Menu

Mode Gelap
Telepon dari Gerbong Wanita Bekasi Timur Dari Gedung KPK ke Kementerian Koperasi, Mahasiswa Memburu Jawaban atas Anggaran Rp59 Triliun Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan! Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri” Garuda di Dadaku Ramaikan Jakarta Fair 2026, Keanu Azka dan Quinn Salman Diserbu Penggemar Cilik

Ekonomi

Ojol Bakal Jadi Karyawan?, Menaker Yassierli : ‘Kajiannya Sudah di meja Pemerintah’

badge-check


					ilustrasi gambar (PRABA/AI) Perbesar

ilustrasi gambar (PRABA/AI)

PRABAINSIGHT-Pemerintah tengah menggodok regulasi baru untuk para pengemudi ojek online (ojol). Isu yang paling panas tentu saja soal kemungkinan mereka diangkat jadi karyawan tetap. Ya, karyawan tetap! Bukan sekadar ‘mitra’ yang kadang dapat insentif, kadang cuma dapat peluh.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, yang hadir dalam diskusi bersama ratusan pengemudi ojol di Plaza BP Jamsostek, Kamis (8/5/2025), belum bisa banyak bicara soal itu. Diskusinya memang bertema jaminan sosial, jadi pembahasannya masih muter-muter di sekitar perlindungan sosial.

“Diskusi ini temanya kan jamsos, jadi kami tunggu aja, apa nanti ada singgungan rekomendasi terkait dengan itu (jadi karyawan tetap), tapi dari topik utamanya kita bicara tentang perlindungan sosial,” kata Yassierli. Kalimatnya diplomatis, seperti biasa. Tidak menutup kemungkinan, tapi juga tidak terlalu membuka harapan.

Namun, ia mengakui bahwa kajian mengenai perubahan status pengemudi ojol dari mitra menjadi karyawan tetap sudah ada di meja pemerintah. “Kemudian ada juga kajian terkait dengan status, ya itu kajian kita buka. Tapi apakah regulasinya [sesuai]? Seperti apa tahapannya? Itu yang saya katakan tadi, perlu melibatkan stakeholders,” lanjutnya.

Selama ini, pemerintah sudah berkoordinasi dengan aplikator. Ya, tentu saja, karena bagaimana pun aplikator adalah aktor utama di balik layar. Kerja sama dengan mereka penting untuk memastikan pengemudi mendapatkan perlindungan yang layak. Soalnya, status mitra selama ini dianggap tanggung, setengah independen setengah karyawan. Cuma enak di mata aplikator, tapi sering bikin ojol bingung saat klaim asuransi.

Yassierli menegaskan bahwa regulasi ini masih dalam tahap pengkajian. “Regulasi masih dikaji, ini bagian meaningful partisipasi karena stakeholder enggak cuma Kemenaker, ada Kemenhub, kita minta masukan aplikator, dan ada diskusi sharing lintas negara.

Isu ini enggak hanya di Indonesia, tapi di luar negeri juga,” jelasnya. Semacam studi banding ke luar negeri, biar bisa tahu bagaimana negara lain memperlakukan pengemudi online. Ya, kita tunggu hasilnya, meskipun sering kali wacana-wacana begini berakhir dengan kalimat sakti: masih dalam proses.

“Terkait posisi, kan kita harus lihat point of view regulasi yang udah ada seperti apa? Poin pertama jaminan sosial, kemudian ada kajian status, itu kajian kita buka. Apa regulasinya? Tahapannya seperti apa? Itu perlu melibatkan stakeholder,” tambah Yassierli.

Jadi, apakah benar nantinya para pengemudi ojol bakal berubah status jadi karyawan tetap? Untuk saat ini, jawabannya klasik: kita tunggu saja. Sambil tetap nge-gas, tentu saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Benny Wullur vs Hotman Paris, Akademisi Pertanyakan Pencabutan Inkracht

18 Juni 2026 - 21:25

Potensi Wakaf RI Rp400 Triliun per Tahun, Berry Kurniawan: Mulai Rp1.000 Sehari Bisa Ubah Nasib Umat

17 Juni 2026 - 11:29

Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, Sandri Rumanama Minta Pemerintah Berani Naikkan BBM

1 Juni 2026 - 16:03

Beli Saham GoTo Saja Nggak Cukup, Negara Harus Ikut Kelola Bisnis Ojol

30 Mei 2026 - 14:19

Whoosh Ngebut di Rel, Utangnya ke Telkomsel Malah Mandek Rp298 Miliar

22 Mei 2026 - 19:14

Trending di Ekonomi