Menu

Mode Gelap
Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot Resmi Dimutasi, Kombes Firman Kini Jabat Dirlantas Polda Metro Jaya Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo Polda Papua Selatan dan Papua Pegunungan Dinilai Mendesak, Sandri Rumanama: Rakyat Butuh Kepastian Keamanan Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa

Ekonomi

“BI Checking Kamu Rusak? Ini Cara Ampuh Menghapus Jejak Hitam di SLIK OJK”

badge-check


					foto ilustrasi Kredit Score (foto:istimewa) Perbesar

foto ilustrasi Kredit Score (foto:istimewa)

PRABA INSIGHT – Buat kamu yang lagi berencana ambil KPR, kredit motor, atau bahkan pinjam duit buat nikah, coba deh berhenti sejenak dan tanya ke diri sendiri: “Skor kredit gue aman nggak, ya?” Soalnya, zaman sekarang, urusan skor kredit bisa jadi penentu hidup. Mau kredit, ditolak. Mau kerja, gagal. Padahal cuma karena utang di pinjol segelas es kopi susu waktu kuliah yang belum dibayar.

Kenalan dulu, namanya SLIK OJK alias Sistem Layanan Informasi Keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan. Dulu dikenal sebagai BI Checking, sekarang sudah rebranding, lebih cakep dan (katanya) lebih akurat. Fungsinya satu: ngecek kelayakan finansial seseorang buat dapet pembiayaan dari bank, leasing, sampai pinjaman online (P2P Lending).

Dan ya, skor di SLIK ini nggak bisa kamu anggap sepele. Kalau nilainya jelek, siap-siap deh dighosting bank saat ajukan pinjaman. Bahkan menurut Asosiasi Real Estate Indonesia (REI), 40 persen pengajuan KPR ditolak karena skor SLIK-nya ambyar. Banyak dari mereka yang nggak lolos karena punya tunggakan di pinjol. Nyicil seratus ribu, telat sebulan, eh jadi boomerang seumur hidup.

Pinjaman Online: Sekali Terjerat, Skor Kredit Melarat

Sekarang, pinjol pun wajib lapor ke SLIK. Jadi kalau kamu mikir, “Ah, ini cuma utang di aplikasi, masa ngaruh?” Wah, selamat! Kamu baru aja masuk ke perangkap keuangan era digital. Histori pinjol kamu bakal terekam manis di sistem, dan itu akan dibaca oleh bank atau lembaga keuangan lain.

Nggak cuma urusan duit, skor kredit juga udah mulai dipake HRD buat seleksi kerja. Yup, bukan cuma CV atau skill yang ditengok, tapi juga histori keuangan kamu. Jadi kalau kamu nunggak cicilan HP sejak zaman kerja serabutan, bisa jadi itu alasan kamu nggak pernah ditelepon balik setelah wawancara.

Tapi Tenang, Skor Kredit Bisa Dipoles

Kabar baiknya, skor kredit bukan kutukan seumur hidup. Menurut OJK, data di SLIK bisa diperbarui setelah kamu melunasi utang atau menyelesaikan masalah sesuai prosedur yang berlaku. Kepala Eksekutif OJK, Agusman, menyebut proses ini bisa dilakukan dan datanya akan ikut di-update dalam 30 hari setelah pelunasan.

Kalau kamu udah bayar dan masih dicurigai si tukang nagih, minta aja Surat Keterangan Lunas (SKL) dari kreditur. Itu bisa jadi senjata ampuh buat bersih-bersih reputasi keuangan.

Tapi jangan sedih dulu kalau kamu pernah terjerembab ke skor 3, 4, atau bahkan 5. SLIK OJK membagi skor ke dalam lima tingkatan:

  • Skor 1: Aman, mulus, bisa kredit sambil salto.

  • Skor 2: Sedikit kendala, tapi masih bisa dilirik bank.

  • Skor 3: Lampu kuning, harus waspada.

  • Skor 4 & 5: Wasalam. Wajib bersih-bersih dulu.

Cek skor kamu gampang, kok. Tinggal buka situs idebku.ojk.go.id, daftar, dan voila! Skor kredit kamu muncul, lengkap dengan dosa-dosa keuangan masa lalu.

Jadi, Gimana Kalau Skor Kamu Udah Terlanjur Jelek?

Simple: lunasi semua utang. Mau nggak mau. Nggak ada jalan pintas, apalagi cheat code. Tapi, kalau kamu yakin ada kesalahan sistem—misalnya, kamu udah bayar tapi tetap dianggap nunggak—kamu bisa lapor ke lembaga keuangan terkait.

Jangan males ngurusin, karena skor kredit yang bersih itu penting, gengs. Minimal biar bisa hidup tenang tanpa bayang-bayang debt collector yang nongol di mimpi. Dan siapa tahu, setelah bersih-bersih, kamu akhirnya bisa punya rumah sendiri—bukan cuma jadi penonton di iklan properti

Penulis : Alma Khairunisa / Editor : Irfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Papua Selatan dan Papua Pegunungan Dinilai Mendesak, Sandri Rumanama: Rakyat Butuh Kepastian Keamanan

10 Mei 2026 - 00:25

Ojol Rayakan Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen, APOB: Perjuangan Belum Selesai

9 Mei 2026 - 16:46

Prabowo Kumpulkan “Tim Ekonomi Inti” di Istana, Bahas Apa? Rupiah Melemah, Jawabannya Masih Misteri

5 Mei 2026 - 18:42

Rupiah Turun ke Rp17.424, Airlangga-Purbaya: Ini Bukan Krisis 1998

5 Mei 2026 - 17:51

PPN Jalan Tol Kembali Muncul, DJP Siapkan Pajak Baru di Tengah Target Ribuan Kilometer Tol

22 April 2026 - 20:23

Trending di Ekonomi