kondisi keuangan PLN dinilai memburuk pada 2024. Center for Budget Analysis (CBA) mencatat total utang PLN mencapai Rp711,2 triliun, naik Rp56,2 triliun dibanding 2023, sementara laba bersih justru menurun. Level utang disebut mengkhawatirkan dan memberi tekanan serius pada kesehatan keuangan PLN.(Istimewa) Perbesar

Kondisi keuangan PLN dinilai memburuk pada 2024. Center for Budget Analysis (CBA) mencatat total utang PLN mencapai Rp711,2 triliun, naik Rp56,2 triliun dibanding 2023, sementara laba bersih justru menurun. Level utang disebut mengkhawatirkan dan memberi tekanan serius pada kesehatan keuangan PLN.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kalau ada perusahaan yang hidupnya kayak orang selalu bilang “aku baik-baik saja kok”, padahal tiap bulan gali lubang tutup lubang, mungkin namanya adalah PT PLN (Persero). Perusahaan listrik kesayangan negara ini yang monopoli sudah di tangan, pelanggan nggak punya pilihan lain—ternyata kondisi keuangannya justru lagi ngos-ngosan.

Data dari Center for Budget Analysis (CBA) bikin alis ikut naik. Sepanjang 2024, utang PLN tembus Rp711,2 triliun. Iya, betul. Triliun. Angka yang kalau dituliskan di papan tulis, gurunya capek duluan sebelum selesai.

Kenaikannya pun bukan kaleng-kaleng: ada tambahan sekitar Rp56,2 triliun dibanding 2023. Katanya sih, sebagian besar disumbang dari dua jenis utang:

  • Utang jangka pendek naik jadi Rp172 triliun
  • Utang jangka panjang membengkak sampai Rp539,1 triliun

Ibarat orang yang kredit motor, mobil, rumah, dan kos-kosan sekaligus, PLN seperti sedang mencoba mode financial survivor tingkat dewa.

Masalahnya, di saat utang naik kaya grafik perekonomian negara tetangga, laba bersih PLN malah turun drastis. Jadi ini seperti bekerja lebih keras, tapi gaji malah menciut. Bedanya, kalau kita masih bisa pindah kerja, PLN? Ya tetap harus nyalain listrik se-Indonesia.

Menurut CBA, posisi utang di level segini sudah masuk kategori:

“Yang sabar ya, semoga kuat.”

Alias: mengkhawatirkan.

Tekanan keuangan PLN kelihatan makin berat, meski statusnya perusahaan negara yang memonopoli listrik dari Sabang sampai Merauke. Ironisnya, pelanggan tetap terima SMS tagihan tiap bulan dengan penuh keteguhan iman, sementara perusahaannya sendiri sedang megap-megap mengatur napas.

Singkatnya, listrik memang tetap nyala.

Tapi laporan keuangannya… kayaknya butuh charger juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

PBJS Jabodetabek 2026 Usulkan Friedrich Silaban Pahlawan Nasional

12 Okt 2026 - 19:25 WIB

PBJS Jabodetabek 2026 Usulkan Friedrich Silaban Pahlawan Nasional

‘Tuan Takur Utara’ Alias Alex Jiblo Satukan Ulama dan Kader PAN Sambut Pemilu 2029

12 Okt 2026 - 19:09 WIB

‘Tuan Takur Utara’ Alias Alex Jiblo Satukan Ulama dan Kader PAN Sambut Pemilu 2029

Kaskogartap II/Bandung Ikuti Pangandaran Run Piala Panglima TNI 2026 

11 Okt 2026 - 18:58 WIB

Kaskogartap II/Bandung Ikuti Pangandaran Run Piala Panglima TNI 2026 

Praktisi Hukum Irjen Pol Ricky Herbert Soroti Dugaan Narkotika di Rutan Depok, Desak Pengawasan Ketat dan Penindakan Tegas

10 Okt 2026 - 22:03 WIB

Praktisi Hukum Irjen Pol Ricky Herbert Soroti Dugaan Narkotika di Rutan Depok, Desak Pengawasan Ketat dan Penindakan Tegas

Merawat Historis, Menatap Masa Depan Bersama Ade Puspitasari

10 Okt 2026 - 15:20 WIB

Merawat Historis, Menatap Masa Depan Bersama Ade Puspitasari
Trending di News