Menu

Mode Gelap
Jokowi Turun Gunung demi PSI. Lampung Jadi Etape Pertama, Mesin Politik Sedang Dipanaskan Kepercayaan Publik ke Polri Naik, Sandri Rumanama Bilang Perubahan Itu Nyata 82,4 Persen Publik Masih Percaya Polri. Barangkali, Ini Memang Bukan Cuma Soal Angka Telepon dari Gerbong Wanita Bekasi Timur Dari Gedung KPK ke Kementerian Koperasi, Mahasiswa Memburu Jawaban atas Anggaran Rp59 Triliun Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas

News

Bukan Dosen Pembimbing Jokowi, Pak Kasmudjo Bilang: “Lha, Saya Aja Masih Asisten Waktu Itu!”

badge-check


					Kasmudjo menuturkan, saat Jokowi kuliah di Fakultas Kehutanan UGM pada periode 1980–1985, dirinya bahkan belum jadi dosen tetap yang diperbolehkan mengajar secara penuh. (Foto:Ist) Perbesar

Kasmudjo menuturkan, saat Jokowi kuliah di Fakultas Kehutanan UGM pada periode 1980–1985, dirinya bahkan belum jadi dosen tetap yang diperbolehkan mengajar secara penuh. (Foto:Ist)

PRABA INSIGHT- Di tengah hiruk pikuk dunia maya yang makin ramai memperdebatkan soal ijazah Presiden Joko Widodo, seorang mantan dosen Fakultas Kehutanan UGM angkat bicara.

Namanya Kasmudjo, seorang pensiunan akademisi yang kini lebih sering menikmati hari di rumahnya di Pogung, Sleman.

“Bukan, saya bukan dosen pembimbingnya Jokowi,” tegas Kasmudjo, Rabu (14/5), saat ditemui awak media di kediamannya.

Kasmudjo menuturkan, saat Jokowi kuliah di Fakultas Kehutanan UGM pada periode 1980–1985, dirinya bahkan belum jadi dosen tetap yang diperbolehkan mengajar secara penuh.

Statusnya masih asisten dosen, tepatnya golongan IIIb. Artinya, jangankan membimbing skripsi, mengajar pun belum bisa secara formal.

“Waktu itu saya cuma bisa mendampingi mahasiswa memahami teori-teori. Ngasih pelajaran belum boleh. Baru 1986 saya naik pangkat,” ujarnya sambil mengenang masa-masa awal kariernya sebagai akademisi yang dimulai sejak 1975.

Menurut Kasmudjo, dosen pembimbing skripsi Jokowi kala itu adalah Prof. Sumitro, bukan dirinya.

Jadi, kalau sekarang-sekarang ada yang mencoba mengaitkan namanya ke isu ijazah Jokowi, ia memilih untuk angkat tangan.

“Lha wong saya enggak terlibat di skripsinya, enggak membimbing, enggak ikut nguji, ya enggak tahu-menahu soal ijazah itu. Apalagi sampai dibilang palsu, ya saya sama sekali nggak bisa komentar,” ungkapnya.

Ia pun menjelaskan bahwa dirinya baru mulai mengajar penuh ketika sudah mencapai golongan IIIc atau bahkan IVa, termasuk menjadi Ketua Laboratorium Produk Hutan Non-Kayu dan Mebel.

Setelah mengabdi selama 38 tahun di UGM, Kasmudjo pensiun pada 2014. Namanya kembali mencuat justru karena kunjungan Jokowi ke rumahnya beberapa waktu lalu, tepatnya Senin (12/5).

Keduanya berbincang selama 45 menit dalam suasana santai.

Namun, pertemuan itu sama sekali tidak membahas soal ijazah atau polemik yang sedang ramai.

“Pak Jokowi nggak ngomong apa-apa soal itu. Kami cuma ngobrol biasa. Lagian, saya juga nggak tahu-menahu soal ijazahnya,” kata Kasmudjo.

Ia menegaskan kembali bahwa dirinya bukan bagian dari tim pembimbing, bukan juga penguji, dan tidak terlibat dalam proses kelulusan Jokowi.

“Kalau ada yang bilang saya pembimbingnya, itu keliru. Saya hanya dosen pendamping biasa waktu itu,” tegasnya.

Jadi, buat yang masih ngotot nyeret-nyeret nama Pak Kasmudjo dalam drama ijazah Presiden, beliau sudah klarifikasi dengan jelas: bukan pembimbing, bukan penguji, bukan siapa-siapa dalam urusan skripsi Jokowi.

 

Penulis : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

82,4 Persen Publik Masih Percaya Polri. Barangkali, Ini Memang Bukan Cuma Soal Angka

26 Juni 2026 - 14:28

Dari Gedung KPK ke Kementerian Koperasi, Mahasiswa Memburu Jawaban atas Anggaran Rp59 Triliun

25 Juni 2026 - 19:13

Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas

23 Juni 2026 - 21:03

Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan!

23 Juni 2026 - 12:16

Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri”

23 Juni 2026 - 11:26

Trending di Nasional